Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 59 Menipu Hati


__ADS_3

Danur menyusul istrinya yang sudah menunggunya di luar.Lita melipat dada bersandar di badan sepeda motornya.Ia sengaja memilih tempat itu agar tidak usah berlama-lama bertemu dengan Danur.


Danur tersenyum penuh semangat menghampiri istrinya,ia langsung merengkuh Lita ke dalam dekapannya."Aku sangat merindukanmu sayang"Ungkap Danur menjiwai.


Lita mendorong tubuh Danur agar menjauh darinya,ia merasa risih dengan sikap Danur yang sok romantis itu.Danur terpana mendapat perlakuan yang begitu dingin dari istrinya.


"Sayang,apa kamu tidak merindukan aku?"


"Danur,aku mohon jangan buang waktuku hanya untuk bersikap sok manis,sok romantis.Aku harus segera pulang,sekarang katakan apa maumu?"Lita berucap begitu tegas walaupun hatinya terluka.Yah terluka oleh sikapnya sendiri yang tidak ingin pria dihadapannya tahu betapa ia sangat merindukannya.


Danur diam, sebegitu bencikah istrinya kepada dirinya?sudah pupuskah rasa sayang dihatinya?Berbagai macam tanya muncul dalam diamnya Danur.


"Kalau kamu tidak mau mengatakan apapun,aku pergi"Lita bergerak ingin menaiki sepeda motornya.Dengan cepat Danur menahannya.


"A-aku minta maaf,a-aku terlalu banyak salah padamu.Kamu mau marah,mau pukul aku atau mau bunuh aku sekalian.Aku ikhlas,,,tapi....jangan minta cerai dariku"Suara Danur bergetar,menahan sesak di dadanya.


"Kenapa masih mempertahankan diriku?sedangkan disisimu sudah ada wanita lain?"


"Wanita lain?siapa maksudmu?"Danur menoleh kearah belakang tubuhnya.Ia melihat Angelina berdiri memperhatikannya."Angel?? Apa dia yang kamu maksud wanita lain?"


"Kamu bukan anak kecil lagi Danur"

__ADS_1


"Dia bukan siapa-siapa aku Lita,dia hanya rekan bisnis"


Lita tersenyum sumbang menanggapi pembelaan Danur"Rekan bisnis??Seperti Alexia?"


"Lita,sumpah demi anak kita aku tidak...."


PLAK!!!


Sebuah tamparan mendarat dengan mulus dipipi Danur.


"Jangan sebut-sebut anakku untuk sumpah busukmu itu,dia tidak pernah mengenalmu dan selamanya tidak akan pernah mengenalmu"Dengan penuh emosi Lita menaiki sepeda motornya lalu pergi.


Danur terus saja membuntuti istrinya,Lita bukan tidak tahu.Tapi dia merasa apapun itu,dia harus menghadapi.Dia tidak mau bersembunyi lagi dari Danur.


Seperti biasa,Lita akan memasukkan motornya ke dalam kosannya.Danur dengan sigap membantu Lita mendorongnya dari belakang.Dan otomatis dia ikut masuk kedalam.Tanpa rasa bersalah atau gimana,Danur santai saja duduk di kursi ruang tamu.


"Jadi disini kamu tinggal sayang"Danur memperhatikan sekeliling ruangan itu.Ia manggut-manggut seperti menilai sesuatu.


Retno yang tidak tahu jika ada Danur,ia keluar dengan baju tidurnya sambil mengucek-ngucek matanya.


"Udah pulang?"Tanya Retno masih belum menyadari keberadaan Danur.Lita hanya merespon dengan anggukan."Hah??"Retno mengap melihat orang nomor satu ditempat ia bekerja sedang berada di kosannya.

__ADS_1


Danur melemparkan senyuman membuat Retno langsung berlari masuk kembali ke dalam kamar.


"Jadi kamu tinggal sama dia?pintar sekali dia menyembunyikan rahasia.Sampai aku tidak pernah berfikir tentang temanmu itu"


"Jangan pecat dia,karena itu permintaanku"Lita datar saja intonasi bicaranya.


"Aku tidak mungkin memecatnya,justru aku harus berterima kasih padanya karena telah menjagamu dan juga anak kita"


"Ini sudah malam,aku harap kamu segera pulang"


Danur melihat jam dipergelangan tangannya"Sebenarnya aku ingin melihat anakku"


"Kamu tidak malu mengakui dia adalah anakmu"Sindir Lita sengit.


"Maafkan aku sayang"


"Pulanglah cepat,aku capek"


Danur tertunduk,dia harus ekstra sabar menghadapi istrinya disaat sedang marah.Bagaimanapun dia harus bisa membuat Lita kembali kepadanya.Harus!!!


Dengan setengah hati,Danur bangkit lalu melangkah keluar.Sebelum pergi dia berjanji akan kembali tapi tak ditanggapi oleh Lita.Malah pintu ditutup tepat didepan batang hidungnya.

__ADS_1


__ADS_2