
Damian menghampiri Lita yang sedang mengelap piring dan wadah makanan lainnya.
"Lusa kamu ada acara mau pergi kemana?"Tanya Damian.
"Belum ada rencana Pak"Lita menutupi semuanya.
"Boleh nggak aku mengajak kamu dan Dede jalan-jalan ke taman hiburan"Damian agak ragu mengutarakan niatnya.
"Maaf Pak bukan saya menolak,tapi Dede masih kecil.Saya takut dia nanti terkena angin luar jatuh sakit "Lita menolak dengan halus.
"Oh begitu "Damian tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.Ia memilih keluar dari dapur.
Nora mendekati Lita,ia menyikut lengan teman kerjanya itu."Bisa-bisanya ya kamu menolak ajakan Bos ganteng"Selorohnya.
Lita tersenyum simpul,ia tak menanggapi terlalu serius ucapan Nora.
"Kalau aku jadi kamu,aku akan menerima ajakannya tanpa syarat"
"Aku istri orang Nora"satu kalimat Lita mampu membungkam spekulasi Nora.Gadis itu kembali melanjutkan pekerjaannya memotong sayuran.
___
Hari yang direncakan sudah tiba,sekitar jam 09.00 Lita dan Retno meluncur ke Pengadilan Agama guna melayangkan gugatan cerai kepada Danur Wenda.
"Kamu benar-benar yakin?"Retno mencoba mempengaruhi keputusan sahabatnya.Lita mengangguk sambil tersenyum.
"Aku yakin,benar apa yang kamu katakan.Aku berhak bahagia"
"Tapi Bos masih mencarimu"
"Nanti surat panggilan akan memberitahunya"Jawab Lita enteng.Ia mengecup kening putrinya lalu melangkah tanpa ragu.
__ADS_1
Retno yang tengah menggendong bayi Dede menunggu di Lobi.
Kurang lebih satu jam,Lita sudah keluar dengan senyum mengembang.
"Gimana?"Retno penasaran sekali.
"Udah,tinggal nunggu panggilan sidang aja"
Retno manggut-manggut,entah? pikirannya semrawut.
"Yuk kita jalan,kamu mau kemana?"
"Kita nonton,terus belanja terus kita ke tempat latihan kamu"Retno mendetail rencana yang sudah tersusun.
"Ok"Keduanya berangkat menggunakan sepeda motor.Mereka secara bergantian antara menyetir dan menggendong Baby De.
__Kembali ke tempat latihan seperti kembalinya semangat hidup LITA.Ia begitu happy sekali menggunakan baju putih kebanggaannya dengan sabuk kuning melingkar.
Ia diminta oleh sang Pelatih untuk mengajar para murid-murid yang masih anak-anak.Dengan bangganya Lita menerima tugas itu.
Retno dan baby De duduk di kursi penonton.Sesekali Retno sibuk berfoto-foto dengan si imut Dede.Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendekati.
"Dede"Suara seorang laki-laki memanggil Diana.Retno menoleh ke arah suara itu berasal.Ia terperangah melihat Damian ada disana.
"Sedang apa disini?"Sapa Damian setelah yakin bahwa itu benar teman Lita.Retno menunjuk ke arah Lita yang sedang melatih anak-anak.
Damian memicingkan matanya,semoga ia tidak salah lihat."Lita??"Retno mengangguk meyakinkan.Damian ternganga tak percaya kalau wanita yang berhasil masuk ke relung hatinya adalah seorang pesilat yang sekarang mengajar adik bungsunya.
Selesai mengajar,Lita datang menghampiri Retno.Ia heran melihat Bosnya ada disana.
"Apa dia mengikutiku sampai kesini?"Lita bertanya didalam hati.Senyum Damian mengembang menyambut kedatangan Lita.
__ADS_1
"Bapak kok ada disini?"Tanya Lita tanpa basa-basi.
"Aku nganterin adik bungsuku latihan,biasanya Arka yang nemenin.Berhubung hari ini aku libur,jadi aku aja yang nemenin"Damian menjelaskan secara detail.
"Ohhhhh"Lita manggut-manggut.
"Nggak nyangka ya,ternyata kamu senior disini?"Sambung Damian.
"Saya mantan atlet disini Pak"
"Jangan manggil Bapak dong,kok kesannya saya tua banget.Padahal masih pantas kok jadi pendamping kamu"Seloroh Damian membuat Lita terpana.
"Ekhem "Retno berbatuk-batuk canda dengan senyuman terulas.Damian cengengesan sedangkan Lita mengalihkan perhatian.
Seorang gadis kecil sekitar umur 10tahun datang menghampiri,Damian langsung menyodorkan sebotol minuman.Gadis kecil itu menatap Lita dan Damian bergantian.
"Kakak kenal Bu Lita?"Gadis itu bertanya dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
"Iya dia teman kerja Kakak"Jawab Damian.Padahal sebenarnya adalah bawahannya.
"Ohh,Bu Lita hebat loh Kak,dia beberapa kali dapat medali emas.Aku pengen kayak Bu Lita"Gadis itu penuh semangat menceritakan identitas Lita.
"Ohya?"Damian menatap Lita dengan senyuman menggoda.Gadis itu mengangguk dengan penuh semangat.
"Kak aku mau kesana dulu ya,aku akan ceritakan kepada teman-temanku kalau Kakakku adalah teman kerjanya Bu Lita.Pasti mereka pada iri sama aku"Tanpa menunggu jawaban persetujuan dari Damian,gadis kecil itu berlari pergi.
"Aku nggak nyangka ternyata banyak sesuatu yang menarik tentang dirimu"Tukas Damian,ia tetap dengan senyuman yang sangat sulit diartikan oleh Lita.
"Tidak usah berlebihan Pak,biasa saja"Jawab Lita merendah.Wajah Damian langsung berubah.Netranya menyorot tajam membuat Lita seperti melakukan kesalahan.
Mata Lita membeliak lebar,baru saja ia memanggil Damian dengan sebutan "Pak"
__ADS_1
Lita menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Maaf Pak,uppss"Lita menutup mulutnya "Maaf Mas"Lita merasa ada yang aneh dengan sebutan yang baru saja terlontar.Damian tersenyum tipis.
Retno yang seperti nyamuk diantara keduanya memilih hanya menjadi penonton setia bersama Baby De.