Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 67 Perangkap Angelina


__ADS_3

Danur naik ke atas kasur dan bersiap untuk tidur.Ia merapikan bantal disisinya sambil menepuk-nepuk meskipun sebenarnya tidak kotor.Ia lakukan demi mempersilahkan Istri tercintanya untuk istirahat.


Lita naik ke atas perbaringan setelah memoles sedikit wajahnya dengan serum.Lalu ia merebahkan tubuhnya dengan rileks.


"Gimana tadi disekolah?"Danur membuka topik pembicaraan sebelum tidur.


"Seperti biasa"


"Capek nggak?"


Lita menggeleng.


"Kalau gitu bisa nggak malam ini kita melepaskan rindu"Pinta Danur dengan senyuman menggoda.Lita melirik sepintas suaminya.Lalu diam tanpa ekspresi.Senyum yang tadi terulas,pudar oleh raut wajah yang tak bersahabat yang ditampakkan oleh istrinya.


"Sejak kita bertemu,kamu selalu begini.Kamu sudah tak mencintaiku lagi?"


Lita menarik nafas dalam-dalam,dadanya berdenyut sakit.


"Apa kamu masih belum bisa memaafkan aku?"Danur tak menyerah.Meskipun tanggapan istrinya sama.


"Apa yang harus aku lakukan biar kamu bisa memaafkan aku?"


"Aku masih mencintaimu"Tiba-tiba Lita mengungkapkan perasaannya"Tapi luka yang dibuat oleh orang yang kita cintai itu sangat sakit dan mendalam.Apalagi kamu menuduhku bukan hanya sekali?"


"Maafkan aku sayang"Danur meremas tangan istrinya yang bersilang diatas perutnya.


"Jika kamu memang benar-benar menyesal,Apa salahnya jika bersabar sampai aku bisa menerima keadaan"


"Baiklah,aku akan menunggumu"Danur mengkuotakan janji dengan senyuman penuh arti.Lita membalas senyum itu dengan begitu manis.


Danur memberikan lengannya agar sang istri merebahkan kepalanya disana.Lita pun memenuhi keinginan sang suami.Ia tidur dalam dekapan suaminya dengan tenang.


...----------------...


"Sayang,,,nanti siang aku yang hantar kamu ngajar ya"Pinta Danur disela suapannya.Lita mengangguk sambil sibuk mengunyah sarapannya.


"Pak,boleh nggak saya nebeng"Tiba-tiba Retno menyampuk.


"Loh motormu kemana?"Lita bertanya heran.


"Masuk bengkel,kemarin aku pulang naik gojek"


"Ya udah nggak apa-apa"

__ADS_1


"Terimakasih Pak"Retno begitu kegirangan.


"Sama-sama,cepat habisin sarapannya.Kamu kan nggak boleh telat.Kalau aku sih nggak masalah"


"Baik Pak"Dengan segera Retno mempercepat makannya.Ia harus menjaga image yang baik didepan orang nomor satu di tempat ia bekerja.Meskipun sekarang ia tinggal satu atap dengan orang tersebut.


____


Seperti yang sudah dijanjikan,Danur mengantar istrinya pergi mengajar.Setelah cipika-cipiki,Lita pamit untuk masuk kelas.Danur mengijinkan disertai anggukan dan senyuman.


Setelah istrinya lenyap dibalik pintu gerbang,Danur baru mengemudikan mobilnya meninggalkan pelataran sekolah yang mirip seperti stadion itu.


Dari kejauhan,Damian menyaksikan pasutri itu.Ada tepian hatinya yang begitu ngilu.Tapi ia mengabaikannya,dengan gencar pria maskulin itu masuk ke dalam ruangan tempat latihan silat.


Seperti biasa ia akan duduk di kursi penonton,menunggu wanitanya merehatkan diri.


Lita mengulas senyum begitu melihat kedatangan Damian,seorang pria yang pernah mendatangkan gemuruh dihatinya walau hanya sesaat.


"Kok datang kesini?kan Sila jadwalnya masih lusa"Tanya Lita begitu Damian duduk sejajar dengannya.


"Aku kesini untuk menemuimu"Jawab Damian santai.


"Ada apa?"


"Kangen"Jawaban yang singkat namun mampu meleyotkan wajah Lita.


"Aku sudah bersuami"Lita mencoba memperjelas statusnya.


"Aku tahu,tapi itu tidak akan mengubah haluan hatiku"


"Tapi itu akan melukai hatimu"


Damian menatap lurus ke depan,banyaknya manusia dan hiruk pikuk suara orang yang sedang latihan tidak membuat suasana hatinya menjadi bising.Justru ia merasa terasing disudut ruang yang dalam dan gelap.


"Dam"Sentuhan lembut Lita dilengannya membuat Damian terpana"Aku tidak ingin menyakiti pria baik sepertimu,Alangkah bagusnya jika kita berteman saja"


Tatapan keduanya saling bertembung,hampir saja Damian hilang kendali.Namun ia memilih membuang muka.


"Hari ini Cafe sudah buka kembali,anak-anak pada ngeluh.Sebelum mereka demo jadi aku buka dulu"Damian menahan tawa dibalik senyumnya.


"Ya iyalah,liburnya kelamaan.Nanti gajinya cuma dapet berapa?"


"Nggak kok,aku berencana membayar gaji mereka full bulan ini.Karena ini kesalahanku"

__ADS_1


"Jangan lupa bayar gaji ku loh"


"Iya iya,,,tapi ambil sendiri ke rumah ya"Goda Damian.


"Emmoh"Tolak Lita dengan bibirnya yang monyong.Membuat Damian makin gemes.


___


"Pak"Seru Dila selaku sekretaris DANUR Wenda,Ia bangkit dari kursinya begitu melihat sosok Bosnya.Langkah Danur terhenti.


"Ya ada apa Dil?"


"Ada Bu Anggelina di dalam"


Danur menatap pintu ruang kerjanya,lalu ia menganggukkan kepala tanda mengerti.


Begitu pintu terbuka,spontan Angelina bangkit disertai senyuman termanisnya.


"Hay..."Sapa gadis cantik nan semampai itu,ia maju menghampiri kursi dihadapan meja kerja Danur,Dan duduk setelah laki-laki pujaan hatinya duduk.


"Ada apa?"Tanya Danur dengan ekspresi wajah yang datar.


"Besok ada miting dengan klien jam sembilan yah"


"Kenapa tidak menjadwalkannya dengan Dila saja?"


"Kamu males yah bertemu sama aku?"Angelina mendadak sendu.


"Bukan,bukan itu.Tapi biar kamu tidak terlalu lama menungguku"Danur jadi merasa bersalah.Angelina tertunduk menutupi wajahnya yang berlinang airmata.Namun meskipun sudah ditutupi,tubuh Angelina bergetar karena menangis tersedu-sedu.


Danur bangkit menghampiri sahabatnya itu,ia mengelus punggung Angelina lembut.


"Maafkan aku,aku tidak bermaksud membuatmu menangis"Danur jadi serba salah,Maksud hati ingin mendirikan tembok dinding diantara dia dan Angelina yang sangat terlalu agresif.Tapi malah membuat luka yang tak diinginkan oleh Danur Wenda.


Angelina bangkit dan langsung memeluk pria dihadapannya.Danur membeliak lebar,Ia sungguh tak menduga akan mendapatkan perlakuan yang begitu mengejutkan dari sahabatnya itu.


"Angel,,,jangan kayak gini dong"Danur berusaha melerai pelukan Angelina.Tapi bukannya lepas,malah semakin erat.


"Biarkanlah seperti ini Danur,meskipun beberapa saat.Aku ingin menenangkan hatiku"Lirih Angelina begitu dekat di daun telinga.


Danur adalah laki-laki normal,hembusan nafas Angelina ditelinganya membangunkan hasrat birahinya.Namun Danur diam tak bergeming,berusaha menahan gejolak yang membara.Hanya salivanya yang beberapa kali tertelan karena tenggorokannya kering.


Adegan pelukan itu terjadi dalam waktu sekian menit,Angelina tersenyum licik bersembunyi di dada bidang milik pujaan hatinya.Ia enggan melepaskan karena merasa Danur diam menikmati.

__ADS_1


Wajahnya terangkat pelan hingga ia beradu pandang dengan lekat sekali.Perlahan ia mendekatkan wajahnya hingga tiada jarak,baru saja bibirnya menyentuh bibir tipis Danur,Laki-laki itu sontak mendorongnya hingga terjerembab ke atas kursi yang tadi ia duduki.


"Aku mohon kamu keluar sekarang Angel!!!"Danur membentak keras wanita yang masih terpana dengan perlakuannya.Wajah Angelina memerah,ia meraih tasnya lalu berlari keluar karena malu oleh penolakan Danur.Padahal ia sudah berpikir bahwa Danur sudah jatuh dalam perangkapnya.Tapi ternyata,TIDAK!!


__ADS_2