Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 91 Kehilangan


__ADS_3

Michael bingung karena tidak menemukan siapapun di rumah kecuali dia dan Mommy-nya.Ia bertanya kepada Mbok Fatma,perempuan yang sudah berusia senja itu menjawab tidak tahu.Pak Lukman pun tak luput dari interogasinya,tapi tetap jawaban tidak tahu yang ia dapat.


Padahal semalam semua seperti biasa,ia mengantar Lita ke kamarnya dan mencium keningnya sebagai ucapan selamat istirahat.Tak ada yang janggal,Michael duduk dengan kesal bersebelahan dengan sang Ibu yang cuek sambil mengupas buah apel.


Michael berkali-kali menelfon Lita,tapi hanya jawaban dari operator yang terdengar.Nomor telfon Retno pun tak jauh berbeda.Michael gusar,pasti ada sesuatu yang telah terjadi tanpa sepengetahuannya.Tiba-tiba kedua netra Pria tampan itu menangkap senyuman tipis dibibir sang Ibu.


"Mom..."


"Hemm"Ny Dara mengangkat pandangannya.


"Ini bukan ulah Mommy kan?"Tatapan Michael penuh kecurigaan.


"Maksudmu?"


"Kepergian Lita dan keluarganya bukan perbuatan Mommy kan?"


"Mommy tak paham lah,mereka pergi ya biarlah.Toh ini bukan rumah mereka"


"Mom!!!"Pekik Michael lantang"Rumah ini milik Danur Mom bukan milik kita juga.Jadi yang berhak itu Lita dan Putri Diana"


"Ya udah kita pulang ke Jerman sekarang juga!!"


"Tidak!!!Michael takkan pulang tanpa Lita"


"Kau sangat keras kepala sekali Mic!!!Apa hebatnya wanita buta itu?sehingga kamu begitu menggilainya"


"Mic mencintainya Mom,tolong hargai itu"


"Tidak!!!Mommy tidak mau punya menantu janda dan juga buta seperti itu.Lebih baik kamu menikah dengan Rose yang sudah pasti dia cantik,kaya dan dari keluarga terpandang.Dari pada dengan wanita buta itu"


Ny Dara mengungkapkan segala uneg-unegnya.


"Lita lebih baik dari pada Rose yang kesana-kemari cek-in hotel dengan laki-laki berbeda.Mommy tidak tahu itu kan?"


"Kalau tidak dengan Rose,masih banyak anak gadis di Jerman yang pasti sesuai untukmu.Bukan wanita buta itu"Ny Dara tetap kekeuh dengan argumennya.


"Mic lebih baik bersama dengan wanita yang sudah Mic kenal baik buruknya,daripada wanita yang belum jelas kriterianya"


"Terserah kamu dah,Mommy malas berdebat dengan anak keras kepala seperti kamu"Ny Dara bangkit lalu meninggalkan meja makan.Michael menatap kesal punggung si Ibu yang menghilang dibalik dinding penyekat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di awal pagi pertama Damian tinggal sebumbung dengan Lita,Damian tak menemukan sosok yang ia cintai berkumpul di meja makan.Hanya kedua orang tuanya dan Retno.


"Ret,,,kemana Lita?"

__ADS_1


"Masih tidur sama Dede,semalam Dede rewel sekali.Jadi Lita terjaga sampai Dede tidur pagi tadi"Bu Fatin mendahului menjelaskan.


"Lebih baik jangan dibangunkan,kasihan"Tambah Pak Samsul.Damian mengangguk setuju,namun ada sesuatu yang menjanggal dihatinya.Ia merasa sangat bersalah dengan sikapnya yang telah ia lakukan semalam kepada wanita yang ia cintai.


Namun ia tidak bisa berbuat banyak karena menghargai orang tua Lita.Damian berharap,Lita tak mengadu dengan orang tuanya.


Tring tring tring tring tring


Deringan telfonnya memecah belah pikiran Damian.Ia segera bangkit dan menjauh untuk menerima telpon dari Andin.Retno menatap dengan penuh rasa penasaran.Siapa gerangan yang menelfon sampai Damian begitu menjauh.


"Hallo"


"Sayang,kamu dimana?"Tanya Andin dengan logat manjanya.Damian merasa geli sendiri.


"Aku sibuk tolong jangan ganggu aku,ok"Damian menutup telfonnya lalu menon- aktifkan ponselnya.Kekesalannya jadi bertambah dua kali lipat.


Sebelum ia kembali ke ruang makan,Damian terfikir untuk ke kamar Dede melihat Lita.Benar saja,Lita terlihat tidur dengan posisi miring menemani Diana.


"Maafkan aku Lit"Bisik hati Damian perih.Ia pun menutup pintu pelan agar tidak membangunkan Ibu dan anak itu.


___


"Ret...kamu mau pergi ke kantor denganku?"Tanya Damian.


"Boleh juga"Jawab Retno dengan senang hati.


Mata Retno terbentur dengan tatapan Damian.Laki-laki itu tersenyum sambil mengangguk.


"Ibu tenang saja,saya akan mengatasinya"Jawab Damian pasti membuat hati Bu Fatin sedikit tenang.


"Tolong Lita ya Dam"Pak Samsul memegang tangan Damian penuh harapan.


"Iya Yah"Jawab Damian disertai senyuman manis meneduhkan"Jika Lita sudah bangun tolong bilang sama dia saya sudah berangkat ke kantor.Nanti saya akan pulang lebih cepat"


Pak Samsul mengangguk menyanggupi.


___


Baru saja Damian memarkirkan mobilnya,kedatangannya sudah ditunggu oleh Andin.Ia sengaja pergi ke kantor suaminya karena ulah Damian yang main matikan ponsel sehingga ia sulit menghubungi.


Wajah Damian langsung pias,apalagi ada Retno bersamanya.Andin yang melihat sang suami bersama seorang wanita lain sangat shock.Emosinya tersulut,ia melangkah cepat menghampiri suaminya dengan penuh amarah.


Damian bingung,jika sampai Retno tahu otomatis Lita pasti akan tahu kalau dia sudah menikah dengan Andin.Tapi ia tidak bisa lari dari situasi ini,karena Andin sendiri sudah menghampiri.


"Jadi ini alasanmu miting?Siapa wanita itu?!!!"Andin berteriak lantang.Retno mengernyitkan keningnya,ia masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Ayo kita bicara"Damian merangkul bahu istrinya,tapi Andin berontak.


"Jawab pertanyaan aku siapa wanita itu?"Andin menuding Retno yang mematung seperti orang bingung.


"Ada apa ini Dam?Siapa dia?"Tanya Retno.


"Aku is"Damian langsung membekap mulut Andin.Ia mengheret paksa wanita itu menjauh dari tempat itu.Andin berontak tapi tenaganya kalah kuat.


"Kamu duluan masuk aja Ret,wanita gila ini biar jadi urusanku"Seru Damian menghentikan langkah Retno yang ingin menghentikan tindakan Damian.Retno diam,karena Damian mengatakan wanita itu gila jadi dia tidak bisa berbuat apa.Ia melangkah masuk ke dalam menuju office.


"Em em em"


Damian tidak menghiraukan Andin yang terus berontak,ia menyeret wanita yang tengah hamil anaknya itu ke tempat yang sepi.Kemudian dengan kasar Damian mendorong tubuh Andin hingga membentur dinding.


Andin meringis kesakitan,kepalanya terhantuk hingga membuat dia pusing.


"Kamu sudah melampaui batas Andin,aku tidak suka dengan wanita yang tidak bisa mengendalikan emosi seperti mu!!"


Andin bersandar ke dinding,ia mengumpulkan kesadarannya untuk bisa membela diri.


"Ka-kamu jahat"nafas Andin tersengal-sengal.


"Aku jahat karena ulahmu yang menjebak ku menjadi jahat"Balas Damian tanpa perasaan.Netra wanita yang sudah tak berdaya itu membulat.


"Kenapa kamu selalu saja menyalahkan aku,sedangkan kamu sudah berselingkuh?"


"Itulah kesalahanmu Andin,kamu tidak mencari tahu lebih dulu dan langsung main tuduh.Dia Retno pegawai staf kantor disini,dia kepercayaan Lita,dia juga yang banyak membantuku dalam hal mengurus perusahaan yang belum aku pahami"


"Lalu kenapa kamu menyeretku kesini kalau hanya itu yang ingin kau jelaskan?"


"Aku malu Andin,sudah berapa kali kamu mempermalukan aku.Dulu dihadapan Lita sekarang kamu akan mempermalukan aku didepan Retno?"


Andin terdiam,perasaannya terpojok.


"Tolonglah...please,aku mohon"Damian menakupkan kedua telapak tangannya di dada"Hentikan sikap heroik kamu yang seenaknya dan main tuduh sana sini.Aku malu Andin aku malu.Jadilah istri yang baik,yang diam dirumah yang menenangkan suaminya.Kalau sikap kamu tak kunjung berubah,aku tidak bisa tenang apalagi untuk sekedar bertemu denganmu"


"Ja-jadi kamu tidak suka bertemu denganku?"


"Iya!!!setiap bertemu denganmu aku cemas,aku khawatir,aku tidak bisa tenang.Aku jadi lebih suka berlama-lama di kantor"


Andin tertunduk,air mata yang mengembun jatuh perlahan.Hatinya sakit,hatinya terluka.Ucapan Damian berhasil menghancurkan perasaannya.


"Baiklah,,, aku akan pergi"Andin melangkah gemetar meninggalkan Damian yang terlihat frustasi.Beberapa kali pria itu menghela nafas berat,kedua tangannya terpacak dipinggang.


Tatapan Andin kosong,jiwanya begitu terguncang.Sampai ia tidak sengaja menabrak seseorang yang ia tak kenal.

__ADS_1


BRUKKKK


__ADS_2