Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 44 Pencarian Lita


__ADS_3

"Tuan"Lukman menghampiri Majikannya yang celingukan sambil memanggil-manggil nama istrinya.


"Eh Man,kamu lihat istriku?"Danur bertanya mungkin Lukman tahu Lita kemana.


"Loh, bukannya Nyonya didalam Tuan"Lukman yang tidak tahu apa yang terjadi menjawab seputar pengetahuannya saja.


"Ahhh"Danur kesal sekali,ia sangat frustasi.Apa mungkin pulang ke Rumah orang tuanya?Bisa jadi"Man antar aku ke Rumah mertua"Titah Danur.Ia masuk ke dalam perut mobil mendahului supirnya.


__"Hah Lita pergi?"Bu Fatin terkejut sekali,baru kemarin Lita pulang sekarang kok pergi lagi.Ia beradu pandang dengan suaminya."Apa kamu mengusirnya setelah tahu dia hamil ?"Bu Fatin menyelidik.


"Nggak Ma,aku nggak sejahat itu.Aku sangat mencintai Lita"Bantah Danur.


"Lalu kenapa dia sampai pergi lagi?"


"Mungkin dia sakit hati karena aku tidak mempercayainya.Dan seperti dugaan Mama,aku pikir dia hamil dengan orang lain"tatapan mata Danur menjadi sayu bila mengingat begitu sakit pastinya hati Lita.

__ADS_1


"Lah iya wong kamu mandul,jadi pasti"Pak Samsul menutup mulut istrinya menggunakan koran yang baru saja ia baca.


"Bicara tu dijaga, jangan seenaknya Mettu.Kok mulutmu kalah sama pantat,mau kentut senyap-senyap"Pak Samsul dengan tegas memprotes istrinya.Bu Fatin memonyongkan bibirnya.


"Aku nggak mandul Ma, Lita benar hamil anakku"Ucap Danur setelah menyimak pro-kontra dari mertuanya.Kedua pasutri itu terperangah dengan pengakuan DANUR.


"Tapi kata Dokter yang memeriksa Lita kan"Bu Fatin menggantung kalimatnya.


"Apa kata Dokter hayo jawab? Kalau Dokter itu sembarangan memprediksi Seseorang akan aku tuntut!"Pak Samsul emosi sekali.Wajahnya sampai memerah dan urat lehernya menegang.


"Bener"Bu Fatin membenarkan dengan cepat.


"Dokter Selfi tidak bilang aku mandul Ma, tapi kurang subur"Sambung Danur.


"Nah ini puncak masalahnya,Mama salah menafsirkan kalimat dari Dokter.Dan sekarang lihat,anak kita yang menjadi korbannya.Mau dicari kemana anak kita sekarang"Pak Samsul memukulkan surat kabar yang dipegangnya ke atas meja.Bu Fatin terkejut oleh suara keras dari hantaman surat kabar tersebut.Tapi ia diam dan menyorok mundur takut nanti kepalanya yang jadi sasaran surat kabar itu.

__ADS_1


"Sekarang sudah larut malam,tidur dimana anakku itu"Mata Pak Samsul menatap kosong keluar ruangan."Aku sudah bilang Lita nggak mau berbuat yang aneh-aneh.Dia anak yang baik"Suara pak Samsul terdengar serak,seperti menahan tangisan.


"Aku akan berusaha mencarinya Yah,Ayah tenang saja"Danur meyakinkan Ayah mertuanya,Pak Samsul hanya mengangguk lemah.


"Coba ditanyakan sama temen-temennya menantu.Mungkin mereka tahu"Bu Fatin memberikan usul,Namun begitu ia mendapat lirikan sinis dari suaminya ia menarik mundur lagi.


"Yang Aku tahu temennya cuma Susi dan Raka.Susi sudah pasti tidak tahu.Kalau Raka dia pindah ke Bandung tadi siang karena tugas"


"Siapa tahu dia menyusul Raka?"Bu Fatin sangat bersemangat sekali.Danur mencoba menela'ah.Benar bisa saja Lita meminta pertolongan Raka lagi.


"Tapi Susi tidak bersedia memberikan nomor telfonnya Raka Ma"


"Kita datangi saja ke Rumah sakit, sekalian kamu konsultasi juga sama Dokter itu besok"Bu Fatin memberikan usulan.Danur manggut-manggut tanda mengerti.


"Ya sudah Nak menantu istirahat saja dulu disini.Besok kita ke rumah sakit bisa bareng"Pak Samsul memberikan lampu hijau atas ide istrinya.Danur mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2