Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 16 Dibuatkan Sarapan


__ADS_3

Lita menggeliat,Ia membuka matanya pelan.Danur tidak ada disampingnya,Ia membuka matanya lebih lebar lagi.Benar suaminya tidak ada.


"Hah???"Lita bingkas bangun "Hilang kemana dia??"Lita celingukan.


Memang benar suaminya tidak ada.Lita mengendus-endus,ada bau aroma masakan mengena ke hidungnya.Segera ia ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


"Wah masak apa ini kok wangi banget"Lita melangkah mendekati meja makan,Tapi yang dilihatnya hanya ada 1orang asisten sedang menyiapkan makanan.


"Mana yang lain Mbok??"Lita penasaran.


"Sudah aku pecat kemarin"Danur menjawab,Iya membantu asistennya menyiapkan makanan.


"Kok dipecat kenapa ??"


"Mereka itu para asistennya Daniel dulu, sengaja pilih yang muda-muda.Jadi karena Daniel sudah tidak disini lagi buat apa kan??? cukuplah Mbok Fatma yang ngurus rumah ini"


Lita manggut-manggut tanda memahami.


"Eh kayaknya enak dech ..ini mbok yang masak "Lita membuka piring dihadapannya.


"Bukan Non"


"Terus ??"


"Aku yang masak"Danur menjawab sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Masak sih ??"


"Nggak percaya ya ??"


Lita mencebik sambil mengangguk.

__ADS_1


"Ndoro itu dulu sengaja ikut tata boga biar bisa masak untuk Nyonya besar"Mbok Fatma menjelaskan.


"Aku Nggak percaya banget sama para asisten -asisten itu.mereka selain melayani di dapur juga melayani si Daniel di ranjang "


"Masak sih "


"Aku melihatnya sendiri "


"Pantas saja Danur benci banget sama Daniel "Lita berucap dalam hati.


Setelah mengambil makanan dan diletakkan di atas piring,Lita mulai menyantap sarapan paginya.


"mmmmm Lumayan "Lita berucap dengan mulut penuh dengan makanan.Danur mengulum senyum.


"Kamu belum tentu bisa masak seenak Ini "Danur menyombongkan diri.


"Belum dicoba takkan tahu"Lita membalas kesombongan suaminya.


"Siapa takut "Lita membusungkan dada.


Mbok Fatma yang menjadi penonton sedari tadi senyam-senyum melihat tingkah keduanya.Ia cukup bahagia melihat tuan mudanya kini sudah kembali ceria.Sejak kematian Nyonya besar,Danur sudah kehilangan tawa cerianya.Ia lebih banyak diam, marah-marah tidak jelas,dan semuanya serba tidak kena.


__Lita menyandang tas kecilnya lalu melangkah keluar untuk pergi.Ia melihat Danur ada diruang keluarga sedang fokus dengan laptopnya.


"sstt...sstt"Lita memanggil suaminya.Danur mendongak,lalu membuka kacamatanya.


"Ada apa ??"


"Aku mau keluar sebentar boleh ??"


"Kemana ??"

__ADS_1


"Mau beli keperluan cewek "


Danur menautkan kedua alisnya.


"Sebentar aja Kok "Lita berusaha meyakinkan.


"Ok...tapi harus diantar oleh supir "


"Siap!!"Lita memberi hormat kepada suaminya.Ia senang sekali bisa pergi keluar tanpa Danur di sampingnya.Dengan bersenandung kecil Lita melangkah keluar.Ia masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh Lukman.Memang Lukman ini supir yang tip top,ia selalu standby menyiapkan mobil takut-takut kalau majikannya pergi mendadak.


"Mau pergi kemana Non"Lukman mulai menghidupkan mesin mobil.


Lita berpikir sejenak, kalau ke mall?? teman-temannya pasti sangat sibuk.mau pergi kemana ya???ah ketempat Susi aja,Ia memang butuh teman sekarang buat curhat tentang perasaannya.


Eh kan Raka disana, pasti kalau Danur tahu dia akan jadi salah paham.Ah biarin aja toh aku nggak punya perasaan apa-apa sama dia, Raka cuma sahabatku tidak lebih.Kalau Raka suka padaku ya bukan urusanku.


"Mmmmm ke Rumah Sakit ya bang"


"Kok ke RUMAH Sakit??? emang Non sakit ??"


"Nggak cuma ada keperluan sama temen "


"Ke Rumah Sakit mana Non??"


"PERMATA HATI "


"Loh itu kan klinik tempat Tuan dirawat pas Non tolong itu"


"Yups benar sekali, masih ingat ternyata Abang ini"


Pak Lukman tersenyum simpul,ia terus mengemudikan mobilnya menuju tempat yang diminta oleh majikannya.

__ADS_1


__ADS_2