
"Gimana saksi?Sah??"Tanya Pak penghulu.
"Sah sah"Jawab dua orang laki-laki sambil mengangguk.
"Tabarakallah..."Pak penghulu melanjutkan bacaan doa bersama dengan diiringi seruan Amiin yang berjamaah.
Dengan senyum manis Andin mencium tangan Damian penuh takzim.Damian pun mencium kening Andin yang kini telah berstatus sebagai istrinya.
___
Dengan rasa sesak didada,Tuan Atmajaya melepas kepergian putrinya yang diboyong ke rumah Damian.Sedangkan sang istri sudah sejak tadi sesenggukan menangis.
Ketiga anak lelaki Tuan Atmajaya merangkul sang Ibu memberikan kekuatan secara mental.Mereka juga tidak kalah sedihnya karena adik bungsu mereka harus menikah dengan tergesa-gesa dan tanpa perayaan apapun.
Semua ini sangat janggal bagi mereka,namun karena sang adik begitu antusias tak ada yang bisa mencegahnya.
___
Wajah Andin sangat bahagia begitu ia sampai di rumah Damian.Dengan bantuan Arka yang membawakan kopernya,ia masuk ke dalam rumah itu untuk pertama kalinya sebagai istri pria yang ia cintai.
"Selamat datang kak"Sambut Sila dan Dila ketika Andin baru saja masuk.Keduanya gantian menyalami Andin.Hati gadis itu sangat tersentuh.
"Kamu istirahatlah,aku akan kembali ke kantor"Ucap Damian,membuat Andin tercengang.
"Kembali ke kantor?Apa kamu tidak ijin libur?Ini hari istimewa kita loh"
"Iya aku udah izin,tapi ada miting yang tidak bisa ditinggal,dan itu dijadwalkan dalam 30 menit lagi"Damian memberi alasan yang sedari tadi ia rancang agar meyakinkan.Andin nampak kecewa,Damian mengeluarkan jurus mautnya.Ia mencium kening Andin agar gadis itu luluh.
"Aku pergi dulu ya"
Dengan terpaksa Andin mengangguk.
"Nitip istri kakak ya"Damian mengelus ujung kepala Sila.Kedua adiknya yang masih belum baligh itu mengangguk hampir bersamaan.
Arka mengiyakan ketika Kakaknya menatap ke arahnya.Dengan tergesa Damian keluar dari Rumahnya.
"Ayo Kak,saya antar ke kamar"Ajak Arka.Dengan wajah masih terlihat masam,Andin melangkah mengekor dibelakang Arka.
___
Damian menghela nafas lega,satu masalah sudah ia lalui.Ia akan berusaha menutupi pernikahannya dengan Andin.Ia tidak mau statusnya itu akan membuat jarak yang makin jauh dengan Lita.
Sedangkan di lain tempat,Michael merasakan perubahan Lita yang begitu ketara.Wanita itu sangat dingin terhadapnya.Padahal sebelum-sebelumnya tidak begitu.
"Apa ada hubungannya dengan kedatangan Mommy?"Pikir Michael sambil menatap Ny Dara penuh selidik.
Wanita yang sudah berumur setengah abad itu berlagak cuek,meskipun ia tahu bahwa putranya memandangi dirinya.
"Damian hari ini izin masuk lambat Lit"Ucap Retno memberi tahu.Lita mengurungkan niatnya untuk menyuapkan roti ke dalam mulutnya.
"Kenapa?"
"Katanya adiknya sakit"
__ADS_1
Lita terdiam,Michael diam penuh cemburu dengan rasa penasaran yang Lita ungkapkan.Tapi karena ada Ny Dara,ia tidak bisa berbuat banyak.
"Apa perlu aku datang ke kantor?"Sambung Lita kemudian,mengundang tawa yang tertahan bagi Ny Dara.Semua mata mengarah padanya.
"Kenapa kalian melihat ku seperti itu?Bukankah ini sangat lucu,wanita buta mau mengurus perusahaan besar??waoowww"
"Mom,Lita datang ke kantor tidak sendiri.Lagi pula dia hanya buta jadi masih bisa mendengar.Stop mencemooh keadaan dia Mom"Michael dengan tegas membela kekasihnya.
Ny Dara meleyot ketus dengan senyuman sinis.Sedikitpun ia tak perduli dengan apa yang putranya ucapkan.
___
Michael mengantarkan Lita yang ingin pergi ke kantor karena Damian yang ijin lambat datang.Selama diperjalanan,keadaan sunyi.Keduanya sama-sama diam dengan pikiran masing-masing.
Perlahan Michael menggenggam tangan Lita dengan sebelah tangannya.Namun Lita menarik cepat tangan itu.Sikap Lita yang demikian sudah tidak bisa dimaklumi lagi oleh Michael.
"Kamu kenapa Lit?kok berubah gini?"
Lita diam tak bergeming,ia sudah memikirkan sebuah cara untuk menjauhkan Michael dari dirinya.
"Lit,tolong jangan buat aku jadi mati penasaran.Apa karena Mommy kamu menjauh dari aku?"
Lita tetap bungkam,Michael sudah hilang sabar.Ia memutar steering ke kiri masuk ke rest area.Lalu memarkirkan mobilnya di sudut agar agak tertutup.
Michael menarik pundak Lita agar menghadap"Jangan diam saja Lit,tolong jawab!!!"
"Aku..aku akan menikah dengan Damian"
"Coba ulangi lagi?"
"Aku akan menikah dengan Damian"
"Tidak!!Tidak!!aku tidak percaya itu,kamu pasti bohong kan?"
"Lihat saja nanti"
Michael menarik kepala Lita dan berniat mencium bibirnya,namun Lita berhasil melepaskan diri dari ciuman paksaan itu.
"Jangan coba-coba menciumku lagi,atau aku akan teriak"Spontan Michael terdiam,niatnya yang tetap ingin mencium kekasihnya itu tertahan.Pria itu melihat ke sekeliling, suasana di rest area nampak ramai.Dengan kesal Michael memukul steering mobil berkali-kali.
"Setelah ini aku takkan melepaskanmu"Ancam Michael menahan amarah.Ia menghidupkan kembali mobilnya lalu melanjutkan perjalanan menuju ke kantor.
...----------------...
Lita meminta bantuan Retno agar ia bisa bicara dengan Damian secara rahasia.Meskipun Retno penasaran namun karena Lita enggan menjelaskan lebih detail,maka gadis itu menurut saja.
Retno membiarkan Michael berunding masalah pekerjaan dengan Damian diruang kerja Damian.Ia sendiri membawa Lita ke ruang rapat gawat darurat yang jarang didatangi oleh orang.
Tanpa rasa curiga Michael membiarkan saja Lita bersama Retno,ia pikir aman karena Damian berada dihadapannya sekarang.
Setelah semua berjalan sesuai rencana,Retno melakukan panggilan interkom keruang kerja Damian.Ia meminta Damian datang ke ruangan rapat darurat,karena Lita menunggu di sana.
"Baiklah"Jawab Damian seraya menutup telfon.
__ADS_1
"Maaf Pak Michael saya permisi keluar sebentar"Damian dengan sopan meminta diri.
"Mau kemana?pekerjaan kita belum selesai"Jawab Michael terlihat kurang senang.
"Ada emergency, Jadi saya harus keluar.Tidak lama kok"Damian meraih jasnya lalu memakainya sambil melangkah keluar ruangan.
Tatapan kesal mengiringi kepergian Damian.Michael merogoh handphonenya lalu mendail nomor telepon Lita.
"Hallo"Jawab dari seberang.
"Ada dimana?"
"Di Mall,jalan-jalan..."
"Sama siapa?"
"Sendiri"
"Emang bisa?"
"Kamu meragukanku?"
"Oh tidak,baiklah..sebentar lagi aku kesana ok"
Telfon dimatikan secara sepihak.Sekali lagi Michael dirundung kecewa.Ia menatap telfon bimbitnya dengan hati yang terenyuh pilu.
___
"Ada apa Lit?Kenapa memintaku datang secara rahasia?"Damian menatap penuh kasih wanita didepannya itu.
"Dam...apakah kamu masih mencintaiku?"
Degh!!!
"Kenapa kamu menanyakan sesuatu yang kamu tahu jawabannya"Jantung pria itu berdegup kencang.Apalagi ketika melihat wanita dihadapannya tersenyum senang.
"Bisakah kau menikahiku?"
Sekali lagi Damian dibuat terkejut oleh wanita pujaan hatinya.
"Dam??"
"Ah iya"
"Bisakah kau menikahiku Dam?"Lita mengulang pertanyaannya.
"Iya iya aku mau"Jawab Damian tanpa ragu.Lita tersenyum tipis.
"Besok??"
"Hah??"Untuk kesekian kalinya Damian terhenyak kaget.
"Bisa besok kita menikah?"
__ADS_1