Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 77 Suara Hati Yang Mendalam


__ADS_3

Damian meninggalkan Andin tanpa mengatakan apapun lagi.Ia merasa sudah cukup pembicaraan mereka,karena jawabannya tetap akan sama.


"Dam...Dam..Jangan main pergi gitu aja,kita belum selesai"Seru Andin penuh amarah.Damian membalikkan badannya.


"Semua sudah selesai,jawaban kamu tidak bukan??"


"Lalu apa keputusanmu?"


Damian diam,ia memantapkan hatinya untuk mengatakan isi hatinya"Aku akan membantu Lita"


Andin terbelalak,tak menyangka kekasihnya itu tidak menghargai keinginannya.Ia mendekati Damian dengan tergesa.


"Kau...kau tidak menghargai keinginanku Dam.Aku kekasihmu,dia hanya masa lalu.Kamu lebih mengutamakan keinginannya dari pada keinginan ku?"Air matanya sudah tak mampu dibendung.Ia menangis dengan tatapan nanar.


"Lita membutuhkan pertolonganku And,,aku tidak mau meminta kamu mengerti.Tapi ini keputusanku,saat ini dia dalam keadaan tidak berdaya.Seandainya dia tidak buta,aku pasti akan mempertimbangkan keinginanmu.Maafkan aku"Damian berlalu masuk ke dalam tanpa memperdulikan panggilan Andin yang masih belum puas hati.


Andin menghentakkan kakinya beberapa kali,ia meremas tangannya geram.Belum lagi hubungannya seumur jagung,wanita sialan itu datang lagi menggoyahkan perasaan Damian padanya.


"Aku tidak akan membiarkan ini semuanya berjalan sesuai kehendak perempuan itu.Aku akan mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milikku"Ucap Andin dengan penuh kemarahan.


Saat pulang kerja,Damian tidak lagi menunggu Andin.Ia pulang mendahului.Andin menatap mobil Damian yang perlahan lenyap di kejauhan dengan hati yang perih.


Setakat inikah Cinta dan pengorbanannya bagi Damian.Hanya untuk pengalihan hatinya yang terluka.Dan setelah wanita itu datang lagi,ia sudah tidak berharga.


Dengan langkah gontai Andin pulang ke tempat kostnya yang tidak seberapa jauh dari cafe.Hatinya sangat sangat terluka.Tapi ia tidak ingin menyerah,ia akan tetap memperjuangkan cintanya hanya untuk Damian.Sehingga nanti laki-laki itu sadar bahwa hanya dirinya yang sangat mencintainya.


...----------------...


"Ka...bisa nggak kamu berhenti kerja"Ucap Damian kepada adiknya yang tengah menyantap sarapan.


"Kok Kakak tiba-tiba bilang begitu?"Arka menautkan kedua alisnya sambil sibuk mengunyah makanan.


"Kakak ingin kamu mengurus cafe,karena Kakak akan kerja di sebuah perusahaan teman Kakak"


Arka menatap wajah kakak tertuanya dengan penuh selidik.


"Kamu mau yah?"Pinta Damian setengah memaksa.


"Emang Kakak jadi apa di Perusahaan temen Kakak?"Timpal Gilang adik nomor duanya.


"Mungkin jadi Direktur"Jawab Damian.

__ADS_1


"Waaahh gajinya gede dong"Sahut Gilang lagi dengan sumringah.Damian tersenyum tipis.


"Kakak serius?"Tanya Arka masih kurang percaya.Damian mengangguk yakin.


"Jadi mulai besok kamu kerja di cafe,Hari ini kakak tutup sementara waktu"


Arka diam,meskipun ia merasa aneh dengan keputusan Kakaknya yang tiba-tiba.Tapi ia berusaha akur dengan keinginan Kakaknya itu.


___


Setelah Damian membuat janji dengan Lita,akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu dengan Kuasa hukum Danur Wenda siang nanti di kediaman Lita untuk membicarakan tentang pengangkatan Damian sebagai Direktur sementara untuk mengurus perusahaan.


Damian dengan semangatnya memilih pakaian yang pantas untuk menghadiri pertemuan itu.Sampai ia mengabaikan telfon dari Andin.Damian merasa jika ia mendengar ocehan dari Andin,itu akan menggangu moodnya hari ini.


Tapi Damian salah,ternyata Andin sudah menunggu Damian di luar rumah.Andin merasa tidak terima dengan keputusan sepihak yang dibuat oleh Damian,apalagi sampek menutup cafe hanya untuk bertemu dengan Lita.


"Ngapain kamu disini?"Damian kaget melihat Andin duduk di kursi teras depan rumah.


"Nunggu kamu"


"Mau apa lagi??"


"Kamu kok jahat banget sih Dam,aku salah apa sama kamu?"


"Kurang mengerti gimana aku sama kamu Dam?Kamu yang egois"


"Sudah aku tidak mau berdebat lagi,aku sangat sibuk hari ini"


Andin tidak membiarkan Damian pergi begitu saja,ia menahan tangan Damian dengan kuat.


"Lepasin And!!"


"Tidak!!Sebelum kita bicarakan masalah ini baik-baik"


"Bukankah aku sudah membicarakannya semalam,tapi kamu menolak dan tidak mau mengerti"


"Ok!!!Sekarang aku akan mencoba untuk mengerti.Tapi tolong jawab dengan jujur,kamu membantu Lita semata-mata hanya karena kasihan bukan?Atau ada alasan lain??"


"And,semalam aku berusaha membicarakannya denganmu karena aku menghargai kamu sebagai kekasihku.Tapi cara kamu menolak sangat tidak aku suka.Ok!!Mungkin aku egois,tapi apa kamu tahu??Lita tidak punya siapa-siapa yang bisa membantunya kecuali aku.Jika aku tidak membantunya maka perusahaan peninggalan suaminya akan porak poranda"


Andin terdiam,bukan diam menerima tapi diam untuk mengulur waktu guna melakukan sesuatu.Ia sudah memikirkan masak-masak sejak berangkat tadi.Bahwa ia akan bermain cantik untuk mempertahankan hubungannya dengan Damian.

__ADS_1


"Baiklah aku akan dukung keputusanmu"Jawab Andin pada akhirnya.Damian tersenyum,ia mengecup kening Andin lembut.


"Terimakasih,,,sekarang aku harus berangkat dulu yah"


"Aku ikut"


"Tidak bisa sayang...Ini pertemuan khusus dengan kuasa hukum Danur Wenda"


Andin diam,tidak akan semudah itu ia percaya.


"Aku pergi dulu ya "


Andin mengangguk dengan terpaksa,Damian mengelus pipi lembut Andin sebelum ia masuk ke dalam mobilnya.


Seperginya Damian,gadis itu bergegas menaiki taxi online yang ia pesan untuk menunggu di luar pintu gerbang rumah Damian.


Andin meminta si supir untuk mengekori mobil Damian dengan jarak aman.Ia ingin tahu kemana Damian pergi sebenarnya.Kalau ke rumah Lita itu malah bagus,karena Andin memang sangat ingin bertemu dengan wanita itu.


___


Pertemuan Damian dengan kuasa hukum Danur Wenda berjalan dengan lancar.Damian menandatangani surat perjanjian hitam di atas putih,bahwasanya ia menduduki jabatan sebagai Direktur hanya sementara sampai Lita bisa menangani sendiri atau sampai Putri Diana bisa menangani perusahaan sendiri.


Selesai semua urusan,Kuasa hukum Danur Wenda pamit pulang karena masih banyak urusan yang harus ia selesaikan.


"Terimakasih Dam"Ucap Lita penuh rasa syukur.


"Sama-sama Lit..aku senang bisa membantumu"


"Jadi mulai besok kamu sudah bisa kerja ya,Retno akan membantumu disana.Maaf aku tidak bisa mengantarmu karena kondisiku"


"Tidak apa-apa,aku paham kok.Selain Retno siapa lagi?"


"Supir pribadi keluarga disini,dia juga akan membantumu memperkenalkan diri kepada jajaran direksi besok"


"Baguslah"Damian menatap Lita dengan senyuman yang hanya dia yang tahu.Sosok wanita yang sempat mencuri hatinya itu masih saja menggetarkan jiwanya.Namun Damian berusaha menguatkan imannya karena ada Andin yang tak ingin ia sakiti.Meskipun ia sadar,bahwa perasaannya terhadap Andin masih belum mendalam.Namun gadis itu rela melakukan apapun untuknya.


"Dam..."Lita kebingungan karena keadaan sekitar tetiba senyap.


"Iya Lit aku disini"Damian menyentuh tangan wanita buta itu.Lita membalas sentuhan itu.


"Aku pikir kamu kemana??"

__ADS_1


"Aku disini kok,,tetap disini.Tidak kemana-mana "Ucapan Damian begitu mendalam.Seolah-olah itulah suara hatinya.


__ADS_2