
"Lita"Bu Fatin memeluk tubuh anaknya yang terbaring di atas tilam."Nak kamu nggak mungkin lupa sama Mama kan?
"Mama??"
"Iya, ini Mama kamu sayang.Mama yakin Lita nggak mungkin Lupa sama Mama kan?Lita anak baik dan berbakti.Jadi nggak mungkin Lita jadi anak yang durhaka "
Lita menautkan kedua alisnya mencoba mengingat-ingat siapa wanita yang mengaku Mamanya barusan.
"Ma.. sabar ya"Pak Samsul mengusap pundak istrinya.
"Maksud kamu apa Mas??Lita nggak lupa sama aku"Bu Fatin tetep ngotot kalau pendapatnya benar.
"Lita.. kamu ingat sama Ayah"Pak Samsul mencoba memancing ingatan putrinya.
"Ayah??"Respon Lita tetap seperti orang linglung.Pak Samsul geleng-geleng kepala.Danur yang menyaksikan semua itu hanya bisa diam menatap sedih istrinya.
"Kamu"Bu Fatin menunjuk wajah Danur "Kalau aku tidak mengijinkan anakku menikah dengan kamu,aku yakin dia tidak akan mengalami kejadian ini.Dia tidak akan tersakiti oleh ocehan Alexia mantan pacarmu itu yang bilang Lita mandul.Padahal yang mandul itu kamu!!"Bu Fatin menunjuk-nunjuk wajah Danur Wenda.Ia tidak lagi bangga dengan menantunya yang kaya raya itu.Malah ia menjadi emosi tak terkendali.
"Ma,apa yang Mama ucapkan itu sangat tidak pantas.Ini semua adalah kehendak Allah,kita tidak bisa saling menyalahkan"Pak Samsul membela Danur dan menyadarkan istrinya tentang penilaiannya yang salah.
__ADS_1
"Tapi Mas,anak kita begini karena dia"Bu Fatin tetep kekeuh menyalahkan menantunya.
"Sudahlah Ma, saling menyalahkan tidak akan bisa mengembalikan ingatan putri kita"
Danur hanya diam saja walau dijadikan kambing hitam oleh Mertuanya.Ia menatap lekat sang istri dengan begitu mendalam.Namun pandangan istrinya begitu kosong.Ia memperhatikan wajah semua orang yang berada di ruangan itu.Semua tidak ada yang dikenalnya.Namanya saja ia bingung apakah dia punya nama??
"Tante,Om..tolong jangan ribut"Susi yang baru saja masuk ke ruangan tempat Lita dirawat mencoba menengahi perdebatan antara pasutri itu"Kasihan Lita,dia nampak kebingungan.Sebaiknya Tante dan Om memancing daya ingatnya Lita, bukan malah mencari keributan"
Mendapat teguran, barulah Bu Fatin diam.Susi mendekati sahabatnya itu"Lit,kamu bener nggak ingat aku? Nggak ingat kami semua??"
Lita menggeleng lemah,ia tertunduk memainkan ujung kuku jemarinya.Susi mengusap punggung Lita perlahan.
"Dia benar-benar Amnesia"
"Kita lihat saja nanti, sekarang yang paling penting kondisinya harus membaik.Setelah itu barulah kita lakukan rangsangan pada ingatannya.Dia baru saja sadar dari koma,akan lebih baik kalau jangan dipaksakan untuk mengingat sesuatu dulu "
Danur mengangguk tanda mengerti"Terimakasih ya, sudah membantu kami dalam menangani Lita"
"Tidak apa, ini sudah kewajiban kami.Kamu yang sabar ya "Susi menepuk pundak Danur.Danur menjawab dengan anggukan.
__ADS_1
"Nanti Lita kita rawat saja di rumah"Setelah Susi keluar,Bu Fatin bersuara lagi.
"Tidak boleh begitu dong Ma,Lita istriku harus ada di rumahku "Danur membantah.
"Siapa yang mau merawat dia disana?? Kamu kan setiap hari kerja"
"Aku bisa melakukan semua pekerjaan dari Rumah Ma"
"Tidak bisa,biar dia dirawat di Rumahku saja"Bu Fatin tetap tidak mau mengalah.
"Dirumah kita yang mana Ma?"Pak Samsul ikut berbicara.
"Yaaa Di Rumah kita lah"
"Itu Rumah siapa ??atau mau dibawa ke kontrakan kita yang dulu??"
Bu Fatin celingukan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Kita tu harus kompak jaga Lita demi kesembuhannya, Jangan tarik dia kesana-kemari.Bukannya sembuh dia malah stress jadinya"
__ADS_1
"Menurutku lebih baik Lita dirawat di Rumah suaminya,dan kita bisa tinggal disana bantuin jaga Lita.Kan Mama juga tidak perlu repot-repot masak atau cuci baju segala.Disana menantu kita punya pembantu "
Bu Fatin diam memikirkannya ide cemerlang suaminya.Apa yang dikatakan suaminya ada benarnya juga.Dia pun setuju dalam diam.