Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 87 Rencana Licik Andin


__ADS_3

"Kau teringat padanya?"


Lita mengangguk halus.Michael menyendokkan kue itu lalu disuapkan ke mulut Lita.


"Cobalah"Pinta Michael,Lita membuka mulutnya dengan ragu-ragu.Ia meresapi setiap rasa yang mencair dalam rongga mulutnya.


"Enak?"Michael meminta penilaian.


"Emmmmm lumayan"Jawab Lita manggut-manggut.


"Coba lagi"Michael menyuapi Lita untuk kesekian kalinya.Dengan lahap wanita itu menyantap kue yang disuapkan ke mulutnya.


"Aku juga tahu masak sama seperti Danur"


"Kenapa kalian selalu melakukan hal yang sama?"Tanya Lita penasaran.


"Entahlah,kami seperti saudara kembar yang genetik"


"Apa wajahmu juga sama?"


"Ya nggak lah,lebih gantengan aku malah"


"Benarkah?"


"Kalau tidak percaya,coba tanya Retno atau ibumu"


Lita tersenyum simpul,Sekali lagi Michael menyuapi Lita sampai kue bolunya habis tak bersisa.


"Lit..."


"Hemm??"


"Kapan kamu bisa menikah denganku?"


"Loh??kok tiba-tiba begitu?"


"Apanya yang tiba-tiba,bukankah aku sudah


mengajakmu menikah berkali-kali"


Lita ingin mengatakan sesuatu tapi ia urungkan.


"Kenapa?coba lah lebih terbuka kepadaku.Agar aku lebih tahu apa isi hatimu"


"Aku....aku trauma"


"Hah??"Michael terperangah"Maksudmu trauma yang bagaimana?"


"Aku takut Mic...aku takut untuk menikah lagi"


"What's???Jadi kamu akan begini terus selamanya?"

__ADS_1


"Mungkin"


"Apa perasaanku tidak ada artinya buatmu?"


"Bukan...bukan begitu"


"So???"


Lita menundukkan kepalanya,ia merasa bimbang untuk jujur.


"Katakanlah Lit,katakan semua apa yang kamu rasakan.Biar aku lebih tahu bagaimana caranya bersikap"Pujuk Michael memprovokasi pikiran Lita.


"Jujur,,,hatiku sedikit terbuka untukmu.Tapi aku takut Mic..Karena pernikahanku dengan Danur tidak pernah berjalan mulus.Cobaan dan ujian datang silih berganti,dan itu terjadi dari awal pernikahan sampai Danur pergi meninggalkan aku selamanya"


"Aku takut jika aku menikah lagi,situasinya tidak jauh berbeda.Aku tidak mau merasakan semua itu,aku tidak mau"Lita begitu panik.Michael dengan belaiannya berusaha menenangkan hati wanita yang telah merasuki relung hatinya.


"Baiklah,kamu tenang saja.Jika kamu belum siap aku tidak akan memaksa,ok!! Terimakasih sudah mau membuka hatimu untukku.Aku akan tetap disini,menjagamu"


Lita tersenyum getir"Terimakasih Mic"Ucapnya lirih.Michael mengangguk pelan.


____


Hari-hari berlalu seperti biasa,Michael begitu menjaga Lita dan Diana dengan baik.Ia pun melakukan pekerjaannya cukup dari rumah.Ibu Fatin dan Pak Samsul sangat terharu dengan semua yang Michael lakukan untuk putri dan cucu mereka.


Perusahaan milik Danur yang ditangani oleh Damian pun berangsur membaik,proyek yang sempat tertunda karena kepergian Danur secara tiba-tiba,kini sudah hampir rampung.Hubungan Michael dan Damian dalam hal pekerjaan terlihat harmonis.Namun jika dalam masalah Lita,mereka seperti sedang perang dingin.


Lita pun begitu menjaga jarak dengan Damian demi menghargai Michael.Ia sudah berjanji untuk lebih menjaga sikap agar Michael tidak sakit hati.Apalagi pria itu menjaga dan melayaninya sudah seperti seorang suami kepada istrinya.Mungkin juga lebih dari pada itu,karena Michael sangat sangat sangat perhatian kepadanya.


Baru saja Damian keluar dari ruangan rapat,ia sudah ditunggu oleh Dila untuk memberi tahu bahwa didalam ruangan Damian ada seorang gadis tengah menunggu.


Damian menautkan kedua alisnya,ia merasa aneh karena ia tidak membuat janji dengan siapapun.Dengan langkah lebar,Damian masuk ke dalam ruangannya.


"Andin??"Damian terkejut bukan kepalang melihat gadis yang berusaha ia hindari kini berada di dalam ruangannya.


Andin tersenyum,ia menunggu Damian duduk menemuinya.


"Ada apa kamu kesini?Berani sekali kamu datang ke kantor?"Wajah Damian terlihat tak bersahabat.Ia duduk berhadapan dengan Andin di sofa khusus tamu.


"Kalau aku tidak berani,aku takkan bisa menemuimu"


Damian meraup wajahnya dengan kasar.


"Ada apa?"Ketus Damian.


Andin menyodorkan sebuah amplop putih ke hadapan Damian.


"Apa ini?"Damian menerima amplop itu dengan kening berkerut.


"Bukalah"Pinta Andin.Dengan rasa penasaran Damian membuka amplop itu yang berisi secarik kertas dari seorang Dokter.Mata Damian membulat sempurna begitu melihat tanda positif.


"A-apa ini?"Pekik Damian histeris.Namun Andin terlihat santai,ia tersenyum dengan menyilangkan kakinya.

__ADS_1


"Seperti yang kamu baca,aku hamil"


"Ha-hamil???"Wajah Damian makin panik.Andin mengangkat alisnya seperti sangat meyakinkan.


"Ti-tidak mungkin itu tidak mungkin"Damian membuang kertas itu ke atas meja.Ia tidak ingin percaya dengan apa yang Andin katakan.


"Apa kamu sudah lupa apa yang kita lakukan Dam?"


"I-itu hanya semalam,mustahil bisa langsung jadi"Bantah Damian.


"Hanya semalam,tapi kamu berkali-kali melakukannya"


"Kamu yang mau,bukan aku"Damian tetap berdalih.


"Ini bukan masalah siapa yang mau Dam,tapi lebih kepada anak yang aku kandung sekarang"


"Apa maumu?Apa muslihatmu sekarang?"


"Aku ingin kamu menikahi ku sebelum perutku membesar"


Damian menatap gadis dihadapannya dengan nanar.


"Ini memang sudah kamu rencanakan bukan?"Damian menyudutkan gadis tersebut.Andin tersenyum kecut.


"Semua terserah padamu,jika kurang yakin aku bersedia melakukan test DNA.Tapi dengan satu syarat"


"Apa?"


"Harus dilakukan secara publik"


Untuk kesekian kalinya Damian tercengang,pupil matanya melebar.


"Kau memang sudah merancang semua ini,peristiwa di malam itu pun pasti sudah kau niatkan"


"Aku akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan dirimu"Jawab Andin santai.Tidak terlihat sedikit pun gadis itu ketakutan.Ia bangkit dengan dagu terangkat.


"Aku pergi dulu,aku tunggu dalam 24jam.Jika kamu belum memutuskan,jangan salahkan aku jika namamu akan menjadi terkenal dan perusahaan ini akan hancur"Andin melangkah pergi dengan penuh percaya diri.Tanpa memperdulikan Damian yang pucat pasi.


"And..And... tunggu And"Seru Damian gelagapan.Namun Andin tak perduli,ia pergi tanpa menoleh lagi ke belakang.


"AAAAKKKHHHHHH"Damian menyibak tumpukan buku dengan kasar hingga berserakan di lantai.Apa yang ia khawatirkan ternyata terjadi juga.Padahal sebisa mungkin Damian menganggap tidak akan terjadi apa-apa,karena setelah peristiwa itu Andin langsung tak menghubunginya.Bertemu pun tak pernah.


Sekarang ia datang dengan membawa surat keterangan dari Dokter bahwa ia tengah mengandung.Dan meminta pertanggung jawaban.Sungguh membuat Damian sangat frustasi.Apalagi yang menjadi ancaman adalah Perusahaan Danur yang dipercayakan Lita padanya.Damian benar-benar sudah buntu.Mau tak mau ia harus menikahi wanita itu.Meskipun ia tak mencintainya.


___


Andin menutup wajahnya dengan bahu terguncang,ia menangis sejadi-jadinya didalam mobil.Ia tidak kuat jika harus terus berpura-pura baik-baik saja padahal mentalnya benar-benar down.


Ucapan Damian amat sangat menyakitinya,meskipun semua itu benar.Tapi ini semua ia lakukan karena ia sangat mencintai pria itu.Andin tidak rela jika harus kehilangan Damian,ia lebih memilih menanggung malu karena dihinakan oleh Damian dari pada harus hidup tanpa pria tersebut.


Sekarang rencananya sudah berjalan hampir 100%,ia tidak boleh mundur sedikitpun.Ia harus bisa menikah dengan Damian.Bagaimana pun caranya.Gadis itu mengusap bersih sisa-sisa air matanya.Lalu menarik nafas dalam-dalam memberi kekuatan mental kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Tidak lama lagi kamu akan menjadi milikku Dam"Ucap Andin dengan bibir terangkat sebelah.Dengan tekad yang kuat,Andin memantapkan diri dengan jalan yang ia pilih.


__ADS_2