Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 52 Izin Cuti


__ADS_3

Mendengar deru sepeda motor,Retno membuka matanya.Ia cepat-cepat bangun menyambut kedatangan Lita yang baru pulang kerja.


"Belum tidur?"Tanya Lita sewaktu melihat Retno duduk di kursi plastik yang biasa dijadikan ruang tamu.


"Baru aja bangun"


Lita menautkan kedua alisnya, menutup pintu dan melepaskan sepatunya"Pasti ada yang mau dibicarakan"Terka Lita sambil meletakkan perlengkapan kerjanya ditempat biasa ia menyimpannya.Lalu duduk disebelah sahabatnya"Ada apa ?"


"Sepertinya Bos mu itu menyukaimu"Retno memulai percakapan serius.Lita tersenyum menahan tawa"Kok malah ketawa?"


"Jadi kamu bela-belain bangun cuma buat ngomongin sesuatu yang sudah tahu pasti jawabannya apa"


"Apa kamu akan selamanya begini?menggantung hubungan yang tidak jelas mau dibawa kemana?"


Senyum Lita sirna seketika,ia menatap ujung kakinya"Lalu aku harus bagaimana?"ucapnya lirih.


"Tadi aku lihat Bos digandeng cewek kebule-bulean.Mereka nampak mesrah, ceweknya nempel kayak prangko.Dari sini aku menyimpulkan bahwa kamu harus mengambil langkah untuk bercerai.Kamu pantas untuk bahagia Lita.Dan Dede harus punya seseorang yang akan dipanggilnya Papa suatu hari nanti "


"Aku belum siap"Lita menatap sendu sahabatnya.


"Apa yang membuat kamu belum siap?kehilangan suamimu?atau apa?"


"Bukan kehilangan suami yang tidak aku siapkan,karena sekarang pun aku hidup tanpa suami dan aku baik-baik saja.Aku hanya tidak siap untuk bertemu dengannya di Pengadilan"


"Sampai kapan kamu akan begitu?sampai kamu jadi nenek-nenek tua,pikun dan ahkk!!!"Retno menutup wajahnya dengan kedua tangannya"Kamu harus berani Lita,demi masa depanmu,masa depan Dede.Enak si Bos bisa kawin lagi tanpa takut apapun,lah kamu??gimana?"

__ADS_1


Lita mendiamkan diri,ia mengerti perasaan sahabatnya.Karena itu sudah ia rasakan juga.


Tangisan Diana memecah kesunyian,Kedua wanita itu bergegas ke kamar mengayomi Bayi De.Percakapan yang baru saja serius langsung berubah kekompakan mengurus bayi De.Yang satu menggendong De,yang satu membuatkan susu.


___


"Kamu sudah memastikan kapan bisa cuty?"Tanya Retno yang akan bersiap pergi kerja.


"Lusa"Jawab Lita.


"Ok,aku akan meminta untuk cuty lusa"Retno mencium De lalu melangkah keluar.Lita mengantar sampai depan pintu.


"Ku harap kamu bisa segera mempercepat keputusanmu,kamu harus hidup bahagia BESTie"Retno tersenyum di akhir kalimat,lalu menstater motornya.Lita tersenyum sumbang menatap punggung sahabatnya yang segera lenyap dibalik tembok biru.Ia menghela nafas berat.


"Yah aku harus berani,Lusa pagi aku akan ke pengadilan agama"Lita memantapkan niat.Rasanya tidak adil jika Danur bisa hidup bahagia dengan pendamping baru sedangkan status dirinya sendiri tidak jelas.Seperti kata penyanyi CACA HANDIKA.Janda bukan gadis bukan.


Tok tok tok tok.


"Masuk"Seru dari dalam,perlahan Retno menguak daun pintu.Matanya membeliak lebar melihat pemandangan yang begitu panas.


Angelina tanpa rasa canggung duduk menempel kepada Danur,Danur yang sedang memeriksa beberapa catatan yang diberikan oleh Angelina mengangkat wajahnya.Melihat dengan penuh tanda tanya ke arah Retno.


Retno menyadari bahwa Bos nya memperhatikan dirinya yang mematung melihat kedekatan si Bos dengan Angelina.Ia segera mengubah mimik wajahnya 180°.


"Maaf Pak,saya mau antarkan surat permintaan cuti untuk hari Kamis Pak"Retno meletakkan kertas putih yang Ia bawa ke atas meja dihadapan Danur.

__ADS_1


"Kamu supervisor bagian OB kan?"Danur memeriksa kertas yang diberikan Retno.


"Iya Pak"


"Sahabatnya istriku?"


Retno membeliakkan matanya,Apa maksud Bos bertanya seperti itu?Retno membatin.Angelina menatap tak suka ke arah Retno,entah kenapa?Retno santai saja.


Setelah me-Sign,kertas itu dikembalikan Danur kepada Retno.


"Terimakasih Pak"Retno membalikkan badannya untuk pergi.


"Tunggu!"seruan Danur mematikan langkah Retno.Wanita itu berbalik dengan degup jantung dua kali lebih cepat.


"Iya Pak"Jujur Retno gugup,namun sebisa mungkin ia menutupinya.Danur mendekati bawahannya tersebut.


"Bila kamu punya informasi tentang istriku,tolong bantu aku.Aku sudah putus asa mencarinya"Ucapan atasannya itu membuat Retno terharu.Ternyata ia telah salah sangka kepada suami dari sahabatnya itu.


"Kamu mau kan membantuku?"Sambung Danur.


"Saya akan berusaha Pak"Retno tidak mengkuotakan janji,Namun ia akan berusaha membujuk Lita untuk kembali.Danut tersenyum setengah hati.


"Terimakasih"Ia menepuk pundak Retno lalu kembali duduk di tempat berbeda.


"Saya permisi Pak"

__ADS_1


"Silahkan"Danur menjawab tanpa melihat.Retno menganggukan kepalanya lalu keluar dari ruangan itu.


"Kenapa masih dia yang kamu cari Danur?padahal sudah jelas aku disini untukmu"Angelina berucap dalam hati.Ia menyorot Danur dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.


__ADS_2