
Damian menghampiri Lita yang sedang memomong bayi De,ia menyodorkan es krim yang disambut dengan antusias oleh Lita.Otomatis Danur sangat tidak suka melihatnya.
"Kok kamu nggak bilang kalau mau es krim sayang,kan aku bisa beliin"protes Danur.
"Aku nggak minta tapi Mas Damian belikan ya aku makan,mubazir kan"Lita memberikan alasan"Seharusnya kan nggak perlu minta ya,kalau seorang perhatian dia akan langsung membelinya"Sambung Lita seolah-olah sedang berbicara dengan Damian.Damian tersenyum sumringah,ia seperti sedang mendapatkan pujian.
Merasa tersinggung,Danur langsung pergi ke orang yang sedang menjual es krim.Ia memborong semua es krim yang ada dan meminta untuk memberikannya kepada istrinya.
Lita terpana melihat orang yang jual es krim itu meletakkan gerobak es krimnya tepat di hadapannya.
"Nona,anda dipersilakan untuk menghabiskan semua es krim ini"
"Hah"Lita menganga seperti tidak bisa mengatupkan bibirnya.Ia menatap Danur yang cengar-cengir disamping penjual es krim itu.
"Kau gila ya?kau mau buat aku mati kekenyangan makan eskrim?ini cuma satu aja aku udah eneg"Lita melengos pergi,diikuti oleh Damian yang membantunya mendorong stroller bayi.
"Sayang,oy sayang...kok malah pergi sih? es krimnya gimana?"
"Makan aja sendiri"Jawab Lita dengan ketus tanpa menoleh.
"Aduuuh"Danur menggaruk kepalanya yang tidak gatal"Perempuan kok ribet banget sih"Ia pun melangkah menyusul istrinya.
"Pak gimana eskrimnya?"Si penjual es krim berseru memanggil Danur.
"Bagi-bagikan saja Pak"Jawab Danur menoleh sesaat lalu berlari kecil mengejar Lita.
Lagi-lagi Danur menyelipkan diri diantara Lita dan Damian.Ia tidak rela istrinya dekat dengan laki-laki yang tidak tahu malu itu.Begitulah penilaian Danur.
Lita merasa sudah cukup jalan-jalan hari ini,rasanya ia tidak ingin berlama-lama bersama dengan Suami yang sebentar lagi akan menjadi mantan baginya.
Baru saja ia menyebrang jalan untuk menuju ke kosannya,sebuah mobil berwarna merah metalik berhenti tepat dihadapannya.Lita keheranan begitu juga Damian,tapi tidak dengan Danur.Ia tahu siapa pemilik mobil itu.
Angelina keluar dari dalam mobil menghampiri ketiganya."Hay"Sapa Angelina.ia mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Lita"Aku Angelina,teman Danur Wenda"
Meskipun ragu tapi Lita tidak mampu mengabaikan,ia menerima uluran tangan Angelina.
"Kamu Lita kan istri Danur?"
__ADS_1
Belum sempat Lita menyebutkan nama,Angelina sudah mendahului.Lita hanya bisa tersenyum tipis.
"Danur,kenapa kamu tidak masuk kerja?kamu lupa hari ini kita ada miting dengan klien?"Setelah melepas genggaman tangannya,Angelina langsung memprotes Danur.
"Aku sudah membatalkannya"Jawab Danur
"Tidak bisa begitu dong,ini bisnis aku,bisnis kita.Tidak bisa kamu membatalkannya secara sepihak."
"Kalau begitu aku keluar dari bisnismu"
Angelina terhenyak kaget mendengar keputusan Danur yang diluar nalarnya.
Merasa tidak berhak ikut campur,Lita mengangguk ke arah Damian,Damian tersenyum mendapat kode dari wanitanya.Keduanya berjalan mendahului tanpa berkata apapun.
Danur pun secara naluriah juga melangkah menyusul,Namun tak disangka Angelina menarik tangannya sehingga langkahnya tertahan.
"Ada apa lagi?"Danur mulai kesal dengan sikap Angelina.
"Aku tidak bisa terima keputusanmu"
"Kamu kenapa jadi begini Danur?Apa salahku?"
"Kamu tidak menghormati keputusanku"
"Ok!!Kamu bisa memutuskan apapun,tapi setidaknya konsultasi denganku.Bukan semaumu begitu"
"Karena itu aku keluar,agar aku tidak merugikanmu"Danur semakin menegaskan kalimatnya.
"Aku tidak menerima keputusanmu,kalau kamu memaksa kamu akan kena kompensasi"Ancam Angelina.Ia sudah kehilangan akal untuk mempertahankan Danur.
"Berapa aku harus bayar?"Danur tak gentar sedikitpun.Angelina menatap laki-laki tampan itu dengan nanar.Ia sangat tidak ingin sampai putus koalisi kerja dengan Danur.Karena hanya itu cara dia mendekati laki-laki ini.
"Nanti masalah berapa kompensasi yang harus aku bayar,kamu bicarakan dengan sekretarisku"Danur memfinalkan keputusannya,ia pergi begitu saja meninggalkan Angelina sendiri di trotoar.
Angelina begitu geram."Ini pasti karena Lita"umpat hatinya.Tangannya mengepal kuat.Rasa cemburu dan dendam bertembung menjadi satu dalam hatinya.
Lita mempersilahkan Damian duduk di Teras rumahnya.Ia tidak berani menyuruh laki-laki itu masuk karena khawatir akan menjadi fitnah.
__ADS_1
"Aku nidurin Dede dulu ya"Pamit Lita,Damian mengiyakan dengan disertai senyuman.Lita masuk ke dalam meninggalkan Damian.
Hati laki-laki itu begitu berbunga-bunga karena seperti mendapat perlakuan spesial dari Lita didepan Danur.Meskipun ia tahu kalau posisinya salah,tapi ia tidak mau jika wanita yang telah mencuri hatinya kembali kepada suaminya.Apalagi setelah tahu Lita sudah menggugat cerai Danur.Peluangnya untuk mendapatkan Lita Anggraini jadi terbuka luas.
Danur datang dengan tatapan kurang senang melihat Damian duduk santai di kost-an istrinya."Mana istriku?"Tanya Danur sengit.
"Didalam"Jawab Damian singkat.
"Bagus,jadi kita bisa bicara empat mata"Tegas Danur seraya duduk di kursi kosong bersebelahan dengan Damian.
"Memangnya apa yang mau dibicarakan?"Damian bertanya meskipun sudah bisa menebak ke arah mana topik pembicaraan Danur Wenda.
"Aku minta berhenti mendekati istriku"Danur tidak perlu berbasa-basi lagi.Ia langsung to the points mengutarakan maksudnya.
"Tapi Lita sendiri tidak keberatan"Jawab Damian santai.
"Iya itu,Dia hanya ingin melihat aku cemburu,tidak lebih"Danur bermonolog dengan jumawa.
"Benarkah??tapi kenapa dia menggugat cerai kalau masih sayang?"
"Dia ingin aku mencarinya lebih giat lagi setelah menerima surat panggilan sidang,itu hanya taktik jitu dari dia"
"Ohh begitu ternyata "Damian manggut-manggut tanda mengerti,Jika boleh jujur hatinya begitu terluka meskipun itu masih belum dipastikan oleh wanitanya.Ia melihat ke arah pintu berharap Lita akan keluar dan menjelaskan semuanya.
"Jadi aku minta sekarang kamu pulang saja,kamu kan sudah tahu tujuan istriku.Kamu sudah tidak punya alasan lagi untuk berlama-lama disini"Danur dengan halus mengusir laki-laki itu.Damian ragu,tapi ia tidak bisa berbuat banyak.Karena laki-laki yang sedang ia hadapi adalah suami dari wanitanya.
Ia bangkit dengan netra yang masih melihat ke pintu,Harapannya menggantung disana.
"Sudah sana cepat pergi"Danur berkacak pinggang mengusir Damian.
"Salam ya buat Lita,aku pulang"Jawab Damian berpamitan.
"Hem"Danur mengangguk cepat.
Yang Damian harapkan tidak terjadi,Lita yang menguping dibalik tembok memilih untuk tidak keluar meskipun sebenarnya tidak tega karena Damian di halau oleh suaminya.
Tapi dilubuk hatinya yang terdalam,Lita memantapkan niat untuk menggugat cerai suaminya,sudah tidak ada lagi kesempatan untuk laki-laki yang masih bergelar suami baginya itu.Entahlah ia hanya merasa tidak ingin lagi mempertahankan pernikahannya.
__ADS_1