
Usai sarapan Michael tak beranjak pulang,ia menemani Diana yang baru saja selesai dimandikan oleh Bu Fatin.Pria itu memang berencana untuk tinggal di rumah Lita dalam sehari ini.Karena nanti malam ia akan pulang kembali ke Jerman.
Disaat itulah Damian datang,pria yang sudah berstatus suami Lita itu ingin mengunjungi istrinya sebelum pergi ke kantor.Ia menemukan kemesraan diantara Lita,Diana dan Michael.Ada rasa cemburu membuak dihati,ingin rasanya ia menegur mereka tapi ia harus bisa mengendalikan diri.Ia juga khawatir takut Michael sudah tahu posisinya yang sudah beristrikan Andin.
"Khem khem khem"Damian berbatuk-batuk kecil membuat Michael menoleh.
"Hey Bro"Sapa Michael.Damian mengulas senyum meskipun hanya setengah hati.Ia menghampiri ketiganya.
"Baru saja aku tanyakan kamu kenapa nggak kelihatan,kata Lita kamu ke luar kota"Sambung Michael.Damian menatap istrinya yang menyibukkan diri dengan bercanda bersama putrinya.Mungkin ia canggung.
"Ah iya,ini aku baru datang"Jawab Damian gelagapan.Michael tersenyum.
"Apa kamu pergi ke kantor hari ini?"Tanya Michael lagi.
"Iya sebentar lagi,aku masih ingin melepas lelah dengan menatap istriku dulu"Jawab Damian dengan tatapan penuh kasih kepada istrinya.Lita tersenyum getir.
"Ohhh begitu,emmmm boleh kan bro aku seharian disini.Nanti malam aku sudah mau pulang ke Jerman"
"Pulang ke Jerman??"Damian mengulang perkataan Michael.
"Iya,,, karena setelah ini mungkin aku takkan datang ke Indonesia lagi,kecuali jika Putri Diana sudah berumur 18tahun.Karena saat pengesahannya menjadi CEO itu akan membutuhkan tanda Tanganku"
Damian manggut-manggut menanggapi penjelasan Michael.Ia tersenyum sambil menepuk pundak sepupu Danur Wenda itu.
"Tak apa Bro aku tak masalah,karena aku percaya pada kalian berdua"
Michael tersenyum penuh rasa bahagia.Ia mengangguk sebagai tanda Terimakasih.
"Ya sudah,aku berangkat dulu ya sayang.Nanti malam aku pulang kok"Damian mengecup kening istrinya.Secara refleks Michael memalingkan wajahnya.Hatinya berdenyut sakit.Lita hanya mampu menjawab dengan anggukan yang disertai senyuman.
Damian beranjak kemudian,ia berangkat kerja setelah mencium gemas Putri Diana.
Michael menelisik wajah Lita yang seperti menyimpan sesuatu.Sejak kedatangan Damian,senyuman wanita itu seperti terkesan dipaksakan.
"Lit..."Panggil Michael lembut.
"Hem"Lita mengangkat wajahnya.
"Apa kamu bahagia dengan pernikahanmu?"
Lita diam tak menanggapi,ia seolah-olah tak mendengar pertanyaan Michael.
"Jangan buat hatiku tak tenang Lit,jika kamu tidak bahagia aku siap tinggal disini lebih lama lagi"
Lita tersenyum simpul,ia menggeleng pelan.
"Kebahagiaan seseorang punya takaran berbeda-beda Mic,jadi kamu tidak bisa langsung menilai aku tak bahagia"
Michael terdiam mendengar jawaban dari Lita.Tapi ia tak yakin Lita bahagia,hanya saja ia tak bisa berbuat banyak karena ini adalah pilihannya.
___
__ADS_1
Sore hari,Michael pamit.Rasa berat hati ia melepaskan orang yang ia kasihi.Namun ia harus kuat,sebelum kembali ke rumah.Michael menyempatkan diri untuk menemui Damian di Kantor.Kebetulan Damian baru saja selesai miting dengan klien.
"Hay"Sapa Damian sembari menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.Michael mengulas senyum kegetiran.
"Sudah mau berangkat?"Sambung Damian.
"Sebentar lagi"
"Ikut penerbangan jam berapa?"
"9Malam"
"Ohhhh,apa perlu aku hantar?"Damian menawarkan diri.
"Tidak perlu, nanti Lukman yang akan mengantar ke Bandara"
Damian mengangguk mengerti.
"Dam,,,aku titip Lita ya,,,tolong bahagiakan dia"Pinta Michael penuh harap.
"So pasti,aku mencintainya lebih dari yang kamu tahu"
"Baguslah,maaf jika aku lancang meminta hal ini.Kamu tahu kan hatiku masih miliknya"
Damian mengangguk mengerti.
"Jika apa-apa terjadi,jangan sungkan untuk menghubungiku"
"Terimakasih "Michael menepuk pundak Damian beberapa kali"Aku pulang dulu"Ia bangkit dari duduknya diikuti oleh Damian.
"Hati-hati dijalan"
Michael tersenyum,keduanya saling merangkul satu sama lain.Seperti tidak pernah ada pertikaian diantara mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pesawat akan segera lepas landas,Michael menatap keluar jendela pesawat.Gemerlap lampu yang menghiasi Bandara Soekarno-Hatta seperti tak mampu menghapus luka dalam dirinya.
Ada rasa sesal dihati,kenapa ia harus bertemu dengan Lita?Sehingga menimbulkan cinta yang tak tergapai.
Ny Dara yang duduk di samping putranya cuek saja menyaksikan Michael yang tengah gundah gulana.Bukan ia tak perduli,namun yang terpenting baginya saat ini adalah Michael kembali ke Jerman bersamanya dan jauh dari janda Danur Wenda.
Ia merasa tak rela jika putra kesayangannya harus memilih seorang istri yang tidak sepadan dengannya.Diam-diam Ny Dara tersenyum penuh kemenangan.Ia juga salut kepada istri Danur Wenda karena mampu menunaikan janjinya.Meskipun harus melukai hati putranya.
Beberapa Pramugari berdiri di depan,tengah,dan belakang.Memberi petunjuk kepada para penumpang tata cara menaiki pesawat dengan aman dan nyaman.Juga panduan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Itu sebagai tanda bahwa Pesawat akan segera lepas landas sebentar lagi.
"Selamat tinggal Cinta,semoga kamu bahagia selalu disana"Bisik hati Michael dengan tatapan tetap tertuju ke luar jendela pesawat.Punggung tangannya menghapus air mata yang meleleh di pipinya.Sungguh sangat menyakitkan.
___
__ADS_1
Dilain tempat,Damian penuh antusias menyantap makan malam bersama Lita dan keluarganya.Ia makan dengan lahap sekali.Hatinya tenang karena mulai sekarang ia sudah tidak punya saingan.
"Malam ini aku tidur disini ya"Pinta Damian.
"Apa Andin sudah tahu?"Tanya Lita.
"Belum"
Lita terdiam sesaat"Jika dia belum tahu,sebaiknya kamu pulang.Aku malas untuk menghadapi keributan "
"Tapi aku ingin bersamamu,aku sudah kasih tahu dia kalau aku akan lembur"Damian memberikan alasan.
"Aku tidak bisa,pulanglah"
Damian diam membisu,helaan nafas yang panjang menandakan ia sedang kurang baik-baik saja.Lita meraba-raba menggenggam tangan suaminya.
"Besok kamu bisa kesini,tanpa harus ke kantor.Andin takkan tahu bukan?"
Seketika wajah Damian berbinar.Ia mengangguk setuju dengan usul dari istrinya.
"Jadi malam ini kamu bisa pulang ke rumah Andin"Sambung Lita lagi.
"Nantilah,aku ingin rebahan dulu di kamar"Jawab Damian.Lita tak bersuara lagi.
Lepas makan malam,Damian membimbing istrinya masuk ke dalam kamar,dengan alasan ingin menikmati kebersamaan setelah lama tertunda.Awalnya Lita enggan,tapi karena bujuk rayu suaminya ia pun menurut meskipun terpaksa.
Damian meminta Lita untuk menyandarkan kepalanya ke dadanya yang bidang.Keduanya duduk bersandar di hulu tilam.Sesekali Damian mengecup hangat kening istrinya itu.Sebenarnya jiwa lelakinya telah naik,tapi ia tidak mau melakukan kesalahan yang sama.Jadi ia menunggu Lita yang menginginkannya.
"Sayang,,,aku tenang sekali jika setiap hari begini.Boleh kan jika setiap hari aku begini?"
Lita tersenyum pahit,hatinya sakit terasa.Pikirannya justru tertuju kepada Michael,pasti dia sudah berada dalam pesawat? Pikirnya.
Tak menemukan jawaban,Damian mengangkat dagu istrinya.Ia mengulumnya tanpa memberi aba-aba.Lita terhenyak,namun yang ada dalam pikirannya itu adalah ciuman Michael.Mata yang membulat perlahan terpejam.
Mendapat lampu hijau,Damian menggencarkan serangan.Deru nafasnya memburu,ia sungguh bernafsu sekali.Niat hati ingin menindih tubuh istrinya,namun tertahan oleh tangan Lita yang menghalang.
Yah Lita menyadari itu bukan Michael,Ia mendorong wajah Damian agar mereka berjauhan.
Damian ingin sekali lagi mencium istrinya namun Lita menolak "Aku belum siap Dam?"
"Lalu kapan kamu akan siap?"Ucap Damian gusar.Lita tak bergeming.Damian sangat kesal, hasratnya sudah naik ke ubun-ubun tapi tak dapat tersalurkan.Ia pun pergi begitu saja dari kamar istrinya.
Lita menyadari kepergian Damian,namun ia tetap diam ditempat tanpa berbuat apa-apa.
___
Sampai di rumah,Damian menemukan Andin yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai lengiere merah transparan.Sangat kontras sekali dengan kulitnya yang putih.
Keduanya terpegun,hasrat yang belum tersalurkan membuat Damian langsung menyergap tubuh milik Andin.Ia menuntaskan hasratnya kepada wanita yang pasrah dalam pelukannya.
Kini apa yang dirindukan wanita itu terobati,ia membalas semua serangan yang digencarkan oleh suaminya.Sampai keduanya tergeletak dalam kepuasan yang tak terkata.
__ADS_1