Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 79 Ketampanan Michael


__ADS_3

Michael sudah rapi dengan memakai t-shirt kelabu dipadu dengan joger hitam.Ia mencari janda sepupunya di kamarnya,namun sosok cantik itu tak dijumpai.


"Pergi kemana dia?"Michael bertanya kepada dirinya sendiri,ia melangkah pergi mencari.Kebetulan melewati dapur,ia melihat Mbok Fatma tengah sibuk memasak.


"Heemmmm wanginya,masak apa wanita cantik?"Michael menghampiri lalu mengambil sepotong cumi yang sudah ditongseng dan mencicipinya"Hemmmmm yooommmiii wanita cantikku memang the best of the best kalau dalam hal memasak"


"Iyalah,,, saya sudah tahu apa masakan kesukaan Tuan"Jawab Mbok Fatma yang senantiasa tersenyum.


"Eh Mbok,istri Danur kemana?"


"Mungkin di kamar Nona kecil"


"Ohya"Michael menepuk jidatnya"Aku lupa kalau aku punya keponakan,Mbok istri Danur cantik juga ya"


"Iya dong,,,Tuan Danur mana mau kalau tidak cantik"Balas Mbok Fatma.


"Kalau aku nikahin dia nggak apa-apa kan Mbok?"Seloroh Michael sambil nyengir.


"Apa Tuan Michael yang tampan dan gagah ini sudah tidak laku?"Goda Mbok Fatma.


"Bukan nggak laku Mbok,hanya saja aku tertarik dengan cerita Danur dulu.Bagaimana dia? keunikannya hingga membuat Danur bucin parah sama dia"


"Memang sih,Non Lita itu perempuan yang menarik.Tapi masak iya toh,bahasa kasarnya udah sisa.Apalagi sisa sepupu sendiri mau di embat"


"Nggak apa-apa,toh sekarang banyak kok yang katanya masih segel ternyata udah second"


Mbok Fatma tertawa lepas"Tuan ini ada-ada saja "


"Tapi Mbok nggak keberatan kan?"


"Yah tergantung sama kalian masing-masing Tuan"


"Ok!!Aku cari dia dulu"Michael mencium pipi Mbok Fatma,pembantu kesayangan Danur Wenda.


Belum lagi sampai di depan pintu kamar Diana,Michael berpapasan dengan Bu Fatin yang keheranan melihatnya.


"Kamu siapa?maling ya??"Ucap Bu Fatin spontan.


"Bu-bukan..Saya Michael sepupunya Danur Wenda yang dari Jerman"Jelas Michael gugup.Bu Fatin tidak lantas percaya,ia mendekte Michael dari ujung rambut sampai ujung kaki mengitari tubuh Michael.


"Kok aku nggak tahu?Kapan datang?jangan-jangan kamu bo-ong ya"


"Bener Tante,Beberapa jam yang lalu saya datang.Istri Danur tahu"


"Litaaaaa!!!Litaaaaaa..Ada cowok tampan ngaku sepupunya menantu.Benar tidak??"Seru Bu Fatin menyaring kan suaranya .


"Ada apa sih Ma?Kok jerit-jerit,cucu kita lagi bobok tu"Pak Samsul muncul.


"Lita mana Mas?"


"Dia ketiduran nemenin Dede"


"Nih ada orang ngaku sepupunya menantu,aku takut dia maling Mas"

__ADS_1


"Masak seganteng ini dibilang maling sih Tante"Jawab Michael.


"Yah siapa tahu?"


"Nyonya besan,Dia benar sepupu dari Tuan Muda"Mbok Fatma sengaja datang menghampiri untuk menjelaskan.


"Ohhhh begitu"Bu Fatin langsung cengengesan"Maaf ya Nak Mas,Aku nggak tahu"Bu Fatin memegang lengan kekar milik Michael dengan centilnya.


"Loh loh loh kok jadi ganjen gini"Tegur Pak Samsul.


"Cuma megang aja dikit Mas,heheheheh"Jawab Bu Fatin dengan senyuman mengembang malu-malu.


"Sudah sana,katanya mau nyuci DOT susu"Titah Pak Samsul.


"Iya iya..Nggak bisa liat orang seneng aja"Sungut Bu Fatin sambil sesekali tersenyum menggoda ke arah Michael.Ia pun pergi menuju ke dapur.


"Maaf ya nak atas perlakuan istri saya"


"Nggak apa-apa Om,saya ngerti.Jadi Om dan Tante adalah orang tua dari Lita"Sapa Michael.


"Iya benar Nak"


Michael meng- angguk anggukkan kepalanya.


"Lita kemana ya Om?"


"Dia tidur nemenin Anaknya"


"Ohh gitu,ya sudah kalau begitu saya masuk dulu ya Om"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malamnya sepulang kerja,Retno heran melihat ada cowok ganteng nongkrong di teras rumah sambil main gitar.Ia berjalan perlahan sambil mengamati cowok itu.


Menyadari kehadiran seseorang,Michael menghentikan petikan gitarnya.


"Kamu siapa?"Tanyanya kepada Retno.


"Aku???"Retno menunjuk wajahnya sendiri.


"Iya kamu"


"Seharusnya aku yang nanyak,kamu siapa?Pengamen??"Seloroh Retno sekenanya.


"Pengamen??? cowok se handsome aku kamu bilang pengamen?"


"Terus kamu Siapa?penghuni rumah ini juga bukan?"Retno mengernyitkan keningnya.


"Dia sepupunya Danur Ret"Lita muncul dengan memapah diri menggunakan tongkat.Retno terlihat terpana menyaksikan Michael yang cepat tanggap membantu Lita duduk di kursi.


"Kamu sudah makan belum Ret??"Pertanyaan Lita membuyarkan pikiran Retno.


"Be-belum..."

__ADS_1


"Ya sudah cepet makan gih,udah disiapin sama Si Mbok"


"Oh ok"Retno masih ragu-ragu mau masuk ke dalam,ia sibuk memperhatikan Michael yang asyik dengan gitarnya.Diam-diam ia mengagumi ketampanan perawakan laki-laki tersebut.


"Mic..."Panggil Lita,yang dipanggil mendongak"Apa rencana kamu selanjutnya?"


"Emmmmmm aku akan menetap disini sementara,untuk mengawasi kapasitas kerja temanmu itu.Jika dia memang bisa diandalkan,aku akan balik ke Jerman"


Lita mengangguk mengerti.


"Kenapa???kamu mau ikut aku ke Jerman?"


"Mau ngapain??"


"Siapa tahu berminat menikah dengan ku?"


Lita tersenyum geli.Ia tidak sadar bahwa Michael memperhatikannya dengan lekat.


"Kamu belum menikah?"


"Belum,pacaran sudah pernah...tapi putus di tengah jalan"


"Emangnya usiamu berapa?"


"Satu tahun lebih muda dari Danur,mangkanya aku sama dia dekat banget kayak saudara kandung.Karena jarak umur kami tidak jauh"


Lita manggut-manggut.


"Kamu tidak ada rencana menikah lagi?"


"Kamu apa-apaan sih Mic??Pertanyaannya itu itu mulu"


"Yah siapa tahu?kan aku bisa mencalonkan diri"


"Nggak lucu"Lita memukulkan tongkatnya tapi tak mengenai apa-apa.Michael meraih ujung tongkat itu dan memukulkannya sendiri ke kepalanya.


"Kamu??apa yang kamu lakukan Mic?"


Michael hanya tersenyum tanpa terlihat oleh Lita.Ia memang mengagumi wanita milik almarhum Danur ini.Meskipun ini pertama kalinya mereka bertemu.Namun Danur selalu menceritakan tentang Istrinya setiap kali ada kesempatan kepada Michael.Sehingga membuat Michael penasaran,seperti apakah wanita yang selalu dielu-elukan oleh sepupunya tersebut.


___


Dilain tempat,Andin terpaksa resign karena Damian benar-benar sudah membulatkan tekadnya untuk membantu Lita.Ini semua terjawab dengan adanya Arka yang menggantikan posisi Abangnya di cafe.


"Untuk apalagi aku capek-capek kerja disini kalau tidak ada Damian"Begitulah pikirannya.Ia pun meminta Deni,supir pribadi Keluarganya untuk menjemputnya.


Dan malam itu juga Andin kembali pulang ke istananya.


Arka memberi tahu Kakaknya tentang hal itu,Damian yang mendengar kabar itu sudah tidak kaget lagi.Karena sememangnya Andin kerja hanya karena terobsesi akan dirinya.


Damian mematikan sambungan teleponnya,ia menatap pemandangan dari balkon kamarnya.******* nafasnya terdengar panjang.


Ia bertekad untuk mengakhiri hubungan hubungannya dengan Andin,karena jika tidak.Hal ini akan menjadi batu sandungan disaat ia akan mendekati Lita kembali.

__ADS_1


Yah!!!Memang tak diragukan lagi,Damian ingin memiliki wanita janda itu.Ia tidak perlu khawatir sekarang,karena Lita sudah tidak bersuami lagi.


__ADS_2