Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 14 Menjadi puitis


__ADS_3

Angin berhembus sepoi-sepoi memainkan anak rambut berponi milik Lita Anggraini.Bulan bertengger indah diantara arak-arakan awan putih yang membiaskan cahayanya.Sungguh pemandangan yang indah untuk menemani malam sebelum terlelap.


Secangkir kopi diseruput mendalam meresapi aroma kenikmatannya.Lita tersenyum tipis, hidupnya terasa tak ada beban.


"Indah sekali ya bulan malam Ini"sebuah suara mampu memusnahkan ketenangan yang baru saja Lita rasakan.


Danur duduk di kursi kosong disebelah istrinya.Lita tetap saja cuek tak menanggapi.


"Kamu tahu kenapa bulan begitu terang sempurna malam ini ??"Danur tidak menyerah mencari simpati Sang istri.Akan tetapi Lita tetap tak bergeming.


"Karena aku memintanya untuk menemanimu, setidaknya bulan mampu membuatmu tersenyum.Sedangkan aku hanya bisa membuat mu bermasam muka"


Sekelumit senyum tersungging sembunyi-sembunyi.


"Aku cemburu dengan angin malam ini"Sambung Danur sambil menarik nafas dalam-dalam."Ia dengan bebas membelai wajahmu, memainkan anak rambutmu,Jika saja Angin mau bertukar peran denganku,Aku rela kehilangan separuh umurku sebagai jaminannya "


"Dari mana belajar nge-gombal"Akhirnya Lita membuka suara.Danur tersenyum tipis.


"Tidak penting belajar dari siapa, membuatmu tersenyum adalah tujuan utama "


"Mungkin karena ini alasan Alexia begitu mencintaimu"


"Dia mencintai kekayaanku, bukan aku "


"Kok bisa menilai begitu ?"


"Sejak awal yang diminta hanya tas mahal, perhiasan, barang-barang branded"


"Yah biasalah cewek kan harus matre"


"Terus kenapa kamu nggak ??"


"Mmmmmmm"Lita tidak tahu harus menjawab apa ?ia menggigit bibir bawahnya.


"Sayang..."Danur memanggil istrinya begitu lembut membuat Lita jadi merinding seluruh badan.Telapak tangan Lita memegang kening suaminya.


"Nggak panas juga nggak dingin"gumam Lita .

__ADS_1


"Emang kamu pikir aku lagi sakit??"


"Kalau nggak sakit mungkin Kesambet"


"Hus ngawur!!"


"Habisnya nggak kayak biasanya gitu pakek manggil-manggil sayang"


"Kamu kan istriku "


Lita mencebikkan bibirnya.


"Aku tadi nggak nemuin Alexia "


"Hah??tapi tadi kamu kan pamit mau ke Bandara ??"


"Iya..nyampek disana hatiku kayak kesasar "


"Pakek geogel maps aja kan bisa shareLok biar sampai ditujuan"


"Kamu nih bisa aja"Danur mencubit hidung Lita yang mangir.Lita meraih tangan itu kemudian menggigit ujung jari Danur.


"Aduh"Danur meringis kesakitan.


"Jangan sembarangan nyentuh aku"Lita bernada mengancam.


"Kita sudah halal kok"


"Hmm"Lita meleyot sombong.


Danur menatap istrinya begitu dalam.


"Apakah jika kamu menikah dengan laki-laki tadi kamu juga akan bersikap seperti ini ??"


"Laki-laki tadi ?? siapa maksud kamu ??"


"Itu yang nonton bareng kita"

__ADS_1


"Ohh Raka"


Danur mengiyakan.


"Kita cuma sahabatan"


"Tapi dia siap menikahimu setelah bercerai denganku katanya"


"Iya sih dia bilang gitu,Tapi bagiku sahabat ya sahabat.Tidak mungkin bisa menjadi Cinta"


"Syukurlah kalau begitu"


"Emang kamu yakin kita bakal langgeng sampai nanti ??"


"Kenapa tidak ??"


"Terus gimana tentang Alexia ??"


"Itu sudah pilihan hidupnya,jadi pasti sudah siap kehilanganku"


"Tapi kayaknya dia ogah-ogahan putus dengan kamu"


"Entahlah...tapi suatu hari nanti dia pasti akan paham kok.Kalau aku tidak bisa menduakan istriku."


Lita tersenyum penuh arti.Danur menguap ia menutup mulutnya.


"Bobok yuk... ngantuk nih"


"iiihhhh alay banget dech"


"Manja kok dibilang alay"


"Itu bukan kebiasaan kamu Danur Wenda "


"Ya mulai sekarang dibiasakan dong manja sama istri "


Lita geleng-geleng kepala,ia bangkit dan melangkah masuk ke dalam.Danur Wenda mengekor dibelakang.

__ADS_1


__ADS_2