Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 45 Semoga Lita ditemukan


__ADS_3

Nama Danur Wenda dipanggil masuk kedalam oleh Susi.Danur segera berdiri dari kursi Lobi dan masuk kedalam memenuhi panggilan.Kedua mertuanya mengekor dibelakang.


"Bagaimana Dok, hasilnya?"Danur mengawali pembicaraan dengan Dokter spesialis Kandungan,Selfi Anta Wariguna.Itulah nama yang tertulis dilencana atas saku kirinya.


"Anda Normal Pak tidak mandul"Jawab Dokter Selfi.Semua mata langsung mengarah ke wajah Bu Fatin.Bu Fatin jadi serba salah,ia tertunduk tidak berani melawan tatapan-tatapan itu.


"Dok,anda ingat dengan pasien yang bernama Lita Anggraini?"pertanyaan Susi mampu membuat semua beralih pandang.Dokter Selfi menautkan kedua alisnya.Ia berpikir sejenak.


"Yang kamu bilang temen kamu itu?"Tebak Dokter Selfi.


"Iya Dok"


"Kenapa dengan dia?"


"Dia hamil Dok"


"Alhamdulillah"


"Kenapa Dokter saat itu tidak tahu kalau dia hamil ?terus sesudah dia menemui Dokter dia kecelakaan sampai amnesia.Dan itu berlaku sekitar Hampir sebulan yang lalu.Kok dia nggak keguguran atau gimana ?"Susi menjadikan masalah Lita sebagai topik penambahan pengalaman sebagai bidan nantinya.Dokter Selfi manggut-manggut.

__ADS_1


"Begini ya Sus,jika saat itu awal mulanya terjadi pembuahan,itu memang tidak bisa dideteksi kalau dia lagi hamil.Terus kenapa tidak keguguran atau semacamnya ?itu kan masih berbentuk telur yang dimasuki sel ******,jadi masih belum menjadi janin.Otomatis belum menempel di Dinding rahim "Dokter Selfi menjelaskan dengan sangat detail.Susi tersenyum,ia mengangkat kedua alisnya sebagai kode kepada Danur.Bahwa kedua sahabatnya tidak melakukan apa yang dipikirkan oleh suami Lita.


__"Sekarang kamu masih tidak puas hati dengan Raka?"Tanya Susi disaat ia dan rombongannya Danur sudah ada di Lorong Rumah Sakit.


Danur tak menjawab,ia merasa bersalah sekali terhadap istrinya karena tidak mempercayainya."Sekarang aku ingin mencari Lita kemana?"


"Yang jelas tidak mungkin dengan Raka"Jawab Susi menegaskan.Kedua tangannya tersembunyi didalam dua saku jas kebesarannya.


"Kok kamu yakin?"Danur menjadi sangsi.


"Pertama!Lita nggak akan bersama dengan orang yang membuatnya semakin menjadi tertuduh.Kedua!Lita tahu pasti kamu akan mencarinya,dan pasti akan mencari ketempat Raka.Yang notabene dia adalah tersangka bagimu.Ketiga!kalau sudah begitu berarti Lita tidak berharap untuk bertemu denganmu"Susi menjelaskan secara detail sifat sahabatnya itu.


Bu Fatin mencebikkan bibirnya dibalik punggung Susi."Kayak kenal banget dengan Lita"tukasnya sengit.


"Yang dia katakan benar Ma,Lita orangnya sangat hati-hati"Ucapan Pak Samsul membuat Bu Fatin tersudut.


"Jadi maksud kamu Mas,kita tidak akan bisa menemukan Lita"


"Aku akan ke kantor polisi untuk menyelidiki keberadaan Lita.Dengan begitu akan lebih mudah menemukannya"Danur menemukan ide baru.

__ADS_1


"Memang bisa menantu ?"Tanya Bu Fatin.


"Biasanya sih bisa,dari rekening pencairan,dan Nomor telepon yang aktif"Jawab Danur.


"Tapi Nomor Lita sudah nggak aktif menantu"Sahut Pak Samsul.


"Kalaupun ganti Nomor pasti butuh identitas diri untuk aktivasi kan Yah"Danur tetap tak kehilangan akal.Pak Samsul mengangguk membenarkan.


"Ya sudah,aku langsung ke kantor polisi ya Ma,Ayah... Kalian akan diantar pulang oleh Pak Lukman"


"Loh kamu sendiri ke kantor polisi mau naik apa menantu?"Bu Fatin terlihat cemas.


"Aku bisa naik taxi online,dan nanti pulangnya biar dijemput sama Pak Lukman"


"Oooh begitu,ya sudah.Hati-hati ya menantu "Bu Fatin merestui kepergian menantunya dengan senyuman.Danur menjawab dengan anggukan.Ia pun pergi mendahului agar lebih cepat sampai ke kantor polisi.


"Semoga Lita bisa ditemukan secepatnya ya Mas"Bu Fatin memanjatkan harapan yang begitu besar.


"Ini semua salah Mama,kalau saja tidak langsung menilai menantu itu mandul.Tidak mungkin Lita akan dituduh yang macam-macam oleh menantu."Pak Samsul masih dongkol dengan istrinya.Bu Fatin tidak bisa menjawab apa-apa,karena itu memang salahnya juga.

__ADS_1


"Kasihan Lita,ada dimana dia sekarang?pasti hatinya begitu sangat terluka"Pak Samsul menatap langit lepas.Hatinya teriris sakit memikirkan nasib anak tunggalnya.


__ADS_2