Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 88 Dilamar


__ADS_3

Mbok Fatma begitu teruja melihat kedatangan seorang tamu yang sangat ia kenal.Ny Dara,Ibu dari Michael.


"Gimana kabarmu Mbok? sehat?"Tanya Ny Dara dengan senyuman manis tersungging.Ia memeluk ART yang sudah lama mengabdikan diri di keluarga besar ini.


"Sehat Nya,kok nggak ngasih kabar kalau mau datang"Ucap Mbok Fatma mengambil alih koper yang diderek oleh Ny Dara.


"Kejutan"Jawab Ny Dara dengan senyuman yang tersungging,ia melangkah masuk ke dalam diikuti oleh Mbok Fatma"Mana Michael?"Ny Dara mengedarkan pandangannya.


"Ada dihalaman samping tengah bermain dengan Nona De dan Nona Lita"Jawab Mbok Fatma.Seketika langkah Ny Dara terhenti.


"Istri Danur?"


"Iya Nya"


Senyuman manisnya langsung sirna,pandangannya tertuju dengan tajam ke pintu yang menghubungkan antara halaman samping dan Rumah.


Wanita yang masih segar dalam usianya yang tak lagi muda itu berjalan dengan tegak menuju tempat yang ditunjukkan oleh Mbok Fatma.


"Michael"Serunya disaat menemukan putra sulungnya tengah bercanda mesrah dengan seorang anak kecil dalam gendongan.Michael menoleh kearah datangnya suara.Matanya berbinar melihat siapa yang datang.


"Mommy"Pekiknya,ia memberikan Dede ke pangkuan Bu Fatin.Lalu berlari kecil menyongsong sang Ibu"Mommy kapan datang?kenapa tidak ngasi tau kalau mau kesini Mom?Mic bisa jemput Mommy di bandara"


Ibu dan anak itu saling berpelukan dan cipika-cipiki"Mommy ingin ngasih kejutan"Tatapan Ny Dara teralihkan kepada keluarga Lita yang menatap kearahnya.Bu Fatin merendahkan kepalanya sebagai tanda sapaan.Namun Ny Dara membalasnya dengan senyuman sinis.


"Siapa mereka Mic?"


"Ohya,mereka keluarga Lita, istri Almarhum Danur Wenda"Jawab Michael menjelaskan.


"Ohhh mereka datang menjenguk?"


"Tidak Mom,mereka memang tinggal disini sejak sebelum Danur meninggal"


Lita jadi punya firasat tidak enak dengan kedatangan Ibunya Michael.Gaya bicaranya sudah lain.


"Oh enak dong,bisa tinggal dirumah menantu yang kaya raya"


"Mommy!!"Michael langsung menimpali ucapan Ibunya.Ny Dara pergi dengan tatapan kurang bersahabat.Ia malas untuk berdebat dengan putranya.Michael jadi merasa tidak nyaman dengan Lita dan keluarganya.Ia segera menyusul langkah Ibunya yang masuk ke dalam rumah.


"Kok dia bisa bilang begitu sih?Perasaanku jadi nggak enak"Ucap Bu Fatin seperginya Michael.


"Sudahlah Ma jangan dipikirkan"Lita berusaha menenangkan Ibunya.Meskipun masih dongkol,Bu Fatin pun memilih diam.

__ADS_1


___


"Mom...Mom"Seru Michael menghentikan langkah Ny Dara yang terbilang cepat.Wanita itu memasang wajah ketus.


"Mommy kenapa bicara begitu sih didepan mereka?"


"Lah emang bener kan mereka tinggal disini, dirumah Danur yang kaya raya.Kan mereka orang miskin,Mommy jadi curiga"


"Curiga kenapa Mom?"


"Jangan-jangan mereka yang merancang pembunuhan Danur untuk menguasai harta kekayaannya.Buktinya sampai sekarang belum jelas siapa yang telah membunuh Danur Wenda"Ny Dara langsung mengungkapkan monolog pikirannya.


"Apa??Mom itu sangat tidak mungkin,Lita sampai buta karena peristiwa itu"Michael tetap membela Lita dan keluarganya.


"Buta??Mommy sekarang pun bisa jadi buta..nah..nah"Ny Dara memperagakan akting berpura-pura buta.


"Hiiisyyyy"Michael sudah sangat kesal,ia pergi meninggalkan Ibunya begitu saja.


"Mic...jangan jadi bodoh sayang hanya karena terperdaya oleh lakonan wanita miskin itu"Seru Ny Dara diperkeras agar putranya mendengar.


Lita meremas kuat ujung tongkat yang ia genggam.Hatinya begitu sakit dengan ucapan dari Ibu Michael yang baru saja ia dengar.Bu Fatin mengelus punggung putrinya agar ia bisa sabar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Masuk"Seru Lita dari dalam kamarnya.Ny Dara membuka daun pintu lalu masuk ke dalam kamar si buta.Tak lupa Ny Dara mengunci pintu dari dalam agar tidak ada yang mengganggu percakapannya dengan Lita.


Wanita buta itu mengernyitkan keningnya,bau parfum yang ia hidu bukan bau parfum seperti biasanya.


"Siapa??"


"Aku"Jawab Ny Dara dengan tangan terlipat di dada.


"Tante???"


"Kamu tahu apa tujuanku datang ke Indonesia ?"


Lita menggeleng pelan.


"Selain ingin menjemput Michael pulang,aku juga ingin memperingati kamu agar mensudahi keinginanmu untuk mendapatkan Michael.Kurang puaskah kamu dengan harta warisan Danur Wenda yang telah diberikan kepadamu sepenuhnya?Sehingga kamu mengincar putraku?"


"Ti-tidak Tante,saya sama sekali tidak mengincar apapun entah dari suamiku ataupun dari Michael"Bantah Lita tegas.

__ADS_1


"Kamu memang pintar berpura-pura,mungkin dengan Danur dan Michael aktingmu memang sangat meyakinkan.Tapi tidak denganku,dalam hal ini aku sudah sangat profesional.Berbeda dengan kedua putra kami itu"


"Jadi sebelum semuanya terlambat,aku minta sama kamu lepaskan Michael.Aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian jika kamu tetap bersikeras mempertahankan Michael "Ucapan Ny Dara mengandung penekanan yang mendalam.Lita tersenyum tipis.


"Tante tenang saja,aku dan Michael tidak akan pernah bersatu Tante"


"Oh bagus kalau begitu,tapi aku butuh bukti bukan hanya bualan kosong.Ingat!!aku bukanlah orang yang mudah kamu bodohi"


"Tante butuh bukti seperti apa?"


"Yang pasti aku ingin kamu membuat Michael membencimu,dan pergi dari sini dengan kehendaknya sendiri"Jawab Ny Dara dengan liciknya.Lita terdiam,bahkan saat mendengar kunci pintu dibuka oleh seseorang Lita tak merespon.Ia tahu kalau itu adalah Ny Dara yang keluar dari kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Damian mendatangi rumah Andin dengan rasa yang bercampur aduk.Namun ini harus ia lakukan agar Andin tidak mengambil sikap yang bisa membahayakan perusahaan Lita.


Setelah dipersilahkan masuk,Damian duduk di ruang tamu menunggu orang tua Andin menemuinya.


Tuan Atmajaya dan istrinya datang tidak lama kemudian.Keduanya mengerutkan keningnya melihat tamu yang baru mereka lihat.


Tuan Atmajaya bersalaman dengan Damian lalu kembali meminta Damian duduk.Tak lupa Tuan Atmajaya meminta pembantunya menyiapkan minuman.


"Kalau boleh tahu siapa anda anak muda?"Tanya Tuan Atmajaya dengan bahasa yang begitu formal.


"Saya Damian Om"Jawaban Damian membuat pasangan suami istri itu saling berpandangan satu sama lain"Saya datang kemari untuk menikahi Andin"Sambung Damian tanpa basa-basi.


"Dam"Sebuah seruan mengalihkan perhatian.Andin berlari kecil menghampiri kekasih hatinya yang sudah ia tunggu kehadirannya.Tanpa segan Andin duduk di kursi bulat kecil dan merapatkan diri disebelah Damian.Tuan Atmajaya sudah bisa menebak siapakah pria dihadapannya ini.


"Kamu datang untuk melamarku?"


Damian menjawab dengan anggukan.Andin tersenyum lebar.


"Tapi kita adakan pernikahan ini di KUA saja"Tukas Damian membuat Tuan Atmajaya menatap heran.


"Loh kok begitu?"


"Maafkan saya Om,saya belum mempunyai persiapan untuk membuat acara yang meriah.Saya berencana mau menghalalkan Andin lebih dulu baru nanti kalau sudah persiapan memadai kita bisa merayakan secara besar-besaran"Ucap Damian menjelaskan sesuatu yang sememangnya ia rencanakan.


Tuan Atmajaya saling berpandangan dengan sang istri.


"Nggak apa-apa lah Pa,yang penting sekarang Andin bisa menikah dengan Damian"Sambung Andin dengan wajah ceria.

__ADS_1


Tuan Atmajaya seperti kehilangan kata yang bisa diucapkan.Meskipun sangat bertentangan dengan keinginannya,akhirnya Tuan Atmajaya akur dengan keputusan putrinya.


__ADS_2