Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 62 Terang Terangan


__ADS_3

"Lit"Retno menghampiri sahabatnya yang tengah bersiap-siap untuk pergi kerja"Tadi cewek yang dekat dengan Bos datang ke kantor nyariin Bos,saat itu aku lagi ada disitu.Jadi aku bilang aja kalo Bos ada di mari.Wajahnya langsung memerah kayak udang rebus"Retno cekikikan sambil menutup mulutnya sendiri.


Lita tersenyum "Iya tadi dia kesini,tapi kayaknya mereka bertengkar deh"


"Ohya?"


Lita mengangguk memastikan.


"Pasti dia patah hati,ganjen banget sih jadi cewek"Celoteh Retno.


Lita merapikan bajunya setelah siap memakai sepatu.


"Terus gimana tadi ceritanya,seru nggak didatengin dua kumbang"Retno mengemukakan rasa ingin tahunya yang sejak tadi ia pendam.


"Seru apaan,yang ada geddhek tahu nggak"


"Kok bisa?padahal kan dua-duanya cakep.Kalau aku jadi kamu waaaaahhh nggak kebayang betapa bahagianya hidupku"Retno merentangkan kedua tangannya.Lita hanya geleng-geleng kepala.


"Aku berangkat kerja dulu yah,titip Dede ya"Timpal Lita sambil mendorong mundur sepeda motornya.


"Lit,,,apa keputusan untuk cerai tetap akan kamu lakukan setelah mendapat perlakuan yang Soo sweet dari Bos?"Retno terus saja bertanya seperti reporter.


"Tetep dong"Jawab Lita pendek.


"Kamu akan pilih Bos kamu ya?"


"Siapa bilang?aku lebih enjoy sendiri,nggak ruwet"Lita memakai hlemnya siap untuk berangkat.


"Jangan gitu dong,nggak baik.Kasihan Dede,dia butuh sosok seorang Ayah"


"Kami baik-baik saja kok"Bantah Lita.


"Yah sekarang,Dede masih kecil belum tahu ngomong.Nanti kalau sudah gede,ngeliat teman-temannya punya Ayah pasti dia akan bertanya tentang Ayahnya.Pasti dia akan merindukan sosok Ayahnya seperti teman-temannya.Mau kamu Dede begitu?"

__ADS_1


Lita tercenung diatas sepeda motornya,perkataan sahabatnya ada benarnya.Apakah ia akan tega membiarkan anaknya besar tanpa sosok Ayah?


"Mending kamu pikir-pikir dulu yah"Retno menepuk pundak Sahabatnya itu.Lita tersenyum sumbang,ia pun menstater motornya lalu melaju pelan keluar dari halaman Kost-an nya.


Retno menatap punggung Lita yang lenyap dibalik tembok biru,ia bergegas masuk tak lupa mengunci pintu dari dalam.


***


Damian menghampiri Lita yang sibuk membersihkan sisa-sisa makanan ke dalam tong sampah.


"Lit,,,"


Lita menoleh tanpa menghentikan aktivitasnya.


"Ada salam dari adikku,katanya kapan kamu bisa ngajar lagi?"


Lita tersenyum"Saya akan balik bertanya,kapan saya bisa cuty?"


"Kamu bisa cuty kapanpun kamu mau"


"Benarkah?"


Damian mengangguk.


"Nanti pasti potong gaji"


"Nggak bener,aku nggak akan potong gaji kamu"


Lita mendelik,ia mencari kejujuran di dalam kalimat yang diucapkan oleh Damian.


"Asal aku diijinkan untuk menemani kamu"


Lita sudah mengecam pasti ada kata "Asal"Sesudahnya.Lita menyusun piring yang sudah ia bersihkan sampahnya,lalu dibawanya ke tempat pencucian.Damian mengekori disetiap gerak kerja si Lita.

__ADS_1


"Lit"


Lita menoleh lagi tanpa bertanya.


"Nanti boleh nggak aku antar kamu pulang?"


"Saya kan naik motor Pak"


"Aku bisa ikutin kamu dari belakang,atau kamu taruh saja motormu disini"Tanpa segan Damian menawarkan usulan.Lita hanya senyam-senyum sambil geleng-geleng.


"Maaf kalau aku lancang,aku hanya khawatir akan keselamatan kamu"


"Pak,,,,udah berapa lama saya kerja disini.Kok baru sekarang yang khawatir.Bapak kan tahu saya siapa?"Lita berusaha berdalih.


"Iya sih...tapi tetep saja hatiku khawatir"


"Khawatir kenapa Pak?"Nora tiba-tiba menimpali percakapan keduanya"Khawatir takut balik sama suaminya ya"Nora malah makin menjadi menggoda Bosnya.


Damian jadi malu sendiri,dari tadi ia berusaha tidak perduli dengan penilaian anak buahnya,tapi mendapat godaan seperti ini ia jadi salting sendiri.


Lita mendelikkan matanya agar Nora berhenti menggoda,namun Nora malah tertawa lepas diikuti oleh yang lainnya.


"Sudah sudah ayo kerja-kerja"Damian bertepuk tangan dengan keras memberi semangat kepada pekerjanya.Ia keluar dari ruangan kitchen sambil senyum-senyum sendiri.


"Lit,Bos sudah terang-terangan dengan perasaannya.Jangan kamu abaikan"Kini Nora malah berpaling mensugesti teman kerjanya.


"Apaan sih"Lita berusaha mengelak sebisanya.


"Idiiihhh masih ja'im aja,padahal hatinya bilang iya"Candaan Nora disambut tawa oleh yang lain membuat Lita semakin malu.


Ia memercikkan air ke wajah Nora sambil tertawa,Nora pun tak mau kalah.Ia melakukan hal yang sama kepada Lita.


"Aduh"Lita menutup wajahnya dengan sikunya.Keduanya bercanda tak ubahnya anak kecil yang saling memercikkan air.

__ADS_1


__ADS_2