Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 73 Menyewa Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Angelina mengemudikan mobilnya cepat setelah ia berhasil membuat temu janji dengan seseorang.Ia menepi dibahu jalan yang sedikit condong masuk ke dalam sebuah terowongan tua.Disana ia berdiam diri dalam beberapa saat.


Selang beberapa menit,sebuah mobil Van hitam mendekat,lalu terparkir berjejer dengan mobil Angelina.Mobil itu membuka cermin mobil,begitu pun Angelina.


Gadis itu menyodorkan sebuah amplop coklat,laki-laki didalam mobil itu menerimanya.


"Semua identitas orang itu sudah ada didalam,aku harap bisa mendengar kabar baiknya sebelum aku berangkat ke USA besok"Ucap Angelina tanpa berpaling.Kaca mata hitamnya menyamarkan identitas wajahnya.


Laki-laki itu manggut-manggut sambil memeriksa semua isi yang ada didalam amplop tersebut.


"Berarti aku harus menyelesaikannya malam ini,itu sangat expresss sekali.Ada kwalitas ada harga.Apalagi tanpa jejak"


"Berapa??"


"10M"


Angelina terbelalak,ia menoleh dengan keterkejutan yang bersembunyi dibalik kaca matanya.


"Mahal sekali"


"Kalau keberatan no problem "Laki-laki itu menyodorkan kembali amplop coklat itu kepada Angelina.


"Ok-ok-ok Nanti malam DP nya aku tf,jika tugasmu selesai aku tf sisanya"


"Harus cepat,tak ada DP aku takkan Sudi berbuat amal"


"Baiklah"Angelina menstater mobilnya dan melaju kencang meninggalkan mobil Van tersebut.


Laki-laki misterius di dalam mobil menyeringai,ia pun menstater mobilnya dan pergi dari tempat itu.


Pa tolong transfer uang 10M,untuk uang jajan.Boleh kan Pa?


Pak Hendro membaca pesan chat dari putrinya.Ia tersenyum,lalu dengan segera melakukan transaksi melalui ponselnya ke no rekening putrinya itu.


Begitu tahu ada uang masuk,Angelina sangat senang sekali.Sebenarnya untuk 10M dia bisa pakai uang sendiri.Tapi kalau ada yang gratis,kenapa tidak?


Dengan tanpa membuang waktu lagi,Angelina segera mentransfer uang ke rekening laki-laki tadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dengan senyum mengembang,Danur menghampiri istrinya yang ada diperbaringan.Lita menautkan kedua alisnya memperhatikan wajah sang suami yang sumringah.


"Ada apa ini?Terlihat bahagia sekali"


Danur duduk bersandar disisi istri tercintanya.


"Apa salah jika aku bahagia?"


"Ya nggak salah sih"


"Sayang,,,buat dedek yuk"Rengek Danur sembari bersandar manja di bahu istrinya.


"Apaan sih?"Lita tersenyum geli.

__ADS_1


"Sumpah pengen banget aku sayang"


"Kan udah semalam"


"Pengen lagi"Pujuk Danur.


"Isssyyyy"


Baru saja hendak mencium sang istri,handphone Danur berdering.


"Aduuuh siapa sih,ganggu aja"Danur menggerutu,ia berbalik meraih handphonenya.Alisnya bertaut,Manager di perusahaannya menelfon malam-malam.Pasti ada yang tidak beres.


"Hallo?Pras ada apa?"


"Maaf Pak mengganggu,Data kita dibobol orang Pak"


"Apa??"Punggung Danur menegak"Baiklah aku akan coba cek dari sini"


Talian terputus,Danur bangkit langsung berganti posisi dimeja kerjanya yang tersedia di kamarnya.


"Ada apa Mas??"Lita penasaran.Ia mendekati suaminya lalu berdiri di belakang kursi si suami.


"Ada hacker yang membobol data perusahaan"Jawab Danur tanpa mengurangi konsentrasinya didepan layar komputernya.Lita hanya menyimak apa yang dikerjakan oleh sang suami.


"Tidak..tidak..."Wajah Danur mengeras"Aku harus segera ke kantor"Ia beranjak mengambil jaket hitam yang menggantung di dinding.


"Tapi ini sudah malam Mas"Mendadak perasaan Lita jadi tak enak.


"Tidak bisa sayang,ini tidak bisa ditunda.Nasib ratusan karyawan taruhannya.Aku harus memperbarui sistem data,dan itu hanya bisa dilakukan menggunakan komputer utama"Danur menjelaskan berharap istri akan paham.


"Sayang aku nggak lama kok"Danur mengecup kening istrinya lembut "Tunggu aku pulang ya"


Lita mengangguk meskipun hatinya tak rela.Danur pergi dengan disertai doa dihati istrinya yang sangat mengkhawatirkan dirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setibanya di Kantor,kedatangan Danur di sambut oleh satpam.


"Tumben kesini malam-malam Pak"Tanya satpam itu sambil membukakan pintu mobil untuk Danur.


"Ada hal mendesak,tolong jaga mobil saya ya"


"Baik Pak"


Danur tersenyum lalu bergegas masuk ke dalam Mall yang sudah terkunci.Ia naik ke lantai atas dan sembari berlari kecil menuju ruangannya.


Suasana nampak lenggang,karena hanya ada Danur disitu dan sepasang mata yang memperhatikannya dari kegelapan.


Mata itu menyipit,pertanda si empunya mata tengah menyeringai.


Dengan lihainya,penyusup itu masuk ke dalam ruangan Danur Wenda.Danur yang terlupa membuka lampu,tidak menyadari sosok berbaju hitam dengan penutup kepala berwarna senada sudah berdiri di depannya.


"Hay"

__ADS_1


Danur mendongak kaget,sosok yang hanya terlihat bola matanya itu dengan cepat menusuk tubuh Danur dibagian inti.


Wajah Danur mengeras,ia memegang lehernya,Darah menyembur kemana-mana.Belum sempat Danur mengucapkan sepatah kata,tubuhnya terjerembab ke lantai.Ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan setitik air meleleh disudut matanya.


Pembunuh itu menyeringai,lalu melesat keluar dari ruangan kerja Danur Wenda.


___


Bu Fatin memanggil Lita di kamarnya,ia meminta putrinya untuk datang ke kamar Dede karena bayi yang belum genap satu tahun itu menangis terus tanpa sebab.


Lita pun menyanggupi panggilan Ibunya,ia segera menimang putrinya,menyusuinya,dan berkidung agar bisa reda tangisannya.Namun Dede tetap saja menangis sampai suaranya serak.


"Kenapa ini?tidak biasanya dia seperti ini?"Rungut Bu Fatin.


"Entahlah Ma,apa Mama sudah cek tubuhnya takut tergigit hewan apa gitu?"


"Sudah,sampai aku ganti pampersnya.Tetap saja menangis"


"Ssttt ssttt yah...sebentar lagi Papa datang"


"Memangnya pergi kemana suamimu?"Tanya Pak Samsul.


"Ke Kantor Yah,katanya data perusahaan ada yang membobol.Jadi dia harus memperbaikinya melalui komputer utama"Lita menjelaskan.


"Tapi sudah hampir jam 01.00 pagi kok belum datang"Kecemasan terlihat jelas di wajah Lita.


"Nggak coba kamu telfon?" Bu Fatin memberikan usul.


"Sudah Ma,tapi nggak di jawab"


"Kok perasaan aku nggak enak ya"Bu Fatin mengusap dadanya.


"Aku juga Ma,tadi mau ikut.Tapi nggak diijinin,soalnya cuma sebentar"


"Coba kamu telfon lagi Lit,ini udah malam banget loh.Takut kenapa-napa suamimu"


"Jangan nakutin aku dong Ma"


Tangisan Dede makin keras.Membuat pikiran Lita jadi buyar.


___


Seperti biasa,satu jam sekali satpam yang berjaga akan ngeronda keliling kawasan Mall.Pak Satpam yang tengah berjaga heran karena si empunya Kantor belum ada tanda-tanda keluar.


Ia pun berenisiatif untuk melihat ke dalam.Begitu ia sampai di ruangan Orang nomor satu di perusahaan tersebut,Pak satpam heran karena suasananya gelap seperti tidak ada penghuninya.Tapi aneh komputernya masih menyala.


"Mungkin Pak Bos lagi ke toilet"Ia bermonolog sendiri.Pak Satpam menekan suis lampu, matanya mengedar ke setiap penjuru.Netra tua itu membulat sempurna begitu menemukan seonggok tubuh yang bersimbah darah.


"Pak....Pak.."Suara Pak Satpam tua itu bergetar,Tubuhnya pun gemetar.Tapi ia harus cepat bertindak,mungkin masih bisa diselamatkan.


Dengan perlahan ia mendekati tubuh Danur yang sudah kaku.Darah menggenang dimana-mana.Pak Satpam membalik tubuh itu,ia memeriksa urat lehernya.Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan.


"Paaakkk"Pak Satpam merangkul tubuh Bosnya yang terkenal baik itu.Tak terasa mata tua itu meneteskan air kepedihan.

__ADS_1


"Tolooooong...tolooongggg"Suaranya menggema tanpa sahutan.Ia sadar di tempat ini ia hanya sendirian.Dengan tergesa Pak Satpam merogoh saku celananya,ia mengambil ponselnya dan segera menekan nomor 911.


__ADS_2