Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 83 Senyuman Tersembunyi


__ADS_3

"Selamat datang Pak Michael"Sambut Damian sambil menjabat tangan lawan bicaranya.Michael menyambutnya dengan hangat,meskipun Damian sendiri begitu dingin terhadapnya.


"Silahkan duduk"Damian mempersilahkan Michael duduk,Michael menghempaskan tubuhnya ke atas kursi lalu menyilangkan kakinya.


"Bagaimana masalah pekerjaannya??Apa tidak menyulitkan Anda"Michael duduk dengan santai sambil memutar-mutar kursinya.


"Alhamdulillah sampai detik ini,saya masih bisa menanganinya"Jawab Damian datar.


"Bagus,,,saya suka kinerja anda"


"Kapan anda akan kembali ke Jerman?"Dengan berani Damian bertanya.Michael tersenyum tipis mendapatkan pertanyaan yang tak terduga itu.


"Kenapa anda bertanya begitu?Ketara sekali bahwa anda menginginkan saya cepat-cepat pulang"


"Yah,,karena saya tidak suka jika Lita harus berlama-lama tinggal dengan pria yang kura*Ng aj*r seperti anda"


Michael tersenyum penuh makna,ia menatap tajam lawan bicaranya yang baru saja mengatainya.


"Jadi itu alasannya kenapa sikap anda begitu dingin kepada saya?"


"Saya bukan jenis orang yang suka basa-basi"Ketus Damian.Michael manggut-manggut dengan tersenyum santai.


"Saya suka sikap anda,tapi perlu anda ketahui.Lita akan menjadi istri saya"


"Waaaaahhh anda sangat yakin sekali"sekelumit senyum tersungging di bibir Damian.


"of course,karena saya bisa merasakan getaran cintanya ketika bersama saya.Dia memang sedikit naif,tapi perasaannya tak mampu ia tutupi dengan keangkuhannya"


Ucapan Michael yang penuh keyakinan membakar api cemburu dihati Damian.Senyuman yang baru saja tersungging sirna berganti tatapan yang penuh amarah.


"Dan jika anda mengenal Lita jauh sebelum saya,pastinya anda tahu bahwa Lita buka tipe wanita yang akan jatuh cinta kepada sahabatnya"


Penekanan dalam kalimat yang diucapkan oleh Michael mampu menghujam hati Damian.Laki-laki itu membenarkan apa yang dikatakan oleh Michael baru saja.Tapi menyerah bukan jalan yang terbaik.


"Saya tahu itu,tapi saya yakin.Dengan ketulusan hati,saya akan mengubah persepsi tersebut"


"Jadi anda sudah sangat yakin bisa memiliki Lita?"


"Tentu saja!!"Jawab Damian mantap.

__ADS_1


"Ok!!kita akan bersaing dengan profesional.Ingat!!saya tidak akan pernah memberikan sedikit pun kesempatan untuk anda bisa mendekati Lita"Kecam Michael.


"Kita lihat saja nanti"Balas Damian penuh ambisi.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu"Michael bangkit,ia merapikan jasnya yang tak kusut.Damian pun ikut bangkit,keduanya berjabat tangan dengan genggaman yang kuat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena sering mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan hati,Lita melatih dirinya untuk bisa membela diri meskipun dalam keadaan buta.


Ia mempertajam pendengarannya dengan menggunakan bola basket yang diikat di atas plafon.Awal latihan,Pak Samsul membantu putrinya.Mendorong bola basket itu,dan Lita berusaha menghindar.Untuk permulaan beberapa kali kepala Lita terbentur bola,membuatnya tertawa lucu sendiri.


"Aduuuh nanti putriku bisa gegar otak nih"Pak Samsul menangkap bola tersebut yang baru saja mengenai kepala anaknya.Lita tersenyum sambil mengelus kepalanya.


"Namanya juga latihan Yah,jadi memang tidak akan mudah"Jawab Lita tanpa rasa putus asa.


"Apa kamu tidak ada niat untuk sembuh nak?Kenapa harus latihan yang menyiksa seperti ini?"


"Sembuh pasti mau lah Yah,tapi kita belum bisa menebak kapan Lita bisa sembuh.Daripada nunggu sembuh dan aku habis dibuli sama si kutu kupret itu,mending aku siap siaga dari sekarang"


"Siapa tuh si kutu kupret yang berani buli kamu?"


"Apa itu dia Yah?"Bisik Lita mendekati Ayahnya.


"Iya"Jawab Pak Samsul dengan setengah berbisik.


"Apa kutu kupret itu adalah aku?"Michael berjalan mendekat"Buat apa ini Om"Michael mengambil alih bola basket dari genggaman Pak Samsul.Ia mendorong bola tersebut dan dengan gerakan gesit Lita menghindar,bola terpantul berbalik arah,sekali lagi Lita menghindar.


Michael dibuat tercengang,bola itu ditangkapnya.Ia baru ingat kalau Danur pernah bercerita bahwa istrinya jago silat.Michael memberi kode agar Pak Samsul membiarkan ia berdua saja dengan Lita.Dengan ragu-ragu Pak Samsul patuh.Dalam hati seorang ayah,ia ingin putrinya bisa jatuh cinta lagi.


"Yah...Ayah"Seru Lita,ia merasakan kepergian Ayahnya.Michael mendekat,dengan sigap Lita memegang tongkatnya sebagai pertahanan.


"Wooow...apa untuk ini kamu berlatih?"Michael berdecak kagum.


"Kamu pikir?"Lita berbalik bertanya.Michael tersenyum,ia berjalan dengan hati-hati hendak menipu wanita itu.Namun Lita mempertajam pendengarannya,tongkatnya mengikuti arah gerak Michael.Michael jadi semakin kagum dengan wanita di depannya itu.


Ia menatap lekat wajah ayu nan manis,pantas Danur jatuh hati disaat wanita ini beraksi menolongnya.Karena saat inipun ia terkesima dibuat oleh aksinya.


Michael memegang erat ujung tongkat,lalu menariknya kuat sehingga tubuh Lita tertarik dan jatuh ke pelukan Michael.Pria gagah itu melingkarkan tangan kekarnya ke pinggul Lita.Lita membeliak disebabkan ia merasakan hembusan nafas Michael begitu dekat terasa.

__ADS_1


"Kau membuatku jatuh cinta berkali-kali"Desah Michael begitu lekat.Debaran dijantung wanita itu membuat dirinya mematung.Lita menelan Saliva karena ketegangan yang ia rasakan.


"Aaahhhh"Michael melepaskan rengkuhannya.Ia mundur beberapa langkah,mengontrol detak jantung yang berpacu cepat.Sambil berkacak pinggang pria itu menghela nafas panjang berkali-kali.


"Lama-lama aku bisa benar-benar khilaf"Ucapnya menyadarkan Lita bahwa laki-laki itu berupaya menjaga batasannya.


"Siapa suruh dekat dekat denganku"Sungut Lita menutupi kecanggungannya.


"Kita menikah saja yuk"Michael memasang wajah serius.


"Ogah!!"


"Aku serius nih"


"Aku nggak mau!!"


"Apa perlu aku paksa kamu seperti Danur memaksamu menikah?"


"Itu tidak akan pernah berhasil"


"Hemmmm lalu bagaimana caranya aku bisa memilikimu?"


"Jangan mimpi kamu"Ketus Lita tanpa sedikitpun memberikan secelah harapan.Michael mendekati wanita itu lagi.Ia menelisik dengan cermat wajah ayu tersebut.


"Kalau Damian yang meminta kamu menikah dengannya,apa kamu bersedia?"


Pertanyaan Michael menyekat hati Lita.Entah kenapa ada rasa ngilu dan perih disana?


"Jawablah!!"


"A-aku tidak suka dipaksa.Ini masalah hatiku"Jawab Lita agak gugup.


"Tapi aku butuh kepastianmu,jika kamu mempunyai rasa meskipun secuil untuk Damian?aku akan mundur.Tapi jika tidak??aku akan berjuang untuk mendapatkanmu"


"Aku hanya menganggapnya sebagai sahabat"Jawaban Lita membuat Michael tersenyum.Dalam hatinya ia bersorak senang.


"Kalau begitu aku masih punya harapan"


Lita diam tak menjawab,rasa ngilu dihatinya merebak menjadi suka yang tak bermakna.Lita memalingkan wajahnya,menutupi sekelumit senyum tipis yang tidak ingin pria didekatnya mengetahui.Tapi sayang,tanpa Lita sadari ia berpaling tepat berhadapan dengan Michael.Pria itu tersenyum tipis,ia sudah bisa menafsirkan senyum apa itu.

__ADS_1


__ADS_2