
Dengan gelisah Lita menunggu hasil test kesuburan yang ia lakukan.Bu Fatin menggenggam tangan putrinya agar ia tidak terlalu nervous.
"Lita kamu tidak usah takut, keturunan Mama dari atas kebawah tidak ada catatan mandul.Begitu juga Ayahmu "Bu Fatin berusaha membuat mental anaknya agar yakin dan kuat.
Susi keluar dari ruangan Dokter spesialis kandungan,Ia memanggil Lita agar masuk kedalam.Lita yang sudah tidak sabar segera memenuhi panggilan itu dengan buru-buru.Bu Fatin terus saja mendampingi sang anak.
"Mbak Lita... Dari hasil analisis saya,anda subur kok, subur banget malah"Keterangan Dokter cantik yang ada dihadapan Lita sekarang membuat Lita mengucapkan syukur banyak-banyak.
"Tuh kan apa Mama bilang"Bu Fatin menimpali dengan wajah yang tak lekang oleh senyuman.
"Baru nikah beberapa bulan kok buru-buru amat sih pengen punya momongan"Susi yang sangat banyak membantu Lita sahabatnya ikutan berkomentar.
"Tapi kalau memang subur banget kenapa belum ada tanda-tanda saya hamil ya dok??"Lita mengungkapkan semua uneg-unegnya mumpung ada Dokter pakar.
"Yang menyebabkan kehamilan cepat itu dari dua hormon yang sama-sama subur,jika salah satu dari pasangan kurang subur maka proses kehamilan akan sulit terjadi"Penjelasan Dokter langsung membuat Lita terdiam.Ia beradu pandang dengan Bu Fatin,Lalu bergantian memandang Susi.
__ADS_1
"Ok Dok terimakasih atas penjelasannya "Lita memilih untuk cepat-cepat pergi.Karena pikirannya jadi kacau setelah mendengar penjelasan Dokter tadi.
"Lita... Lita "Susi menyusul sahabatnya yang terlihat buru-buru.Lita menoleh,Ia menghentikan langkahnya menunggu Susi."Kamu kenapa sih ?-kok jadi aneh"
"Nanti aku cerita Sus... sekarang aku harus cepat-cepat pulang "Lita enggan mengatakan apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya.
"Ok... tapi janji kamu bakal cerita ya"Susi ingin sebuah kepastian.Lita mengangguk meyakinkan.Lalu ia pun pamit pulang.
Raka sengaja menunggu Susi masuk kedalam Rumah Sakit.Ia berdiri dibalik meja resepsionis."Eh Sus... tunggu "begitu melihat kelibat Susi,Raka segera memanggil sahabatnya itu.Susi menghentikan langkahnya.
"Ngapain Lita bertemu Dokter Selfi ??apa dia hamil ??"
"Kamu tahu Lita kesini?"Bukan menjawab, Susi malah balik bertanya.Raka mengangguk"Kok nggak disamperin ?Kan bisa nanyak langsung sama orangnya"
"Aku hanya berusaha move on dari dia"Jawaban Raka sudah membuat Susi paham perasaan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Lita cek kesuburan,tapi Alhamdulillah dia subur kok.Tapi nggak tahu ya... setelah mendengar penjelasan Dokter Selfi raut wajahnya gimana gitu,aku kurang paham.Kayaknya dia lagi dalam masalah yang rumit"
"Kamu nggak nanyak kenapa ??"
"Udah... malah aku susul dia ke depan tapi Lita belum siap cerita sekarang.Katanya nanti dia akan cerita sama aku"Susi menjelaskan semuanya.Raka manggut-manggut."Katanya mau move on kok masih kepo"goda Susi membuat Raka tersenyum tipis.
"Nggak semudah membalikkan telapak tangan Sus... bagaimana pun aku dan Lita sudah bertahun-tahun deket "
"Deket doang, nembak kagak "Lagi-lagi Susi memprovokasi Raka.
"Gimana mau nembak,pas mau ngomong serius Litanya ngomong kemana-mana "
"Sekarang nyesel kan udah diduluin orang "
"Yah namanya juga bukan jodoh...dan lagi aku perhatikan Lita bahagia sama suaminya, jadi aku bisa apa"
__ADS_1
"Hmm"Susi mengangkat kedua bahunya.