
POV DANUR
__Baru saja aku membuka pintu kamar,pemandangan tak menyenangkan tersaji.Istri dan mertuaku mukanya tertekuk semua."Ada apa ini?"Aku bertanya sambil menghampiri istriku.
Istriku seperti menelan Saliva lalu menjawab "Tolong panggilkan Dokter Mas,aku mau periksa"Aku. mengerutkan kening, terlihat istriku menahan sesak di dadanya.
"Kenapa?Ada apa ini ?tadi kamu bilang nggak mau diperiksa karena hanya masuk angin saja"
"Panggil saja Mas,aku mau periksa"Lita kembali memberikan aku perintah.Aku pun akur dengan permintaannya.Segera aku telfon Dokter Rudi,Dokter yang sedari dulu melayani keluarga besarku.
"Selamat malam Dok,bisakah anda datang ke rumah saya?iya Dok, istri saya kurang enak badan.Baik,saya tunggu "Aku matikan lagi ponselku."Sebentar lagi Dokter Rudi datang "
Lita mengangguk kecil.Kedua mertuaku tetap tak berubah,mereka seperti ada sesuatu yang dicemaskan.
__Aku menunggu Dokter Rudi yang sedang memeriksa Lita diluar kamar bersama dengan kedua mertuaku.Mereka nampak tegang sekali,Mama mertua berjalan mondar-mandir sambil meremas tangannya.Sedangkan Ayah mertuaku entah sudah berapa kali menghela nafas dalam-dalam.
__ADS_1
Ingin sekali aku bertanya ada apa?tapi kediaman mereka membuat aku memilih untuk menahan rasa penasaranku.
Tak berapa lama, Dokter Rudi keluar dari dalam kamarku.Ia mengulum senyum kepadaku."Selamat ya Danur,kamu akan menjadi seorang Ayah"
DEGH!!!Tanganku yang dijabat oleh Dokter Rudi membeku seketika.Dokter Rudi pamit pulang pun aku tak menggubrisnya.Kedua mertuaku berlari masuk ke dalam kamar.Aku??tidak tahu harus berbuat apa.
Tapi ku paksakan juga kaki ini melangkah masuk ke dalam,aku lihat Mama mertua menangis memeluk Lita.Sedangkan Ayah bersandar ke dinding dengan memijit keningnya.Aku rasa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Aku menatap sayu wajah istriku yang terlihat diam mematung dalam pelukan Mamanya."Ma tolong pulanglah"Lita memohon dengan sedikit penekanan.
Lita tersenyum hambar"Ma biarkan aku membicarakan hal ini dengan suamiku "
"Tapi"Kalimat Mama mertua tertahan disaat Ayah mertua memegang pundaknya.Ia mengangguk memberi tanda kepada istrinya.Mama terlihat berat hati,tapi senyuman Lita berusaha meyakinkan semua akan baik-baik saja.
Seperginya kedua mertuaku,kami duduk di ranjang yang sama tapi ada jarak yang ku ambil.Hati ini terluka menghadapi kenyataan yang ada.Tapi aku tahu,aku harus tegas dalam situasi apapun.Karena aku Kepala Rumah tangga disini.
__ADS_1
"Anak siapa itu?"Tanyaku dengan tatapan kecewa yang mendalam.Lita membulatkan matanya.Air mulai mengambang diujung netranya.
"Jadi kamu meragukanku?"
"Bukankah Mama bilang kalau aku ternyata mandul"Aku berucap dengan tonase yang tegas dan tinggi.Lita menggelengkan kepalanya.Air matanya jatuh mengalir deras.
Tapi ia mengusapnya cepat,aku akui dia memang wanita yang kuat."Baiklah,jika memang begitu kita tidak usah berdebat lagi"Lita turun dari kasur.Ia meraih koper yang tersusun di atas almari.
"Apa Raka yang melakukannya ?"Aku tidak bisa menahan rasa ingin tahuku.Lita mematung mendengar kalimat itu.Namun ia kembali mengemasi bajunya dan dimasukkan kedalam koper.
Aku tidak bisa menerima di diamkan begitu saja.Aku tarik dua bahu istriku hingga ia berbalik menghadapku."Jawab Lita!!"
Kedua bola mata indah itu menatapku,aku tidak bisa mengartikan apa makna dari tatapan itu.
Dengan kasar Lita menepis kedua tanganku.Lalu kembali menyibukkan diri dengan mengemasi pakaiannya.Ia menarik kopernya tanpa menoleh padaku.Aku menatap punggungnya yang lenyap dibalik pintu.
__ADS_1
"AAKHHHHHHH"aku meremas kuat rambutku dengan kedua tangan.Aku begini frustasi menghadapi kenyataan pahit ini.Kenapa harus terjadi padaku Tuhan ??Aku mendongak menatap langit-langit kamarku.