
Dengan telaten,Bu Fatin mengelap bagian-bagian tubuh putrinya dengan handuk basah.Agar putrinya tetap segar dan fresh meskipun ia sedang koma.
"Lita cepet sadar Nak, masak kamu betah terus-terusan begini "Bu Fatin membelai rambut putrinya,Ia sangat berharap keajaiban bisa terjadi hari itu.
"Ma.."
Bu Fatin menoleh kearah suara yang memanggilnya.Ternyata Danur baru saja datang,Ia membawa beberapa buah kresek yang tak tahu apa isinya.
"Bagaimana keadaan Lita Ma?"Danur menghampiri,Ia mencium kening istrinya.
"Tetap begini saja"Bu Fatin mengeluh lemah.
"Ayah pergi kemana Ma?"Danur melihat kesekeliling,Ia tidak menjumpai Ayah mertuanya.
"Dia pulang sebentar ambil beberapa pakaian buat Mama"
"Oh"Danur membelai rambut istrinya,sudah beberapa hari ini tidak ada perkembangan yang berlaku kepada Lita.Ia tetap saja terbaring tak sadarkan diri."Ma..Mama pasti belum makan kan?? Danur bawa makanan buat Mama"
"Wah kebetulan Mama lapar sekali,ya sudah Mama makan dulu ya"Bu Fatin bangkit dari duduknya, Danur langsung duduk di kursi yang sudah kosong itu.
Sudah menjadi kebiasaan Bu Fatin, disaat makan pasti ia sambil lalu menonton video di tiktok.
Uhuk uhuk uhuk
__ADS_1
Bu Fatin keselek makanan yang ia telan.Segera ia mengambil minuman dan meneguknya dengan lahap.
"Hati-hati dong Ma makannya"Tegur Danur.
"Mmm Ini loh menantu, Alexia model terkenal itu.Yang katanya hamil anak menantu"Bu Fatin menyodorkan hpnya kehadapan Danur.Danur menerimanya lalu melihat apa yang dimaksudkan oleh sang Mertua.
"Dia meninggal kemarin karena pendarahan hebat.Katanya habis melakukan aborsi"Bu Fatin menjelaskan secara rinci.Danur terkesiap,ia menskrol beberapa video yang menayangkan berita yang sama.
Danur juga melihat Pinky dan Dokter yang meng- aborsi Alexia dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
"Hmm memang terlalu berani gadis itu ya"Bu Fatin mengomentari sikap yang Alexia ambil.
Danur mengembalikan handphone mertuanya, Lalu duduk kembali di tempat semula.Ia menggenggam erat jari jemari istrinya.
Tiba-tiba jemari Lita bergerak, walaupun itu hanya gerakan kecil.Namun mampu membuat Danur terpana.
"Ma.."
"Hm"Bu Fatin menjawab dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"Jemari Lita bergerak"
"Hah??"Bu Fatin segera bangkit,ia buru-buru menelan makanannya."Yang bener menantu"Ia melihat dengan seksama tangan putrinya.
__ADS_1
"Iya Ma...tolong panggilkan Dokter ya Ma"
"Ok ok"Bu Fatin mengelap bibirnya menggunakan punggung tangannya.Lalu bergegas keluar mencari Dokter yang menangani putrinya.
__20menit berlalu, tapi Dokter yang sedang memeriksa kondisi Lita belum juga keluar dari ruangan tempat Lita dirawat.
Danur menunggu dengan hati yang berdebar-debar, begitu juga dengan Bu Fatin.Ia menggenggam erat tangan suaminya untuk menghilangkan rasa paniknya.
Daun pintu terbuka,dan muncullah seorang Dokter laki-laki.
"Bagaimana Dok keadaan istri saya??"Danur langsung menyambutnya dengan pertanyaan.
"Alhamdulillah dia sudah sadar,tapi..."
"Tapi kenapa Dok"Danur memotong cepat kalimat sang Dokter.
"Tapi dia kebingungan, sepertinya ia mengalami Amnesia.Diakibatkan benturan keras saat terjadinya kecelakaan"
"Amnesia ??"Danur mengulangi kalimat Dokter.Sang Dokter mengangguk.
"Untuk memastikan, silahkan masuk kedalam "Dokter mempersilahkan semua untuk masuk kedalam.
Bu Fatin langsung menyerobot masuk duluan, Mendahului yang lain.Ia tidak terima kalau putrinya bisa melupakan dirinya.Secara dia yang mengandungnya selama 9bulan dan menyusuinya lebih dari dua tahun.Tidak mungkin Lita melupakannya, Lita bukanlah anak yang durhaka.Meskipun ia dan putrinya kerap kali berbeda pendapat.
__ADS_1