Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 47Frustasi


__ADS_3

Setahun sudah berlalu,Danur belum juga menemukan jejak istrinya.Polisi sudah angkat tangan dengan kasus yang dihadapi Danur.Meskipun begitu Danur tidak putus asa,ia sedia membayar orang mencari tahu keberadaan Lita dari keluarga dekat sampai keluarga jauh.


Namun dia melewatkan Retno,gadis manis yang sekarang sudah jadi Supervisor di salah satu Mall miliknya.Ia tidak akan pernah mengira bahwa Lita dulu sangat dekat dengan Retno.Dan Retno sendiri pintar menutupi semuanya.


Sebagai Supervisor ia bisa mengatur jam kerjanya,Retno memilih kerja di siff pagi.Karena bila malam dia akan menjaga bayi cantik Lita yang diberi nama Diana Anjelika.Sedangkan Lita sendiri bekerja disebuah cafe yang merangkap Restoran.Ditempat itu Lita bekerja jadi tukang cuci piring sekaligus menjadi penyanyi cadangan.Karena di cafe itu menyediakan stadion musik kecil untuk menghibur para customer.


Lita sangat menikmati hari-harinya bersama bayi mungilnya.Yang kata Retno sangat mirip dengan Danur.Yah memang bayi De sangat mirip dengan Ayahnya.Mungkin karena ia tak diakui oleh Ayahnya.Itu kata orang tua lama.


"Hay De..."Retno yang baru saja pulang kerja berjingkrak-jingkrak mendekati Lita yang sedang menggendong anaknya.


"Hay Tante"Balas Lita sambil menggerakkan tangan mungil anaknya.


"Aduh aduh aduh... cantiknya,udah mandi ya"


"Udah dong,Tante yang ucuk"


Retno melatah,dia mencium kedua keteknya"Eh iya hehehehe..Tante mandi dulu ya terus kita main bareng.Mama mau berangkat kerja.Aku mau mandi dulu ya Lit"


Lita menjawab dengan anggukan.Retno masuk ke dalam setelah mencium gemas Diana.


__Danur menghisap nikotin disela jemarinya dengan begitu mendalam.Lalu menghembuskannya meninggi menyentuh hiasan lampu malam di sebuah diskotik.


Di hadapannya terhidang sebotol wine untuk menemani malamnya.Beginilah kebiasaan Danur belakangan ini.Ia lakukan untuk menenangkan pikirannya yang selalu mengenang Lita.


"Danur"sebuah suara perempuan menyapa.Danur melirik sekilas, wanita itu mendekat"You are right Danur Wenda right?"

__ADS_1


Danur memicingkan matanya berusaha mengenali wanita itu.


"Angelina?"Danur menyebut sebuah nama yang dikenalinya.


"Yah,kamu ingat aku"Angelina tersenyum senang karena lelaki tampan yang pernah ditaksirnya tidak lupa padanya.Danur tersenyum.


"Kamu ngapain disini? bukankah kamu kuliah di negeri Paman Sam ?"


"Aku sudah Lulus"


"Ohya? cepat sekali"


"Kamu sendiri ngapain disini? keadaanmu kacau sekali"Angelina memperhatikan penampilan Danur.Danur tersenyum miring.


_Angelina mengajak Danur duduk di taman tak jauh dari diskotik itu.Keadaannya lebih tenang dari pada di dalam.


"Sekarang kamu ceritakan apa yang terjadi denganmu sampai kamu menjadi seperti ini?"Angelina memulai topik pembicaraan.


Danur menghela nafas sambil tersenyum"Aku kehilangan istriku karena kesalahanku[Danur mulai bercerita dari awal menikah sampai ia mengira Lita hamil dengan Raka]"


"You are so mean Danur, istrimu pasti sangat terluka"Angelina memberikan komentar.


"Yah"Danur mengangguk membenarkan"Aku memang jahat,dan aku merasa tidak pantas untuk dimaafkan"Danur menundukkan kepalanya disela kedua tangannya.


Angelina menepuk pundak Sahabatnya itu."Aku berharap kamu bisa bertemu lagi dengan istrimu dan dia mau memaafkanmu"

__ADS_1


Danur mengangkat wajahnya menatap wajah Angelina."Terimakasih"Ucapnya Lirih.Angelina mengulas senyum seikhlasnya.


"Ohya gimana kalau kamu bergabung dengan bisnis yang aku tekuni sekarang? hitung-hitung sebagai pelampiasan agar tidak selalu teringat istri."


"Bisnis apa?"


"Properti,itu yang aku coba rintis sekarang.Aku kan belum tahu lingkungan bisnis gimana disini.Jadi aku bisa mengenalnya dari bantuanmu.Lagian kan orang baru belum tentu bisa dipercaya,kalau sama kamu aku yakin 1000% percaya"


Danur tak bisa menahan tawanya."Nggak kurang banyak tuh 1000%"sindir Danur.


"Ok 100.000%"Balas Angelina dengan senyuman.Danur tertawa lepas, untuk sementara waktu ia melupakan Lita istrinya.


"Kenapa kamu mengajakku?toh Papamu seorang pembisnis besar.Aku tidak ada apa-apanya"


"Aku tidak ingin melibatkan Papa ataupun nama besarnya.Aku ingin berdiri dikaki aku sendiri"Angelina menjelaskan.Danur menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Gimana?"Angelina ingin segera tahu jawaban Danur.Semoga ia mau,itulah harapan Angelina.


"Besok kamu datang saja ke office ku,sekarang aku agak mabuk.Jadi agak eror"Danur tertawa lagi.


"Ok, setelah ini kamu mau kemana?Biar aku hantar"


"Oh tidak,aku bisa memesan taxi online"Danur menolak tawaran Angelina dengan lembut.


"Come on Danur"Angelina memaksa.Melihat wajah Angelina yang memohon akhirnya Danur setuju untuk diantar pulang.

__ADS_1


__ADS_2