
Baru saja Lita dan Danur sampai di rumah, mereka heran melihat ada mobil yang tak dikenal terparkir didepan rumah.Keduanya saling pandang satu sama lain.
Danur bergegas melangkah mendahului sedangkan Lita mengekor dibelakang.
"Eh mereka udah datang Pak"sambut Bu Fatin ketika baru saja melihat kelibat anak menantu dan putrinya.Pak Samsul tersenyum,kedua pasutri itu bangkit menyambut Lita dan Danur.
"Udah lama yah"ucap Danur penuh ta'zim mencium telapak tangan Pak Samsul lalu mencium tangan Bu Fatin.
"Baru saja nak"jawab Pak Samsul lembut.
Bu Fatin tersenyum penuh haru.
Lita juga ikut menyalami kedua orangtuanya.
"Kok mau kesini nggak bilang-bilang dulu Yah"ujar Lita sembari duduk berdampingan dengan Danur.
"Masak mau jenguk anak dan menantu harus lapor dulu"jawab Bu Fatin.
"Ya setidaknya kita kan bisa menyiapkan makan malam"
"Kan kamu udah punya banyak pembantu jadi nggak perlu repot-repot"
Lita dan Danur saling pandang, Danur tersenyum simpul.
"Eh pelipis menantu kenapa kok kayak lebam?"
"Mmm kejedot tembok Ma"jawab Lita sekenanya.Bu Fatin seperti tidak percaya,ia memicingkan matanya menatap pasangan pengantin baru itu.
"Menantu tolong jawab dengan jujur, kenapa dengan pelipismu??"
"Mmmmm anu Ma"Danur melihat istrinya,Lita mendelik memberi kode.Danur tersenyum terpaksa."Saatnya pembalasan"pikir Danur.
__ADS_1
"Menantu... jawab cepat"desak Bu Fatin.
"A-aku ditonjok Lita Ma"Danur mengadu dengan wajah dibuat -buat sedih.
"Appa?!"Bu Fatin jadi naik darah.Lita membulatkan matanya,ia panik.
"Ng-nggak Ma itu fitnah"
"Ma aku nggak bo-ong,terus tadi ************ aku ditendangnya "tambah Danur.
"Lita!!"Bu Fatin makin naik angin.
"Ta- tapi dia yang kurang ajar Ma"Lita berusaha membela diri sendiri.
"Masak suami mau cium istrinya dibilang kurang ajar Ma"Danur tidak mau kalah.
"Iiihhh kau ini,awas kamu ya"Lita bangkit dan membuang bantal kecil yang dipangkunya.
"Lita...beginikah Mama mendidikmu"Hardik Bu Fatin.
"Tapi Ma dia itu kurang ajar "
"Kalau dia mau menciummu,kamu tidak berhak menolak.Malah wajib melayani "
Danur memeletkan lidahnya 👅 karena mendapat pembelaan dari Ibu mertuanya.
"Mama ihhh"
Bu Fatin mengelus kening menantunya.
"Nanti Mama obatin ya menantu"
__ADS_1
Danur manggut-manggut manja.Lita mencebik melihat pemandangan itu.
"Awas kamu ya "Lita membangun kubu peperangan dalam hatinya.Iya tak rela diperlakukan seperti ini.Ingat Danur ini Lita Anggraini.
___Alexia nampak pulas tidur dibalik selimut,ia terlihat sangat kelelahan. Pak Daniel pun dalam kondisi yang sama, tubuh keduanya bugil dibalik selimut.
___Danur membuka pintu kamarnya perlahan seperti maling,ia menyelipkan kepalanya disela pintu untuk melihat kondisi di dalam.Karena ia tahu Lita takkan mudah membiarkan perbuatannya tadi yang mengadu kepada Mamanya.
Tak terduga,Lita sudah berdiri dari tadi dibalik pintu.Melihat kepala suaminya nongol ia langsung menjewer telinga suaminya.
"Aduh aduuuhhhh sakit"Danur merintih kesakitan.Tanpa rasa iba,Lita menarik telinga Danur hingga Danur terpaksa mengikuti langkah istrinya.Dengan menggunakan tangan sebelah,Lita mengunci pintu dan menyeret Danur ke atas tilam.
"Aduuhh ampun... ampun sakiiiiit"Danur terus mengadu.
"Rasain!!"balas Lita tanpa rasa kasihan sedikit pun.
"Ampun Lita ampuuuun"Danur menyatukan kedua tangannya memohon iba.
Lita akhirnya melepasnya.
"Sekali lagi kamu adukan aku ke Mama,aku buat putus telingamu." ancam Lita.
"Iya iya"
Danur mengelus telinganya yang memerah.
"Mangkanya jangan main-main dengan ku,kamu kira aku akan diam saja hah???"
"Iya maaf"Danur menampakkan mimik muka memelas.Lita melengos naik ke atas kasur menarik selimut kemudian memejamkan matanya.
"Kamu mau perang dengan ku???ok akan aku layani...akan ku buat kamu terDANUR-DANUR"
__ADS_1
ucap Danur dalam hatinya.