
"Tak apa kalau kamu tidak mau bekerja sama,aku bisa melakukannya sendiri"Tukas Angelina.Damian tersenyum penuh makna.
"Siapa lagi dia Dam?"Sebuah suara mengalihkan perhatian keduanya.Tanpa disadari oleh mereka,Andin sudah berdiri dengan tatapan menyelidik ke arah Angelina.
"Teman"
"Sedekat itu?"Andin duduk diantara keduanya.
"Kenalin,aku Angelina"Angelina mengulurkan tangannya,namun tak digubris oleh Andin.Malah gadis itu memalingkan wajahnya.
"Dam...aku minta maaf"Raut wajah yang semula penuh curiga kini berubah memelas.
"Untuk apa?"
Merasa diacuhkan,Angelina bangkit lalu pergi setelah berpamitan kepada si empunya Cafe.
"Atas semua perbuatanku yang banyak menyusahkanmu"Sambung Andin setelah Angelina berlalu.
"Kamu tidak seharusnya minta maaf padaku,tapi kamu harus minta maaf sama Lita"
Mendengar nama itu disebut,Andin melengos.Perlahan Damian memegang tangan lembut gadis yang merupakan sahabatnya sejak masa kuliah.Andin terhenyak,ia terpana melihat tangannya yang digenggam oleh laki-laki idamannya.
"Kemana Andin yang ku kenal manja dan bijaksana,selalu ceria dan sedia ada buat teman-temannya.Sekarang Andin yang ada di hadapanku hanya Andin yang angkuh dan sombong"
Netra gadis itu mengembun.
"Aku tidak suka kamu dekat dengan wanita lain,Aku cemburu.Apalagi wanita itu tidak pantas untukmu"
"And...Jujur kamu memang terlalu pantas untukku,tapi..aku yang tidak pantas untukmu"
"Aku akan berhenti hidup foya-foya,Asal kamu memberi aku kesempatan.Aku akan merubah kebiasaan hidupku"Andin berjanji dengan begitu meyakinkan.Damian menarik tangannya,namun Andin dengan cepat meraih tangan itu lagi.
"Aku janji,aku akan berubah seperti apa yang kamu mau"Sorot mata Andin memelas dengan sebuah harapan Damian akan memberikannya kesempatan.
Laki-laki maskulin itu terdiam,pikirannya berkecamuk.Dihatinya terpampang dua jalan,antara bertahan dalam kepedihan atau mencoba mengobati luka dengan perasaan yang akan dicobanya untuk ada.
Ada rasa iba melihat kesungguhan gadis cantik itu.Akhirnya Damian mencoba jalan yang kedua.Ia tersenyum disertai anggukan membuat kedua netra gadis itu berbinar bahagia.
"Sungguh??"
"Jangan bersorak disini,banyak costumer.Tunggu aku pulang"
Andin mengangguk dengan semangat,Damian pun kembali masuk kedalam dapur guna mengontrol pekerjanya.
__
__ADS_1
"Sombong sekali tuh orang,sok cantik sok kecakepan"Gerutuan tak habis-habis mengiringi langkah Angelina menuju mobilnya.Ia sangat tersinggung dengan sikap Andin yang mengacuhkan dirinya.
...----------------...
Suara interkom berdering,dengan cepat Danur mengangkatnya.
"Ya Dil?"
"Pak ada Pak Hendro ingin menemui anda"
"Om Hendro???baiklah.Persilahkan beliau masuk"Titah Danur.
"Baik Pak..."
Danur meletakkan kembali ganggang telfon ke induknya.
"Tumben Om Hendro datang??Apa ini mengenai Angel??"
Belum sempat terpikir apapun,suara ketukan pintu sudah terdengar.
"Masuk"Danur bangkit untuk menyambut kedatangan seseorang yang berperan penting dalam kemajuan perusahaan Almarhum Papanya.
Pintu terbuka,Pak Hendro muncul dengan senyuman terukir.
"Lama kita tidak bertemu Danur,kau semakin tampan saja"Puji Pak Hendro sambil menepuk-nepuk pundak Danur.
"Ah Om bisa aja,silahkan duduk Om"Danur menunjuk ke arah Sofa.Pak Hendro mengangguk,ia melangkah kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.Danur mengambil tempat duduk di sebelahnya.
"Aku lihat semakin sukses saja perusahaan yang kamu jalankan,kabarnya kamu sudah membuka beberapa Mall besar di luar kota"Tak hentinya Pak Hendro memuji kepiawaian lawan bicaranya itu.
"Om ini kalau soal memuji,seperti mau terbang saja saya"Celutuk Danur membuat gelak tawa renyah keluar dari Pak Hendro.
"Ohya Om ada apa datang ke kandang saya?Kalau tidak ada hal penting sangat tidak mungkin Om akan menyambangi saya"Sambung Danur.
"Betul betul betul...Aku kesini ingin membicarakan tentang putri semata wayangku itu Danur"
Degh!!!
Sudah diduga!!
"Kenapa dengan Angel?"
"Dia mengaku sangat mencintaimu dan ingin menikah denganmu.Om tahu kamu sudah beristri,tapi kabarnya kamu akan cerai tapi rujuk lagi?"
Danur tersenyum tipis"Rasanya Angel mengadu kepada Papanya.Aku harus hati-hati dalam berbicara"Ucap Danur membatin.
__ADS_1
"Om,,,saya seorang laki-laki biasa yang banyak salah dan khilaf.Saya melukai hati istri saya,sehingga dia menuntut cerai.Tapi Alhamdulillah saya masih bisa menjaga pernikahan saya Om"
Pak Hendro manggut-manggut menyimak.
"Saya ingin seperti Om,yang hanya mencintai Tante Gania seorang.Sampai beliau meninggal pun Om tetap setia"
Seperti sebuah busur panah yang melesat tepat sasaran.Pak Hendro diam dengan pandangan melantai.
"Maafkan Om Danur"Suara lirih itu membuat Danur terpana"Om akan pastikan,Angel tidak lagi mengganggu hidupmu,Om permisi"
Pak Hendro bangkit dan menyalami anak sahabatnya itu.Ia pergi dengan hati penuh rasa malu setelah mendengar apa yang Danur sampaikan.
Danur menghela nafas sambil tersenyum,akhirnya ia bisa membuat Pak Hendro paham seperti apa hati dan keinginannya tanpa harus bersitegang dengan salah satu investor terbesar di Perusahaan miliknya itu.
...----------------...
Dengan hati tak sabar,Angelina menunggu Papanya diruang kerjanya.Tadi ia diberi tahu oleh sekretaris Papanya bahwa beliau sedang keluar untuk bertemu dengan Danur Wenda.Pasti sekarang laki-laki itu sedang dilema,jika ia menolak keinginan Papanya pasti akan berdampak buruk juga untuk perusahaannya.
Angelina senyum-senyum sendiri dengan bersandar manja di kursi kebesaran orang nomor satu di PT AA GARMEN GROUP.
Melihat daun pintu terbuka tanpa diketuk,Angelina menegakkan punggungnya.Karena itu pasti Papanya.Benar!!Pak Hendro masuk ia mengambil sesuatu dari tas kecilnya lalu dilemparkannya ke atas meja.
Angelina yang semula senang langsung terpana melihat buku warna hijau lumut kecil mengapit secarik kertas.
"Apa ini Pa?"Angelina mengutip buku itu dengan tangan gemetar.
"Besok kamu kembali ke USA,buka bisnis disana"
Mata Angelina membulat"What's???what happen Papa?Bukankah Papa sudah berjanji akan membantu Angel untuk menikah dengan Danur"
Pak Hendro menghela nafas mengatur emosinya"Danur ingin setia seperti Papa setia kepada Almarhumah Mama"
"Bulsyit!!!itu semua omong kosong Pa"Bantah Angelina.
"Pokoknya Papa tidak mau tahu,besok penerbangannya jam 10.00pagi"
"Papa mengusir Angel??"
Air mata itu sudah tidak bisa tertahan lagi,Pak Hendro menarik putri semata wayangnya ke dalam pelukannya"Papa tidak mengusir Angel,Papa ingin Angel mengerti bahwa tidak semua yang kita inginkan akan menjadi milik kita sayang"
Dengan lembut Pak Hendro mengelus ujung kepala putrinya.Angelina diam meskipun masih ada sisa-sisa tangisannya.Hatinya begitu terluka hingga dendam itu semakin membara.
"Jika aku tidak bisa memiliki Danur,maka siapapun tidak boleh memilikinya.Termasuk anak dan istrinya"
Suara hati yang penuh kebencian mengguratkan senyuman iblis yang tersembunyi dibalik rengkuhan Sang Papa.
__ADS_1