
Handphone Danur berbunyi,tapi diabaikan oleh Danur.Ia merasa tak kuasa lagi mendengar kabar apapun.Kalau itu dari Rumah kemungkinan Mama mertuanya buat masalah lagi.Yah Bu Fatin sememangnya selalu menyudutkan dirinya sebagai penyebab hilangnya Lita.Padahal orang yang paling sangat terpukul atas hilangnya Lita adalah dirinya.
Tok tok tok
Sebelum menjawab, Pintu sudah terbuka lebar dan muncullah Pak Lukman dari balik pintu.Ia segera menghampiri majikannya yang terlihat sangat frustasi.
"Tuan ada telfon dari Rumah"
"Hm"Hanya itu jawaban yang keluar dari bibir Danur.
"Nona sudah kembali"
Mata Danur membulat sempurna,Ia menegakkan punggungnya."Kau tidak bercanda bukan ??"
"Itu yang dikatakan oleh satpam di rumah dan juga oleh Mbok Fatma"
Danur melangkah pergi dengan cepat,Lukman mengikutinya dari belakang.Langkah kaki Danur begitu cepat dan panjang.Hingga Lukman agak kerepotan menyusulnya.
__Danur membuka pintu lebar-lebar,Ia melihat sosok tubuh yang ia rindukan sedang duduk di sofa ruang tamu.Senyuman penuh arti tersungging begitu sosok itu menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Sayang"Danur langsung menubruk tubuh Sang istri dan direngkuhnya erat.Tanpa terasa bulir-bulir kristal mengalir deras di pipinya.Tubuhnya bergetar hebat,isakannya seperti anak kecil.Ia tidak malu untuk menangis dalam pundak istrinya itu.
Lita mengusap punggung suaminya lembut,Isakan Danur malah semakin menjadi.
"Jangan nangis begitu,malu dilihat Mbok Fatma dan Pak Lukman"Bisik Lita.
"Biarin"Jawab Danur,ia terus saja memeluk istrinya dengan erat.
"Kamu kemana saja sayang,?aku mencarimu kemana-mana.Mama selalu menyalahkan aku atas kepergian mu"
"Nanti aku cerita "
"Baiklah, tapi kamu harus janji untuk tidak marah ataupun menegur orang yang telah menolongku "Lita mengajukan syarat.Danur menautkan kedua alisnya.
"Apa aku mengenalnya ?"Lita mengangguk sebagai jawaban."Siapa ?"
"Janji dulu"Lita menyodorkan jari kelingking kanannya.Danur menatap jari itu,lalu dengan setengah hati ia menautkan jari kelingkingnya.Lita tersenyum,dan menarik suaminya untuk duduk sebelum ia menceritakan semua yang terjadi.
"Jadi begitulah ceritanya, sampai aku berada disini.Di depan kamu"Lita mengakhiri kisahnya.
__ADS_1
"Pintar sekali dia berpura-pura tidak tahu didepanku.Malah menyudutkan aku dengan hilangnya dirimu "Danur mengepalkan tangannya.
"Tadi kan sudah janji nggak mau marah"Lita mengingatkan janji suaminya.Danur menatap istrinya lekat.Dibalik kebahagiaan atas kembalinya Lita,ada kecewa yang menyeruak.
"Kenapa kamu begitu membelanya ?"Pertanyaan ini adalah ungkapan betapa ia kecewa.
"Aku bukan membelanya sayang,aku juga sangat menyayangkan kenapa dia bisa berbuat begitu padaku.Tapi dia punya alasan,dia takut aku kabur lagi.Dan tidak bertemu dengannya lagi."
Danur menelaah kalimat istrinya yang begitu masuk akal."Ohya kamu sudah mengabarkan kepulangan mu kepada Mama belum ?"
Lita menggeleng cepat"Ya sudah Nanti aku telfon Mama sekalian makan malam bersama "
Lita mengangguk setuju.Danur merangkul kembali istrinya.Rasa rindunya belum lagi terobati."Ke kamar yuk"Ajak Danur.
"Mo ngapain ?"Danur tersenyum penuh arti,tanpa kata ia langsung menggendong tubuh istrinya.
"Aku kangen"Danur berbisik ditelinga istrinya,Lita menyambutnya dengan tawa.Membuat Danur jadi semangat menggendong Lita masuk ke kamarnya.
Kedua pasutri itu begitu saling merindukan,sehingga bermain beberapa ronde jadi tak terasa lelahnya.Tahu tahu keduanya sudah terlelap dalam satu dekapan.
__ADS_1