Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 18 Bernyanyi


__ADS_3

Danur menutup telfonnya,Lalu melangkah kembali kedepan pintu kamarnya.


tok tok tok tok


"Sayang...aku mau pergi sebentar ya "


Lita menoleh ke arah pintu kamarnya,tapi memilih diam tak menanggapi.


"Sayang kamu bobok ya???ya udah aku pergi dulu sebentar ada urusan kerjaan.Bay..emmuach Assalamualaikum"


Lita tetap diam,2 menit,5 menit,10 menit.Sepi....Lita mulai membuka pintu menengok ke kanan dan ke kiri.Tak ada orang.Ia pun keluar dari kamar setelah hampir 1 jam memerap tanpa bersuara.


Mbok Fatma kelihatan sibuk mengeluarkan cucian dari mesin.Lita pun menghampiri


"Mbok... Danur kemana ??"


"Keluar Non,Non kalau laper makanan sudah saya siapkan dimeja makan"


"Ohhh ok"


__Malam mulai menjalar merengkuh kelam,jenuh dikamar Lita mengambil gitar kesayangannya dan pergi ke luar Balkon.Ia duduk di ayunan bulat terbuat dari rotan dicat putih.


Petikan nada memulai lagu yang akan ia senandungkan.


*Cinta...


Apakah itu cinta ?


Bertanya,tanpa sengaja


Cinta berkorban jiwa


indah harum bermakna


heeeeeheeee


haaaaahaaaaa

__ADS_1


mmmmmmmmmm


ooooo itukah cinta


Petikan gitar terhenti seketika begitu Lita melihat Danur berdiri diambang pintu.Ia bersandar sambil melipat kedua tangannya didada.


"Sejak kapan berdiri disitu ??"Lita bertanya dengan sengit.


"Sejak kamu bernyanyi"Danur melangkah santai dan duduk dihadapan istrinya.Lita menautkan kedua alisnya.


"Suaramu bagus juga"


Lita mencebikkan bibirnya.


”Sudah makan belum??”


Lita menggeleng perlahan.


"Yuk kita makan,aku juga belum makan"Danur berdiri sembari mengulurkan tangannya.


"Aku bisa jalan sendiri lah"Ketus Lita sambil meletakkan gitarnya.Tak terima penolakan, Danur langsung menarik tangan istrinya.Mau nggak mau ya harus tetep mau.


"Banyak banget,Ini kalau dimakan satu RT belum tentu habis.Mbok kok banyak banget sih masaknya, kalau nggak habis siapa yang mau makan??kan mubazir"Lita mengomel panjang.


"Udah komplainnya ?"Danur berujar seraya duduk."Ini nanti Pak Lukman bawa ke perumahan kumuh yang tidak jauh dari rumahmu dulu.Ini sudah menjadi rutinitasku setiap Minggu malam.Seperti saat kita pertama kali bertemu itu,aku baru saja datang membagi-bagikan makanan terus diserang "


"Ooooohhh"Lita menghempaskan pantatnya di kursi makan.Ia membuka piring lalu mencedok nasi.


"Kamu mau lauk apa ayo aku ambilkan"


"mmmmmm lauknya enak semua,jadi kenyang duluan mataku heheheheh"


Danur tersenyum tipis.Lalu ia memberikan beberapa potong lauk ke piring istrinya.


"Kalau tiap hari begini gemuk aku"


"Jangan lupa baca Doa dulu"

__ADS_1


Lita cengengesan,Ia jadi malu karena baru saja ia mau menyuapkan nasi ke mulutnya tanpa berdoa.


Ia menengadahkan tangannya setelah meletakkan sendok yang masih penuh dengan nasi ke atas piring.Selesai berdoa,ia melanjutkan makannya.


"Mmmmmmmmm"Lita begitu menikmati makanan yang disajikan.


"Tadi kamu pergi kemana??"Lita bertanya dengan mulut masih penuh dengan makanan.


"Mengambil makanan ini"


"Loh bukan Mbok Fatma yang masak"


"Kasian dia sudah tua, kalau dulu pas banyak asisten ya masak disini"


"Tuuu kan...kamu sih pecat mereka"


"Lebih baik aku habis uang beli makanan diluar dari pada habis bayar gaji orang yang hanya jadi mata-mata"


"Maksudnya??"


"Mereka suka sekali menjadi mata-mata si Daniel buat tahu apa yang terjadi dirumah ini.Selain dapat upah lebih bisa tidur dengan laki-laki tua keladi itu"


"Aduh parah banget tu"


"Kalau sekarang karena situasi sudah aman terkendali kamu nggak apa-apa tidak ikut aku ke kantor"


"Ohhh jadi kamu bawa aku terus ke kantor hanya ingin mengelabui mereka"


Danur mengiyakan.


"Tapi ingat, jangan bohong lagi sama aku, jangan diam-diam pergi ke Rumah Sakit tanpa ijin dariku,dan..."


"Aku ke Rumah Sakit tadi sama sekali tidak bertemu dengan Raka"Lita memotong perkataan suaminya.


"Iya aku percaya, Karena Raka hari ini sedang cuti"


"Kok tahu??"

__ADS_1


"Aku Danur Wenda lah"Danur menepuk dada.Lita mencebik.


__ADS_2