
Danur mengemudikan mobilnya membelah jalan yang sudah lenggang karena hari sudah larut malam.Lita terlihat diam tak bergeming menatap jalanan yang sunyi.Hatinya masih diliputi amarah oleh hinaan wanita tadi.
"Apakah laki-laki itu yang menjadi alasan kamu menggugat cerai?"Danur melontarkan pertanyaan yang membuat Lita menoleh seketika.
"Maksudmu kamu mengiyakan apa yang dituduhkan wanita itu kepadaku?"Amarahnya makin tersulut.
"Bukan mengiyakan,tapi..."
"Cukup!!!"Lita memotong kalimat Danur.Ia tidak mau mendengar alasan apapun yang akan semakin menyakiti hatinya.
"Kamu ternyata tetap saja seperti dulu,seenaknya menuduhku tanpa mencari tahu kebenarannya"Lita bersedekap dengan tatapan lurus ke depan.Dadanya naik turun seperti menahan amarah yang membludak.
"Maaf"Danur hanya mampu meminta maaf agar istrinya tidak semakin marah padanya.
"Kau pikir kata maaf mampu menyelesaikan semua masalah?Hem"Bibir Lita terangkat sebelah.
"Sampai kapan pun aku tidak akan memaafkanmu"Sambungnya.
"Jadi maksudmu,kamu akan tetap inginkan perceraian?"
"Aku tidak pernah berniat membatalkannya"Lita sedikit pun tak menatap lawan bicaranya.
"Kamu tidak kasian kepada putri kita?Dia butuh seorang Ayah Lita"Danur mulai emosi meskipun berusaha sebisa mungkin ia tahan.
Lita menoleh dengan tatapan yang siap menerkam siapa saja"Kamu pikir aku perduli??Hem...Tidak Danur Wenda,aku akan menciptakan sendiri kebahagiaan untuk anakku meskipun tanpa dirimu"
"Kamu jangan egois Lita?"
"Lalu??apa aku harus kembali kepadamu dan akan tersakiti oleh hal yang sama berulang kali??"
"Aku janji tidak akan mengulanginya lagi"Danur dengan yakin mengkuotakan janji.Namun tanggapan Lita sangat ketus.
"Baru saja kamu sudah menyakitiku dengan hal yang tidak jauh berbeda Danur"
"Itu..itu hanya salah paham,bukan itu maksudku?"
"Lalu apa maksudmu??Kamu pikir karena aku jatuh cinta kepada Damian dan ingin bersamanya lalu menggugat cerai dirimu?begitu?Atau ada bahasa lain selain selingkuh?"
Danur terdiam,ia seperti terpojok oleh pertanyaannya sendiri.Untuk kesekian kalinya ia meragukan kesetiaan sang istri sehingga melukai perasaannya lagi.
Mobil Danur berhenti tepat didepan Rumah besar bercat Biru.Lita langsung saja keluar dari mobil suaminya tanpa kata.
__ADS_1
"Litaaa"Danur segera turun dan mencegat langkah istrinya.Lita menatap tajam suaminya dengan mimik wajah yang membuat nyali Danur menciut.
"Aku...aku minta maaf,tolong jangan pernah tinggalkan aku lagi.Aku janji akan berusaha mengubah sifatku yang kurang baik terhadapmu.Tolong berikan aku kesempatan"Danur menghiba atas perasaannya terhadap istrinya.
Lita mendorong tubuh Danur sehingga terjejer beberapa langkah ke belakang,ia berlalu begitu saja tanpa memperdulikan Danur yang memanggil namanya.Hatinya begitu sakit sehingga ia tidak pernah berpikir untuk memaafkan suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di pagi hari yang masih menggelap,terdengar di ujung rungu suara ketukan pintu yang cepat dan kencang.Membuat Lita dan Retno yang masih terlena seperti dipaksa untuk bangun.
"Siapa sih gedor-gedor pintu sepagi ini?"Tanya Retno sambil menggosok matanya.
"Tolong kamu bukain yah,aku mau nenangin Dede dulu"Pinta Lita sambil mengambil Dede yang menggeliat dan ingin menangis.Retno mengangguk,ia turun dari atas tempat tidur lalu keluar untuk membuka pintu.
"Maaf dengan saudari Lita?"Tanya seorang polisi mewakili temannya yang lain bertanya kepada Retno.
Retno terkesiap melihat tiga orang polisi berada didepan kosannya dan bertanya tentang Lita.
"Nona,apa anda saudari Lita Anggraini?"Polisi itu bertanya lagi karena tidak ada tanggapan dari wanita yang terlihat shock sekali.
"Bu-bukan"Jawab Retno gugup.
"Siapa Ret?"Lita muncul dari balik punggung Retno.Retno hanya menuding ke arah para polisi itu.
"Iya saya sendiri"Jawab Lita tanpa curiga.
"Anda dimohon untuk ikut kami ke kantor atas laporan kekerasan kepada saudari Andin Tri Wijaya semalam tadi"Polisi itu menjelaskan kedatangannya tanpa basa-basi.
"Hah??"Lita terperangah tak percaya.
"Benarkah Lit?"Tanya Retno inginkan kepastian.Lita mengangkat kedua bahunya.
"Mari Nona ikut kami segera"Polisi itu meminta dengan sopan kepada wanita yang tengah menggendong bayi tersebut.
"Tapi pak saya..."
"Jika ada penjelasan apapun bisa nanti anda jelaskan di kantor kami"Polisi itu memotong cepat sanggahan Lita.
"Lit gimana ini?"Retno mulai panik.
"Tolong gendong Dede yah,dan telepon cepat Danur"Lita berpikir cepat untuk mengatasi semua keadaan yang mendesak untuknya.Retno mengangguk,ia mengambil alih Diana dari gendongan Ibunya.
__ADS_1
Setelah bayi itu berpindah tangan,polisi tersebut segera meringkus Lita dan digiringnya keluar.
"Lit..."Retno memanggil sahabatnya yang digiring oleh polisi pergi.Lita masih sempat tersenyum kepada Retno sebagai jawaban bahwa ia baik-baik saja.
Bayi Diana menangis sekencang-kencangnya,mungkin karena ikatan batin antara ibu dan anak,jadi dia bisa merasakan kepedihan Ibunya.Lita yang mendengar tangisan putrinya yang begitu keras membuatnya menitikkan air mata.
"Sabar ya nak...Mama akan segera pulang"Rintih Lita dalam hatinya.
***
Andin tersenyum penuh kemenangan,ia membuang tubuhnya ke atas kasur yang empuk hingga tubuhnya yang ramping terpegas ke atas dan ke bawah.
"Kamu berani macam-macam sama aku,maka kamu akan merasakan dinginnya tidur di dalam penjara"Ucapnya disertai senyuman sinis.
"Aku tidak akan mudah mengalah dengan sesuatu yang ingin aku miliki,Damian adalah milikku.Enak saja mau deketin dia,padahal hanya perempuan bersuami yang terbuang hahahaha"Andin tertawa licik.
Sedangkan di lain tempat,Danur begitu shock bangun tidur langsung mendapat telfon dari Retno yang mengabarkan kejadian buruk telah menimpa kepada istrinya.
"Baiklah aku akan segera menyusul Lita ke Kantor Polisi,kamu tolong jaga Dede dulu,tidak usah masuk kerja.Nanti biar aku yang mengabari atasanmu"
"Baik Pak"Jawab Retno dari seberang.Danur memutuskan talian.Ia bergegas secepat ia bisa untuk bersiap-siap untuk pergi ke kantor polisi.Tidak lupa ia menelfon kuasa hukumnya untuk mempermulus usahanya membebaskan istrinya.
___
"Lita..."Danur langsung menyebut nama istrinya begitu melihat wanita yang sangat ia cintai sedang diinterogasi oleh polisi.Ia mempercepat langkahnya diikuti oleh kuasa hukumnya.
Lita merasa lega melihat kedatangan Danur Wenda,setidaknya ada yang menemaninya disaat genting seperti ini.
"Anda siapa?"Tanya polisi yang bertugas meminta keterangan Lita.
"Dia suaminya dan saya adalah kuasa hukum yang ditugaskan untuk mendampingi tersangka"Pak Waluyo menjabat tangan polisi tersebut.Polisi itu mengangguk mengerti.
"Saya akan mengikat jamin Bu Lita sebelum semua bukti terkumpul dengan jelas bahwa Bu Lita benar-benar melakukan tindakan pidana "Pak Waluyo lagi-lagi membuat polisi itu manggut-manggut.
"Saya tidak bersalah dia yang duluan menampar saya,di cafe itu ada CCTVnya kok"Lita tetap mengatakan hal yang sama sejak tadi.
"Baiklah,saya akan menindak lanjuti kasus ini.Saya akan mencari bukti-bukti yang akurat ditempat kejadian,Dan karena anda sudah di ikat jamin,Maka selama penyelidikan ini belum menemukan bukti yang akurat untuk memenjarakan anda.Maka anda diperkenankan untuk pulang"Ucapan Polisi itu langsung menciptakan senyuman lebar dibibir Lita.Begitu pun Danur.
"Terimakasih Pak,saya akan membawa istri saya secepatnya pulang.Karena anak kami sudah menangis dari tadi.Pak tolong uruskan ya"Danur menepuk pundak Pak Waluyo.Kuasa hukumnya mengangguk dengan senang hati.
Danur merangkul bahu istrinya lalu dibawanya keluar dari kantor polisi.
__ADS_1
"Terimakasih"Bisik Lita.Danur menanggapi dengan senyuman yang menggoda.