Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 94 Ucapan Perpisahan


__ADS_3

"Kamu bagaimana Lit?kok mau saja diduakan,mending kamu minta cerai atau minta Damian menceraikan istri pertamanya"Ocehan Bu Fatin memenuhi ruangan yang dijadikan tempat khusus para tamu.


Lita diam sambil menggenggam erat tongkatnya.Retno mengusap punggung sahabatnya itu.Sebagai tanda support nya sebagai teman.


"Lita pasti punya alasan Ma kenapa dia melakukan itu?"Timpal Pak Samsul.


"Apa alasannya kalau bukan dia bodoh"Bantah Bu Fatin jengkel.


"Ma,,,Lita juga salah dalam hal ini,jika bukan Lita yang minta,Damian nggak mungkin nikah sama Lita.Tapi jika Lita minta cerai,Lita takkan bisa lepas dari Michael.Jadi Lita memilih pasrah saja"Lita mengemukakan alasannya.Bu Fatin terdiam,ia menelaah kalimat dari putrinya.


"Semua ini gara-gara Ibunya Michael,kalau bukan karena dia,nasibmu takkan setragis ini"Gerutu Bu Fatin.


"Sudahlah Ma,tidak usah mencari-cari siapa yang salah.Kita hadapi saja apa yang ada didepan mata "Ucap Pak Samsul. Lita mengangguk setuju dengan pendapat ayahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kaaaaak...Kak Damian pulang"


Suara Sila adik bungsu Damian terdengar lantang.Tangis Andin seketika terhenti,ia seperti tak percaya dengan apa yang ia dengar.Tapi apa salahnya ia memeriksa,Dengan tergesa Andin keluar dari kamarnya.Senyumnya mengembang saat melihat suaminya pulang untuk pertama kalinya sejak mereka menikah.


Ia berdiri mematung dengan kedua netra mengembun karena terharu.Damian tersenyum padanya,lalu menyerahkan tas kerjanya.Spontan Andin langsung menerima tas kerja itu.Dengan lembut Damian menggosok ujung kepalanya"Terimakasih"bisik Damian.


Andin meneteskan air mata,ia tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.Kedua adiknya pun tersenyum bahagia melihat pemandangan ini.


Andin menyusul langkah Damian ke kamar.Ternyata suaminya sudah masuk ke kamar mandi.Segera Andin merapikan kamarnya lalu menyiapkan baju piyama suaminya.


Jantungnya berdetak tak menentu,ia gugup sekaligus terlampau bahagia.Tak sabar rasanya menunggu Damian selesai mandi.Tiba-tiba rasa sesal menggerogoti jiwanya.Ia merasa bersalah karena telah mencurigai suaminya.


Selang beberapa menit,Damian keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.Andin terkesima,meskipun ia sudah pernah melihat Damian telanjang,tapi baru kali ini ia melihat Damian begitu mempesona.Tubuhnya segak,ototnya kekar,dengan dalam keadaan masih sedikit basah,menambah suasana segar dan macho pada diri suaminya.


Andin menelan saliva,akan kah tubuh gagah itu memanjakannya malam ini?


Damian cuek saja menanggapi sikap Andin yang seperti shock melihatnya.Dengan tanpa segan Damian mengganti baju tidur yang tergeletak rapi di atas tempat tidurnya.Lalu ia naik ke atas tilam merebahkan tubuhnya di samping istrinya yang masih duduk terdiam.

__ADS_1


"Kamu tidak mau tidur?"Sapa Damian.


"Ah iya iya"Andin menjawab dengan terbata-bata.Damian tersenyum lalu berbalik memunggungi istrinya.Andin menatap punggung itu dengan nanar.Baru saja ia bahagia,mendapat perlakuan mesrah dari suaminya.Tapi sekarang suaminya tidur begitu saja dan malah memunggungi dirinya.


Sudah tak berhasratkah ia kepadaku??


Andin mengingat semua kata-kata Damian saat terakhir mereka bertemu di Mall tempat kerja suaminya itu.Kata-kata yang sangat menyakitinya,tapi ia bisa apa?Setidaknya sekarang Damian berada disini,disisinya.


Andin merebahkan tubuhnya perlahan,ia memeluk tubuh Damian dari belakang.Tubuh gagah yang sangat ia rindukan,meskipun dari belakang tapi ini nyata bukan khayalan.


Damian membuka matanya yang terpejam dengan perlahan.Ia melirik dengan ekor matanya tangan Andin yang memeluknya erat.Jujur ia risih,tapi ia rasa tak tega mengelak nya.


Damian berpikir tidak ada salahnya jika ia berhenti mengacuhkan Andin.Lagi pula Lita sudah tidak masalah dengan pernikahannya dengan Andin.Hanya Andin saja yang belum tahu tentang pernikahannya dengan Lita.


Apakah ia harus jujur kepada Andin??Apa Andin tidak akan menciptakan masalah baru nantinya?Segala pertanyaan yang tak sanggup Damian tanyakan kepada Andin ia telan sendiri.Dan memejamkan matanya kembali menikmati rengkuhan istrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi sekali Michael mendatangi rumah Lita.Semalam suntuk Michael sudah memikirkan semuanya.Semua tentang hatinya,semua tentang langkah positif yang harus ia ambil.


"Kamu sudah sarapan?"Tanya Lita.Karena Michael datang masih terlalu pagi,sudah pasti dia belum menyantap apapun.


"Belum"Jawab Michael pendek.


"Kalau begitu ayo kita sarapan sama-sama,Mama tengah masak sebentar lagi sudah siap"Ajak Lita ramah.


"Nanti saja,ada yang ingin aku bicarakan denganmu"


Lita terpegun,Apa lagi ini?


"Aku sudah memutuskan untuk pulang ke Jerman bersama Mommy.Rasanya tidak etis jika aku masih disini,pasti aku akan terus terluka"


Lita menelan saliva,kenapa hatinya sakit?

__ADS_1


"Maafkan aku,aku tidak bisa menemanimu sampai akhir.Jaga kesehatanmu,jaga makanmu,bersemangat lah dalam hidup,jangan putus asa,aku doakan semoga penglihatan mu cepat pulih.Dan kamu bisa melihat kembali"


Setiap untaian kata yang terucap seperti Hujaman belati yang menusuk hati Lita.Wanita itu diam mematung.


"Dan nanti jika kamu sudah bisa melihat,jangan lupa lihat fotoku yang ku pajang dirumahmu.Setelah kepergianku,kamu harus kembali ke rumahmu.Akan aku pastikan Mommy tidak akan menginjak lagi tanah Indonesia.Biar dia tidak menyakiti hatimu dan orang tuamu.Aku janji itu!!!"


Lita mengangguk pelan.Ia sekuat tenaga berusaha untuk tidak menangis.


"Ini pertemuan kita yang terakhir,Apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?"


Lita menundukkan wajahnya,tangannya gemetar karena gugup.Ia merasa tak sanggup untuk mengatakan apapun.


"Lit..."


"Hem"Lita mendongak.


"Terimakasih untuk hari-hari bahagia yang kita lalui bersama.Aku sangat senang bisa mengenalmu lebih dekat.Maafkan aku jika aku kasar,arogan,lancang dan selalu membuatmu marah.Tapi semua itu karena aku mencintaimu"


"Aku suka dengan kemarahanmu,aku suka dengan ocehanmu,aku suka dengan wajah merahmu jika marah"


Michael tertawa renyah.Membuat Lita tersenyum dalam luka.


"Semua itu akhirnya hanya sebuah kenangan,padahal aku sudah berpikir bahwa aku akan menikmati ocehanmu setiap aku bangun pagi"


Lita tersenyum hambar,luka itu makin menjadi.Menciptakan perih menyayat hati.


"Sudah dua kali aku tersakiti oleh cinta,yang pertama aku mencintai seorang gadis yang memilih sahabat ku sendiri sebagai pasangannya.Itu tidak seberapa dibandingkan rasa sakit mencintaimu yang akhirnya memilih sahabatmu sebagai suami karena Mommy ku.Semalaman aku mengutuk diriku,kenapa harus menjadi anak Mommy?"


"Mic"Lita mendesis mendengar kalimat terakhir Michael.Pria itu terkekeh.


"Beginilah cinta,deritanya tiada akhir "Michael menirukan nada bicara Chu Pat KAI dalam sinema kera sakti.


"Lit...makanan sudah siap,ayo nak Michael!Kita makan sama-sama"Bu Fatin tiba-tiba datang memotong kisah dari Michael.

__ADS_1


"Baik Tante,aku sudah lapar"Jawab Michael semangat.Bu Fatin masuk mendahului,sedangkan Michael langsung merangkul bahu Lita yang baru saja bangun dari duduknya.Lita tersentap kaget,bola matanya melebar.


"Jangan melotot begitu,aku tidak takut,malah aku ingin mencium bibirmu"Bisik Michael menggoda.Lita jadi gelagapan,ia mengalihkan pandangannya ke lain tempat.


__ADS_2