
Dengan penuh amarah,Damian keluar dari kamarnya mencari adik-adiknya.Dan menemukan Gilang tengah nonton TV bersama Sila diruang tengah.
"Siapa yang mengijinkan teman Kakak pergi ke kamar Kakak?"Tanya Damian dengan tone nada yang keras.Kedua adiknya saling berpandangan dan saling menunjuk tertuduh.
"Kamu lah masak aku"Timpal Gilang tidak terima.
"Kamu kan yang bilang kakak di kamar"Jawab Sila tak mau kalah.
"Iya tapi kamu yang bukain pintu dan menyuruhnya masuk"Gilang tidak mau kalah.
"Ya masak kalau ada tamu nggak mau dipersilahkan masuk,aku kan nyuruh duduk di ruang tamu"Sila membela diri.
"Sudah sudah sudah!!!"Damian membuat kedua adiknya terdiam"Lain kali panggil kakak dulu"
"Sila mau panggil Kakak,eh dia nyelonong masuk pas Gilang nunjukin kamar Kakak"Jawab Sila.Damian menghela nafas kesal,ia keluar tanpa mengucapkan apapun.
"Kamu sih"Sungut Sila sambil menyikut Abangnya.
"Kamu"Balas Gilang.
___
Damian duduk santai sambil menyeruput kopi pesanannya.Arka menghampiri Abangnya,mereka duduk berhadapan.
"Sepertinya jadi Direktur tidak mudah ya Kak"Ucap Arka menilai raut wajah Kakaknya yang seperti ada beban.
"Gampang gampang susah"Jawab Damian.
"Tapi kok wajahnya kusut gitu?"
__ADS_1
"Andin,,,tadi dia datang kerumah langsung main nerobos ke kamarku.Dan mau melakukan hal yang tidak tidak"
"Yang tidak tidak gimana?"Kedua alis Arka yang tebal saling bertaut.
"Entahlah susah dijelaskan"
"Terus?"
"Ya Kakak usir dia"
"Gila tu cewek"
"Tak tahulah"Damian mengedikkan bahunya.
"Sebenarnya hubungan kakak sama dia gimana sih?"
"Kakak mau mengakhiri semuanya"
"Belum sempat ketemu,pas ketemu malah mau diperkosa"
Arka tertawa lepas.
"Hus diam jangan buat malu Kakak"Bisik Damian kurang suka.Arka mendekatkan wajahnya ke cuping telinga Kakaknya.
"Kakak nggak impoten kan?"
"Apa-apaan sih"Wajah Damian bersemu merah.Arka makin tergelak.
___
__ADS_1
Andin menegak alkohol berukuran mini sambil bersandar di kursi mobil.Gadis itu terlihat frustasi.Bagaimana tidak?? Kekasihnya beberapa hari ini mengacuhkan dirinya.Di telfon nggak diangkat,disamperin ke rumahnya malah diusir.
Padahal ia sudah bertekad untuk menyerahkan tubuhnya agar Damian mengerti bahwa ia sangat mencintainya.Tapi pria itu seperti bongkahan es yang sangat dingin.Entah apa yang dimiliki janda itu sampai bisa membuat Damian bertekuk lutut padanya.
Andin meneguk lagi minumannya,tapi ternyata sudah habis tak bersisa.
"Ahhhh"Andin sangat kesal sekali.Kenapa nasibnya sangat kurang baik sekarang?Dalam keadaan setengah mabuk,Andin mengemudikan mobilnya menuju cafe kepunyaan Damian.Entah hanya tempat itu yang terlintas dalam benaknya.
Belum lagi masuk ke halaman cafe,Andin melihat mobil Damian terparkir.Senyuman penuh rencana tergurat.Ia memundurkan mobilnya perlahan,dan diparkirnya di restoran sebelah agar tidak terlihat oleh Damian.Dengan jalan berjinjit,Andin diam-diam masuk ke dalam mobil Damian yang memang selalu tidak terkunci.Andin menunggu pria itu masuk kedalam mobil.
Benar saja,tidak berapa lama Damian masuk ke dalam mobilnya.Andin yang bersembunyi di belakang kursi kemudi menunggu waktu yang tepat.
Damian terus mengemudikan mobilnya keluar dari area cafe.Ia tidak akan pernah mengira bahwa malam ini ia sudah menjadi target gadis yang berhasrat tinggi padanya.
Andin diam-diam memeriksa jalanan yang dilewati.Yah inilah rute yang ia nantikan.Tanpa aba-aba Andin langsung keluar dari tempat persembunyiannya.
Damian kaget bukan kepalang melihat Andin keluar dari jok tengah dan menyelipkan diri naik ke atas pangkuannya.
"Andin.."Damian membanting steering mobil ke bahu jalan.Nasib baik jalanan sangat sepi.
"Mau ap.."Belum habis kalimat yang terucap Andin langsung membungkam mulut Damian dengan sebuah pagutan.Damian berusaha melepaskan diri namun posisinya sudah terjepit karena Andin yang naik ke pangkuannya.
Kedua tangan Andin melingkar kuat di leher Damian,pria itu benar-benar tidak bisa melawan.Apalagi ciuman ini adalah ciuman pertamanya,membuat darah berdesir panas tak karuan.
Akhirnya Damian memilih mengikuti permainan gadis yang tiba-tiba menjadi liar itu.Sang pria pasrah diperlakukan bagaimana.Sampai si gadis ingin menyerahkan mahkotanya.Damian menolak,namun Andin terus merayu dan menghiba.Malah ia menuntun Damian untuk melakukannya.Bisikan Syetan masuk kedalam relung hati sang pria,membuat Damian seperti kerbau yang dicocok hidungnya.
Andin meringis kesakitan,sedangkan si pria mengerang panjang.Kenikmatannya seperti naik ke ubun-ubun.Membuat Damian mengulang dan mengulangnya lagi.
Andin tersenyum puas,pria yang diminati nya kini telah takluk dalam pelukannya.Ia rela menahan letih untuk melayani keinginan si pria yang mulai ketagihan.
__ADS_1
"Akhirnya...."Itulah gumaman hati Andin.Gadis itu bersorak dalam diam.Ia merasa sudah memenangi hati Pria pujaannya.Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksi selanjutnya.Andin harus sabar untuk bisa mencapai keinginannya.Dia sangat yakin,tidak lama lagi Damian akan menjadi miliknya seutuhnya.
Membayangkannya saja,hati gadis itu sudah berbunga-bunga.Senyuman licik menyeringai,namun Pria tersebut begitu terlena dalam kenikmatan surgawi.Sehingga membuatnya tidak hati-hati.