
Alexia memperhatikan masakan yang dihidangkan untuk makan malam,ini bukanlah seleranya.
"Mbok bisa buat steak daging nggak ?"Permintaan Alexia spontan membuat Lita dan Danur saling berpandangan satu sama lain.
"Non ini bukan restoran ya"Lita menimpali permintaan Alexia yang tidak masuk akal.
"Tapi dulu waktu para asisten masih banyak mereka bisa buat kok, mereka menuruti semua kemauanku"Alexia tetap saja dengan logatnya yang sombong.
"Ya udah sana cari mereka, Nggak usah makan disini"Gedeg juga lama-lama Lita menghadapi perempuan ganjen ini.Alexia dongkol sekali,ia melihat ke arah Danur Wenda.
"Sayang...kita makan di luar yuk,aku nggak bisa makan makanan ini.Ini kemauan bayi kita loh sayang "Alexia meluncurkan rayuan atas nama bayinya dengan harapan Danur akan menurutinya.
"Kamu aja sana kalau mau makan diluar, minta anter sama pak Lukman.Aku makan dirumah aja karena aku lebih sesuai dengan masakan Mbok Fatma "Danur membela asistennya karena ia melihat Mbok Fatma sedikit sedih mendengar Alexia tidak mau makan masakannya.
Alexia manyun,dia menggeretakkan gerahamnya karena kesal yang terpendam."Ya udah aku nggak mau makan "Ia mengeluarkan jurus terakhirnya.
__ADS_1
"Ya udah sana nggak usah makan kita nggak maksa kok"Jawab Lita dengan entengnya.
Alexia menggeprak meja dan pergi meninggalkan meja makan dengan kesal.Lita senyum-senyum memberi kode kepada Mbok Fatma.Mbok Fatma pun ikut tersenyum lega.
__"Kurang ajar!! sialan banget tuh si Lita, Danur juga! kenapa sih dia kayak nurut aja sama Lita, padahal dulu nggak gitu.Apa Lita pakek pelet lagi untuk nundukin hatinya Danur biar nggak berpaling kepadaku "Alexia menghempaskan tubuhnya ke atas tilam.Ia benar-benar geram dengan semua orang dirumah itu.
Tiba-tiba handphonenya berbunyi, Alexia melihat dilayar ponsel tertera nama Om Daniel.Segera ia menekan tombol hijau.
"Hallo"
"Hay cantik..aku dengar dari temanku katanya kamu menggagalkan fashion show di Paris ? kenapa ?"Suara Pak Daniel terdengar dari seberang sana.
"What ??? kenapa ?? bukankah ini impianmu??"
"Aku hamil om"
__ADS_1
"Hah?? hamil ?? anakku ??"
Degh
Alexia terpaku, benarkah ini anak Om Daniel ?? Bagaimana jika iya??
"Hallo Alex..kau masih disitu??"Panggilan dari Pak Daniel membuyarkan pikiran yang berkecamuk di otak Alexia.
"I-iya om"
"Itu anakku bukan ?? tidak mungkin itu anak Danur karena kamu bilang Danur sudah tidak menyentuhmu sejak kamu menolak pinangannya"
"Aku harap ini anak Danur Om karena sekarang aku tinggal dirumahnya Danur dan menunggu pertanggung jawabannya"Dengan gamblang Alexia menceritakan semuanya.Terdengar gelak tawa yang membuat Alexia risih mendengarnya.
"My Hanny...jika Danur meminta test DNA, bagaimana ??"
__ADS_1
Alexia diam,hal itu juga yang ia khawatirkan.Tanpa menunggu persetujuan dari orang yang menelfonnya,Alexia mematikan hpnya secara sepihak.Ia merengkuh hpnya, dadanya bergemuruh sakit.Ia ketakutan dalam terangnya cahaya lampu.Keringat dingin meleleh diantara sejuknya terpaan AC.Bagaimana jika apa yang ia takutkan terjadi ?? Alexia menangis meraung-raung meratapi kebodohannya.Ia memukul-mukul perutnya berharap ia bisa keguguran dengan menyakiti dirinya.
Andai saja ia setuju menikah dengan Danur? Andai saja ia tidak tergoda bujuk rayu dari Om Daniel ?? pasti hal buruk ini tidak akan terjadi.Bagaimana ia bisa menghadapi ini semua jika apa yang ia takutkan terjadi ??