
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam,tapi mata Lita tidak mau diajak kompromi.Tak dapat dipungkiri kalau dia terus terbayang-bayang kejadian tadi.
Dia sudah berusaha melupakan, Namun semakin dilupakan malah semakin bergelayutan dipelupuk mata.
Lita duduk diperaduan,ia mengucek-ngucek matanya karena geram.
"Lama-lama ku copot ni mata"gerutunya.Ia menghempaskan badannya ke kasur dengan kasar.Lalu membalikkan badannya menghadap sang suami.
"AAAAAAAAAAKKKKK"Lita berteriak kaget melihat mata suaminya yang mellek.
"Woy! kuping ku sakit ni dengar teriakan mu"hardik Danur sambil menyumbat kedua telinganya.
"Habis aku kaget, dari tadi tidur kok tiba-tiba mellek"
"Ya mellek lah,mana bisa tidur kalau kamunya balik kanan balik kiri,gedeblak gedebluk.Berisik tahu nggak"
"Maaf"Lita memasang muka memelas.
"Emang kenapa sih?? kebanyakan minum kopi ?"
Lita tidak menjawab, kalau dijawab jujur pasti diledekin.
"Apa perlu minum obat tidur ??"
"Kamu pengen aku mati ya?"
"Lah siapa yang bilang gitu ??"
"Kan banyak tuh orang yang mau mati minum obat tidur "
"Kalau cuma sebiji nggak mungkin mati beg*k"
"Begitu ya ?"
Danur menghembuskan nafas dengan kasar.Geemes sekali dia dengan ke o'onan istrinya.
"Gimana ??mau aku ambilin obat tidur ??"
"Nggak usah dech"
Lita merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut.Danur memandang istrinya,agak lama.Kemudian ia pun berbaring juga.
Lita berbalik menghadap suaminya.
"Boleh tanya sesuatu"
Danur melirik, lalu iapun berbalik menghadap istrinya.
"Tanya apa??"
"Apa besok kamu akan ke Bandara nganterin Alexia ??"
Danur menautkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Kok tahu kalau Alexia mau pergi besok...kamu nguping ya??"
"Nggak kok"
"Ahhh jujur saja....ayok ngaku"goda Danur.
"Nggak!!"Lita ngotot menutupi kebenaran.
"Apa jangan-jangan kamu nggak bisa tidur karena mikirin itu?"
"Iiiiiihhhhh ngawur "
"Ngaku aja kenapa ??"
"Nggak sekali nggak tetep nggak!!"
"Bo-ong....."
"Ngeyel!!!"Lita berbalik memunggungi suaminya menutupi pipinya yang merona merah.
"Ohya kamu mau tahu jawaban dari pertanyaan kamu tadi nggak ??"
Lita menoleh.
"Apa ??"
"Yang tadi itu... kenapa cowok kalau pakai CD anunya ditarik ke atas ?"
"Ayo cek sendiri "
Danur menyibak selimutnya
"Gila kamu "
"Lah kenapa ?? kita kan sudah suami istri"
"Aku nggak mau!!"
"Nggak mau .. padahal sebenarnya mau, malu-malu tapi mau "Ledek Danur.
"Mau aku tonjok lagi"
"Tonjok aja, tinggal aku aduin sama Mama "
"Ooohhh jadi kamu pikir aku takut gitu "
Lita bangun sembari menyingsingkan lengan bajunya.Danur membulatkan matanya,ia langsung turun dari tempat tidur untuk mengambil jarak.
"Kenapa ???kok takut ??ayo sini"
"Ok aku nyerah aku nyerah"Danur mengangkat kedua tangannya.
Lita mendengus sombong.Ia pun kembali berbaring dan menarik selimut membelakangi Danur.
__ADS_1
"Hmm inilah kesempatan ku"pikir Danur.Ia langsung melompat ke tempat tidur dan menduduki tubuh istrinya.
"Hey mau ngapain kamu"Lita tersentak kaget.Ia berusaha memberontak tapi kedua tangannya dicekal oleh Danur.
"Lepasin Nggak ??!!"
"Nggak"jawab Danur santai.
"Tolooooong... tolooooong"Lita menjerit sekuat tenaga.
"Teriak aja yang keras, sampai urat lehermu putus nggak bakalan ada yg denger.Karena kamu tahu??? kamar ini kedap suara hehehehe "
"Bajing*n kamu!!"
"Hey jangan ngomong gitu sama suami,dosa tawuk!"
"Biarin "
"keynapa ?? takut ya?? takut diapa-apain ya??"
"Berani kamu kurang ajar sama aku,aku akan tuntut cerai!!"ancam Lita.
"Cerai ???wuuuu takut... sampai kapan pun kamu tidak akan bisa cerai dari aku.karena...."Danur mendekatkan wajahnya ke wajah Lita sampai sangat dekat hingga tidak lagi ada jarak.Ujung hidung Danur sudah menyentuh ujung hidung Lita yang lancip.******* nafas Danur begitu hangat terasa di wajah Lita.Lita hanya diam tak berdaya, karena tubuhnya sudah tertindih.
Danur menatap Lita sangat Lekat, bibirnya tergoda untuk menyentuh bibir mungil istrinya.
"A-aku mohon"suara Lita bergetar.Air matanya meleleh membuat Danur Wenda jadi merasa iba.Ia pun bangkit dan melepaskan istrinya.
"Aku heran, kenapa kamu begitu takut aku sentuh?? padahal kamu istri ku loh."
Lita sesenggukan tidak menjawab ucapan suaminya.
"Apa aku kurang ganteng ?? kurang menggairahkan ??atau kurang apa??"
"Aku hanya ingin disentuh oleh laki-laki halalku dan mencintai ku "
"aku lah..."Danur menunjuk diri sendiri.
"Aku suamimu dan aku juga mencintaimu "
Lita melirik dengan ekor matanya.
"Kenapa ?? nggak percaya ??"
"Setahuku orang yang ngungkapin cinta itu menjiwai, penuh perasaan, membuat hati berdebar-debar,dan..."belum selesai kalimat yang diucapkan Lita tiba-tiba bibirnya sudah dilumat habis oleh Danur.Lita membeliakkan matanya.
Setelah beberapa detik, Danur melepas pagutan bibirnya.Lita tetap dengan keadaan semula, matanya membulat penuh.Darahnya berdesir hangat.Ia seperti disihir menjadi patung.
Danur tersenyum tipis,lalu menarik selimut.Tak lupa Ia juga menyelimuti tubuh istrinya yang diam tak bergerak seperti patung.
"ILOVE YOU"bisik Danur ditelinga Lita.Lita kembali membeliak.Namun Danur malah memejamkan matanya untuk tidur.Lita menatap suaminya.
Ia tidak tahu apa yang ia rasakan sekarang.Detak jantungnya seperti berpacu dengan gerak jarum jam.Ia bingung dengan hatinya.
__ADS_1