Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 51 Kesal


__ADS_3

"Morning"


Niat hati ingin menyeruput kopi hangatnya,tapi tertahan karena suara Angelina menyapa.Danur menatap heran melihat Angelina pagi-pagi sudah berada dirumahnya.


"Kenapa pagi-pagi sudah kesini?sudah cantik pulak"Kalimat yang mengintimidasi diakhiri dengan pujian.Angelina tersenyum lalu duduk di kursi kosong disebelah Danur.


"Aku ingin berangkat kerja bersamamu"


"Tapi Kantormu dengan Kantorku sangat jauh"


"Aku akan melakukan projects di Kantor kamu"


"Hah?"


"Biar aku tidak usah bolak-balik dari kantorku ke Kentormu.Seperti yang kamu bilang,jaraknya lumayan jauh.Belum lagi macet "


"Kalau begitu kenapa tidak langsung ke kantorku saja?"


"Baby,mobilku rusak.Itulah kenapa pagi-pagi sekali sudah berangkat agar aku bisa nebeng"


Danur mengangkat kedua alisnya,lalu meneguk kopi yang tertunda.


Mbok Fatma menatap Angelina dengan tatapan dingin,ia tidak suka jika ada wanita lain mendekati Danur selain Lita Anggraini.


"Kamu breakfast apa?"

__ADS_1


"Aku hanya minum kopi saja"


"What??Itu bahaya baby,bisa merusak lambungmu"


"Tuan Muda tidak bisa sarapan pagi tanpa masakan istrinya "Mbok Fatma menjelaskan dengan ketus.


"Ok,pokoknya aku tidak mau tahu,kamu harus sarapan meskipun hanya sepotong roti.Aku akan suapin kamu"Angelina membuka piring lalu mengambil roti,Namun Danur menahannya cepat.


"Kita berangkat sekarang"Ajak Danur.


"No!!Kamu harus makan"Angelina menolak tegas.


"Aku bisa makan di kantor "


"Kamu tidak akan pergi sebelum perutmu terisi sesuatu"


"Danur wait"Angelina meletakkan piringnya tergesa-gesa menyusul langkah Laki-laki incarannya itu.


"Baby wait baby wait kont*mu,jadi perempuan kok murahan sekali padahal cantik,apa nggak laku"Bibir Mbok Fatma meliak-liuk seperti ****** ayam.


__"Assalamualaikum "


"Wa'alaikum salam "Terdengar suara laki-laki mengucapkan salam dan dijawab oleh Retno yang sedang mengasuh Diana.Lita yang masih bersiap-siap menajamkan pendengaran.


"Hey siapa ini,kok cantik banget.Kenalan dong"

__ADS_1


"Aku De om"Retno menjawab dengan suara anak kecil.


"Oh De,kok cantik amat sih "


Terdengar De seperti tertawa riang,hingga Retno dan Damian ikut-ikutan tertawa.Lita segera memakai sepatunya cepat lalu melangkah keluar.


"Eh Pak Damian,sudah lama ya?"Sapa Lita basa-basi.


"Baru saja datang"Jawab Damian"Eh De,itu siapa ya kok cantik sekali hari ini.Biasanya nggak pakek lipstik sekarang kok makek pewarna bibir "


Spontan Lita meraba bibirnya,perasaan dia nggak pakek lipstik.Damian tersenyum,Retno juga ikut-ikutan senyam-senyum.


"Apaan sih Pak,wong aku nggak pakai lipstik"


"Nggak pakek lipstik kok merah ya,merona lagi"Damian makin menjadi menggoda Lita.Lita mendengus kesal.Ia melangkah pergi tanpa kata setelah mencium putrinya.Damian menyusul setelah pamitan dengan Retno.Retno geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya.


__Andin mengernyitkan keningnya melihat lelaki pujaan hatinya semobil dengan perempuan lain.


"Siapa dia?"Tanya Andin ketika Damian baru sampai didepan mejanya.Damian menoleh kearah Lita yang sudah lolos masuk ke dapur.


"Salah satu staf kitchen ku"Jawab Damian santai.Ia duduk berhadapan dengan Andin sambil bersilang kaki."Ada perlu apa,masih jam segini sudah ada disini?"


"Ngapain kamu repot-repot menjemput staf mu?apa dia tidak bisa datang sendiri?"Bukannya menjawab,Andin malah menginterogasi Damian.Damian menautkan kedua alisnya,ia merasa ilfill dengan sikap Andin.


"Dia stafku,bukan urusanmu "Damian sengaja menekankan kalimatnya agar Andin tahu batasannya.Andin mendengus,Ia menatap jalanan yang ramai lalu lalang kendaraan.

__ADS_1


"Aku tanya sekali lagi,mau apa datang kesini ?"


"Aku jadi nggak ada mood untuk membicarakannya"Andin mengambil tasnya lalu pergi begitu saja.Damian hanya menatap tanpa berusaha menahannya pergi.


__ADS_2