Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 74 KEPEDIHAN SILIH BERGANTI


__ADS_3

Tring tring tring tring


Ibu Fatin mengambilkan ponsel putrinya yang tergeletak di atas nakas.Ia pun menyerahkan ponsel tersebut kepada si empunya.


Lita menerima talian dengan sebelah tangannya yang menggendong Dede.


"Hallo"


"Ini benar dengan Ibu Lita"Sapa dari seberang.


"Iya saya sendiri"


"Kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan bahwa Tuan Danur Wenda telah meninggal dunia disebarkan kehilangan banyak darah Bu"


"Apa???!!"


Ponsel ditangan Lita tak terasa terlepas dan bayi Dede pun hampir saja lepas dari pelukan Ibunya.Untung Bu Fatin sigap menangkap Cucunya.Dan Pak Samsul sigap menangkap tubuh anaknya yang melorot ke lantai.


Situasi jadi panik,Bu Fatin mengambil ponsel yang terjatuh ke lantai.Telfon masih tersambung.


"Hallo...Iya ada apa?Apa yang terjadi dengan menantu saya?Hah???"ekspresi Bu Fatin tidak jauh berbeda,ia terduduk lemas dibibir kasur.


"Ada apa?Ada apa?"Pak Samsul sangat panik melihat dua wanitanya sangat shock.


"Danur Mas...menantu kita,,,dia dia-dia meninggal"Bu Fatin tergugu menangis sambil memeluk cucunya.


"Apa???"


"Ayaaaahhhh"Lita memeluk Ayahnya dengan tubuh bergetar.Pak Samsul termangu,ia diam sambil mengelus punggung putrinya.Akal pikirannya langsung ngeblank tidak tahu harus berbuat apa.


___


Setelah semua sedikit tenang,Ketiganya segera menuju ke Rumah Sakit untuk pengurusan jenazah Danur Wenda.Sedangkan bayi Dede sementara diurus oleh Retno.


Meskipun Lita sudah tidak menangis lagi,namun tatapan matanya kosong.Ia diam terpaku bak patung berjalan.


Disaat melihat jenazah suaminya pun ia hanya diam.Polisi yang tengah mengusut kasus ini tidak bisa menginterogasi dirinya.Hanya Pak Samsul yang bisa menjelaskan apa yang ia ketahui kepada polisi.

__ADS_1


Menurut hasil penyelidikan polisi,ini memang kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh orang profesional.Karena pelaku membunuh korban dengan hanya sekali tikaman.


Lita diam tak bereaksi apa-apa meskipun ia mendengar semua penjelasan dari pihak yang berwajib.Sesekali air matanya mengalir di pipinya.


Bu Fatin merangkul pundak putrinya,berusaha memberikan kekuatan meskipun dirinya sendiri tak berhenti menangis.Yang ia bayangkan adalah nasib cucunya.Belum lagi si kecil mendapatkan kasih sayang yang sempurna dari Ayahnya,sekarang sudah ditinggal pergi.


...****************...


Angelina begitu bahagia mendengar kabar kematian Danur Wenda.Ia tertawa seperti kesetanan.


"Danuurrrr Wendaaa....hahahahaha..kasian sekali kamu.Seandainya kamu menerimaku sebagai istrimu,tentu nasibmu takkan setragis ini hemmm??hahahahahaha"


"Lita Anggraini,,,,silahkan rayakan Kematian suamimu sayang....Tapi jangan senang dulu,aku akan terus memantau dirimu sampai kamu benar-tidaknya terpuruk kedasar lubang kepedihan.Kamu tidak berhak bahagia Lita hahahahahaha"


Suara tawanya membahana memenuhi ruang kamarnya yang lumayan besar.Ia berputar-putar dengan tangan terlentang.


___


Suasana di pagi ini berbeda dari hari biasanya,Di rumah besar milik Danur Wenda begitu ramai oleh pelayat.Mereka semua rata-rata dari kalangan bisnis yang berkolaborasi dengan Danur Wenda.


Ayah tiri Danur pun tak ketinggalan,namun ia datang bukan untuk bersedih hati.Tapi lebih kepada hak-hak kekayaan yang ia inginkan.Namun kuasa hukum Almarhum Danur Wenda yang hadir di acara pemakaman tersebut menjelaskan bahwa ahli waris Danur Wenda adalah putri tunggalnya yaitu Putri Diana yang masih bayi.


"Kita tunggu dari keputusan istri almarhum,karena hanya dia yang berkuasa untuk memutuskan siapa yang akan mengurus perusahaan"


"Tapi pak..."


"Maaf Pak saya tidak bisa menjelaskan secara terperinci,karena ini masih dalam suasana berkabung"Potong Kuasa hukum Danur Wenda dengan cepat.Lalu ia berpindah ke tempat lain karena enggan membahas yang tidak seharusnya.


Pak Daniel menghela nafas kesal.Sejak berangkat dari kediamannya,ia sudah semangat sekali karena sangat yakin pasti dia yang akan ditunjuk oleh sang pengacara untuk memegang kendali perusahaan walaupun hanya sementara.Tapi ternyata tidak seperti yang ia pikirkan.Dia harus menunggu keputusan dari istri Danur untuk wewenang perusahaan.


__


Dalam waktu yang sama namun berbeda ruangan,Lita memeluk putrinya yang tengah pulas dengan deraian air mata.Ia menangis tanpa henti sejak ia sampai dari Rumah Sakit dan bertemu dengan Dede.


Hatinya tidak kuat untuk menerima kenyataan,belum lagi ia mengecapi bahagia kini suaminya telah pergi selama-lamanya.Bayangan pertemuan terakhirnya membuat ia semakin parau.Ia menjerit dalam isakan.Hatinya sakit lebih sakit dari tuduhan suaminya dulu.Rasa sesal menggeluti pikirannya.Ia menyesal belum sempat membahagiakan Suaminya,ia menyesal belum sempat pergi Honey moon bersama suaminya,ia menyesal belum sempat menciptakan kisah indah diantara dia,Dede,dan suaminya.


Berkali-kali ia menciumi wajah Dede dengan tangis yang memilukan.Dipeluknya erat-erat tubuh mungil itu.

__ADS_1


Bu Fatin menatap sedih melihat putrinya itu,niatnya untuk memberi tahu jika proses pemakaman akan segera dilaksanakan ia urungkan.Toh jenazah Danur akan dikebumikan di samping rumahnya.Karena itu keputusan Lita saat diperjalanan pulang dari Rumah Sakit.Agar mempermudah dirinya untuk mengunjungi makam suaminya.


___


Usai acara pemakaman,satu persatu pelayat pergi meninggalkan rumah duka itu.Namun Lita masih berdiam diri di kamarnya dengan putrinya.Disaat mengurus bayi De,Lita tetap saja menangis.Dikarenakan bayangan almarhum disaat bersamanya terus saja bermain dalam pikirannya.


Ia memandikan De, menyusui, menidurkannya.Tetap saja disertai deraian air mata.Sampai kelopak matanya membengkak karena terlalu banyak menangis.


Rayuan Ayahnya,Mamanya,Retno,Mbok Fatma,Tak dihiraukannya.Ia tetap menangis dalam keadaan apapun.Dalam lenanya pun Lita masih sesenggukan.


Pak Samsul hanya bisa menghindar sambil sesekali mengusap air matanya,Hati Ayah mana yang tega melihat keadaan putri semata wayangnya seperti itu.Apalagi Lita tetap saja melakukan kewajibannya sebagai seorang ibu meskipun tangisnya tak terhentikan.


...----------------...


Suara Kokok ayam jantan menggema menyambut pagi.Lita menggeliat,perlahan ia membuka matanya.Ia mengerjap beberapa kali.


"Maaaaaaa....Ayaaaaaahhhh..Kok gelap??Apa ada pemadaman listrik??"hening tak ada jawaban.


"Maaaaaaa!!"


"Iya iya"Bu Fatin tergopoh-gopoh datang membuka pintu diikuti oleh suaminya.


"Ada apa??"Bu Fatin mendekat,ia pikir cucunya kenapa-napa.Tapi Dede terlihat pulas.


"Kok gelap??Apa ada pemadaman listrik???"


Pertanyaan Lita membuat Bu Fatin dan Pak Samsul saling berpandangan satu sama lain.


"Ngg.. Nggak ada pemadaman kok.Listrik juga menyala terang"Bu Fatin menjelaskan.


"Tapi ke-kenapa Lita nggak bisa liat apa-apa,,gelap Ma gelap"Lita mulai panik.Kedua tangannya meraba mencari putrinya.


"Dede mana Dede mana"


Bu Fatin mengambil Dede dan diletakkan dalam pangkuan Ibunya.Lita menciumi putrinya sambil menangis.


"Aku--aku tidak bisa melihat Dede Ma,,Aku-aku sudah tidak bisa melihat suamiku,sekarang aku juga tidak bisa melihat putriku.Kenapa Ma kenapa????"Lita meraung memecah keheningan pagi.

__ADS_1


Orang tuanya hanya bisa menangis meratapi nasib tragis putri mereka.Pak Samsul memeluk erat pundak putrinya.Hilang sudah kejantanannya karena kepedihan silih berganti menimpa putri tersayangnya.Ia sebagai Ayah merasa lemah karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengangkat kesedihan putrinya.Kalau saja bisa ditukar,biar saja ia yang mati terbunuh.Jangan menantunya.Tapi semua itu diluar kuasanya.


__ADS_2