
"Enak saja bilang aku mandul"Lita membanting pintu dibelakang tubuhnya.Membuat Danur yang baru saja terlelap terbangun dari tidurnya.
"Sayang bisa nggak pelan-pelan tutup pintunya"Danur menegur dengan lembut.
"Aku kesal sama s*ndel b*nting itu..enak aja bilang kalau aku mandul, bangga banget hamil padahal belum tahu ayah anaknya siapa?"Tanpa segan Lita nyerocos panjang lebar.
"Maksudmu siapa sayang ??"
"Iya siapa lagi kalau bukan mantan g*njenmu itu"
"Alexia ??"
Lita menghela nafas kesal dengan kurang tanggapnya Danur terhadap ucapannya.Danur tersenyum melihat wajah istrinya yang manyun.
"Sudahlah sayang tidak usah dilayani,anggap saja anjing menggonggong "Danur berusaha menenangkan istrinya.
"Aku tidak bisa membiarkan dia seenaknya menghinaku, Pokoknya kita harus cepat punya anak"
"Ayok kita buat sekarang "Dengan semangat Danur bangun.
"Buat apa?"
"Ya buat anaklah"Jawab Danur enteng.Sebuah bantal terbang dan mendarat dengan sempurna di wajah Danur Wenda.
"Cepat tidur"Lita naik ke atas tilam lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.Danur terpinga-pinga.
"Katanya mau cepat buat anak??"
__Alexia datang terlambat untuk sarapan, Danur serta istrinya sudah selesai menyantap makanannya."Kok nggak ada yang bangunin aku sih?? sengaja ya biar aku nggak makan"
__ADS_1
"Ngapain repot-repot dibangunin, kalau laper nyelonong sendiri ke dapur"Lita menjawab dengan ketus.
Alexia mendengus marah,Ia membuka piring dengan wajah masam.
"Sayang ayok kita berangkat"Ajak Danur kepada istrinya.Lita tersenyum tipis,ia bangkit lalu menggandeng tangan suaminya dengan mesra.
"Danur"Alexia menghentikan langkah Danur Wenda"Kamu lupa pamit sama aku ??"Dengan tanpa segan Alexia mengutarakan perasaannya yang merasa tak dianggap ada.
"Aku berangkat kerja dulu Lex"Danur Wenda langsung pergi setelah mengucapkan kalimat itu sembari menggandeng lengan istrinya.Lita tersenyum mengejek ke arah Alexia.
Alexia meremas pisau dan garpu yang digenggamnya.Hatinya begitu sakit mendapat perlakuan seperti itu dari orang yang ia cintai.
"Sayang aku tidak mau ikut ke kantor ya..aku mau berkunjung ke rumah orang tuaku.Lama sekali aku tidak berkunjung"Pinta Lita kepada suaminya.
"Baiklah sayang, sekalian bawa jatah belanja untuk mereka ya"
"Ini memang yang aku janjikan kepada mereka sayang, karena telah memberikan putri tunggalnya kepada ku"
"Tapi...."
"Tidak ada tapi-tapian..ikuti saja perintahku"Danur memotong cepat kalimat istrinya.Lita tidak membantah lagi meskipun hatinya dongkol.Karena ia merasa telah diperjualbelikan.
Danur mengantar istrinya sampai didepan rumah yang ia berikan dengan selamat.Setelah cipika-cipiki ia pun melanjutkan perjalanan ke arah kantor.Lita memandangi kepergian sang suami sampai tak terlihat oleh pandangan mata.
"Eh mana suamimu"Bu Fatin keluar dari dalam rumah dengan terburu-buru karena ia mendengar deru suara mobil.
"Sudah berangkat kerja, nanti dia akan mampir sepulangnya dari kantor Ma"Lita menjelaskan,lalu ia menyodorkan amplop yang suaminya titipkan tadi."Nih.. hasil Mama jual anak"Dengan kesal Lita melangkah masuk ke dalam.
Bu Fatin menerima dengan sumringah,Ia menimang-nimang amplop itu dengan riang gembira."Mama Nggak jual kamu,tapi suamimu sendiri yang menjanjikan"
__ADS_1
"Tidak beda jauhlah 11-12"Lita menyalami sang Ayah yang tengah duduk santai di ruang tamu ditemani secangkir kopi.
"Tapi berkat jatah dari menantu, Ayahmu tidak lagi kerja jadi tukang gojek.Kami jadi benar-benar menikmati hari tua kami, Bukankah itu impianmu "Bu Fatin menambahkan sambil duduk disamping suaminya.
"Baguslah "Lita menanggapi dengan singkat.
"Sekarang kita tinggal menunggu kehadiran cucu-cucu kita ya Yah"Pak Samsul tersenyum tipis.Mendengar ucapan Mamanya Lita langsung bermasam muka.
"Kenapa kok cemberut gitu?"Pak Samsul penasaran dengan keadaan putrinya.
"Lita lagi menghadapi masalah besar Ayah, Mantan pacar suamiku datang dan mengaku hamil anaknya suamiku"
"Apa??!"Bu Fatin yang awalnya bersandar manja kepada suaminya jadi duduk tegak karena kaget."Terus apa kata menantu ??"
"Dia sih antara percaya dan tidak, karena dia mengaku sudah lama tidak begituan sama perempuan itu.Tapi untuk menjaga sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, terpaksa wanita itu tinggal bersama kami"
"Seatap??"Bu Fatin kurang yakin,Lita mengiyakan."Kamu kok bodoh banget sih ?? kenapa diijinin"
"Dia minta dinikahin Ma, tidak ada jalan lain.Nanti kalau dia berkoar-koar sama reporter bisa bahaya untuk dunia bisnisnya suamiku"
"Tapi itu seperti memelihara ular berbisa didalam rumah Lit.. kalian bisa tergigit "
"Masalahnya sekarang aku belum hamil hamil Ma...dia bilang katanya aku mandul,dia sendiri cuma beberapa kali bisa hamil.Masak aku yang tiap malam dan pagi nggak hamil-hamil "Dengan entengnya Lita mencurahkan semua isi hatinya kepada orang tuanya.
Pak Samsul dan Bu Fatin saling beradu pandang."Terus sekarang apa rencanamu ??"Bu Fatin ingin tahu.
"Antarkan aku ke dokter Ma buat cek kesuburan.Aku takut kalau ngajak Danur,dia malah yakin kalau aku mandul"
"Baiklah mama siap-siap dulu "Bu Fatin dengan cepat masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1