
Danur menyibukkan diri dengan bermain game sambil lalu menunggu istrinya yang masih ada di kamar mandi.
"Loh katanya tadi ngantuk kok belum tidur"Lita keluar dari kamar mandi,ia sudah berganti pakaian baju tidur warna silver.Meskipun masih tertutup tapi bagi Danur,Lita sangatlah seksi.
Danur menepuk bantal disisinya, memberi kode agar Lita tidur disampingnya.
"Ngawur"
"Kan kita belum MP sayang"
"Apaan tuh MP??"
"Malam pertama "
Lita menimpuk wajah suaminya dengan bantal.
"Loh kenapa ??Kita kan sudah sah dimata hukum dan agama"
"Iya memang,tapi kan masih belum ada rasa"
Lita naik ke atas tilam, disaat itulah Danur menariknya lalu menindihnya.
"Hey lepasin"Lita berusaha memberontak tapi kedua tangannya ditekan oleh Danur.
"Sekarang aku pengen kamu jujur sama aku"Danur memasang wajah serius "Apa benar kamu masih belum ada rasa ??"
Lita terpelongo,ia menatap lurus manik mata suaminya.
"Tolong jawab dengan jujur"pinta Danur meyakinkan.
"Bagaimana dengan dirimu??"Lita balik bertanya.
"Sudah berapa kali aku mengatakan cinta padamu"
__ADS_1
"Bulsyit!!"
"Apa alasanmu tidak percaya padaku ?"
"Mungkin terlalu cepat "
"karena sebelumnya ada Alexia ??"
"Mungkin ??"
"Ok!!"Danur turun dari tubuh istrinya.Ia duduk siap mengungkapkan semuanya.
"Jujur pada awalnya aku menikahi mu tanpa ada rasa, hanya karena ingin menyelamatkan warisan orang tuaku.Tapi karena setiap hari melihatmu, bercanda denganmu,Aku merasa mulai menyukaimu"
"Tapi sungguh meskipun aku menikah denganmu Tanpa cinta aku tidak berniat sedikit pun menceraikanmu,aku pikir tidak ada salahnya belajar mencintai seorang istri dari pada larut mencintai wanita yang tidak dapat dimiliki "
"Dengan semudah itu kamu melupakan perasaanmu kepada Alexia ??"
"Karena aku terlalu banyak kecewa dengannya.Tadi sudah aku jelaskan bukan dia hanya mencintai hartaku.Kalau aku tidak berharta mungkin aku tidak akan berharga untuknya "
"Karena itulah"Danur meraih tangan istrinya,Lita diam tanpa perlawanan."Meskipun perasaan ku padamu lahir oleh karena keadaan,tapi yakinlah bahwa aku tidak pernah main-main dengan sebuah perasaan.Apa kamu masih kurang yakin "
"Entahlah...aku tidak tahu "jawab Lita singkat.
"Sekarang aku ingin kamu jujur tentang perasaanmu padaku "
"Aku tidak tahu harus jujur gimana ?? bukan ngadi-ngadi tapi memang aku terlalu bodoh untuk itu "
"Ok!! kamu jawab saja pertanyaanku iya atau nggak.Tapi tidak boleh bohong "
Lita mengangguk tanda mengerti.
"Tadi kamu menungguku pulang dari Bandara ??"Danur menyampaikan pertanyaan pertama.Lita mengangguk.
__ADS_1
"Pikiran kamu pasti mikir aku lagi mesra-mesraan sama Alex ??"
Lita mengangguk lagi.
"Hatimu nggak tenang ??"
Lita mengangguk kembali
"Apa hatimu sakit??"
Lita mengangguk cepat.
"Itu tandanya kamu cemburu, dan cemburu itu tandanya cinta"
"Benarkah??"Lita masih kurang yakin.
"Apa perlu aku telfon dokter Boyke??"
"Buat apa??"
"Mau tanya posisi yang baik untuk MP"
Lita memukul pundak suaminya, Danur tertawa lepas.
"Ya udah"Danur membelai anak rambut Lita dengan lembut"Aku nggak akan maksa kamu sebelum kamu yakin tentang perasaanmu padaku"
Lita tersenyum tipis.
"Makasih..."ucapnya.
Danur mengecup kening istrinya,Lita merasa darahnya berdesir cepat naik ke ubun-ubun.
"Ya udah sekarang cepat tidur, besok kan hari libur, kita banyak waktu untuk cari hiburan"
__ADS_1
"I-i-iya"Lita gugup takut kelihatan wajahnya yang memerah.Danur melihat hal itu,ia jadi punya ide.Dikecupnya lagi kening istrinya tapi kali ini lebih mendalam lagi.Terus ia mengecup bibir Lita lembut.Lita membulatkan matanya, ia tidak menyangka Danur akan melakukan itu.Tapi Lita seakan-akan tidak berdaya melawan, kehangatan kecupan suaminya meruntuhkan dinding batu es dihatinya.