
"Menantu.."Bu Fatin menjerit histeris melihat darah merembes di tangan Danur Wenda.Ia meraih tangan Danur,raut wajahnya sangat mengkhawatirkan menantunya itu."Ayo kita obati tanganmu menantu"
"Tidak perlu Ma hanya luka kecil saja"Danur mengabaikan luka ditangannya,Ia memikirkan bagaimana dengan luka hati Lita yang disebabkan olehnya.
"Dokter... bagaimana dengan keadaan putri saya"Pak Samsul begitu melihat Dokter keluar langsung menyambutnya dengan pertanyaan.
"Anda siapa pasien ??"
"Saya Ayahnya"
"Alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritisnya,Tapi dia masih belum sadar juga.Jadi masih harus ditangani dengan baik.Nanti kami akan memindahkan keruangan ICU"
"Dok...tolong berikan perawatan terbaik dari rumah sakit ini.Tolong selamatkan istri saya"Danur memohon dengan linangan air mata.
__ADS_1
"Bapak jangan khawatir,kita tinggal menunggu pasien sadar saja"Jawab Dokter berusaha menenangkan.
"Terimakasih Dok"
Dokter menjawab dengan anggukan,Lalu ia minta diri untuk pergi.Tak lama kemudian Lita yang dalam keadaan belum sadar dipindahkan oleh para perawat termasuk Susi yang juga ikut andil mengantarkan sahabatnya ke ruangan ICU.
BU Fatin beserta suaminya dan Danur Wenda mengikuti dari belakang.
"Sus tolong berikan Lita fasilitas terbaik ya"Bu Fatin meminta kepada sahabat anaknya itu.
Setelah semua perlengkapan perawatan untuk Lita sudah siap,para perawat pun keluar.Hanya tinggal orang tua Lita dan suaminya yang setia menunggu di ruangan ICU dengan fasilitas VIP itu.
Danur terus saja membelai tangan istrinya yang tertancap infus.Ia tak melepaskannya walaupun hanya sesaat.
__ADS_1
"Menantu mari makan dulu ya,aku tahu menantu belum makan bukan "Bu Fatin mencoba mengambil perhatian menantunya.
"Danur belum lapar Ma"
"Jangan begitu menantu, sabar itu butuh kekuatan loh.Kalau menantu tidak makan dari mana menantu bisa mendapat kekuatan.Jadi menantu harus makan ya...biar Mama yang jaga Lita sementara menantu makan"
"Iya nak... pergilah makan dulu.Lita juga nggak akan senang hatinya jika kamu Sampek sakit karena nggak mau makan"Pak Samsul ikut membujuk menantunya.
"Baiklah Yah...Ma..Danur pergi makan dulu "Danur akhirnya menurut.Pak Samsul dan Bu Fatin mengangguk hampir bersamaan.
"Ada apa ??"Danur menjawab telepon dengan nada yang sangat sengit."Aku tidak akan pulang,Lita kecelakaan..kamu urus saja urusanmu sendiri.Ini semua gara-gara kamu!Puas kamu sekarang kan??Dan satu lagi aku tidak akan pernah menikahimu karena sekarang aku tahu anak yang kamu kandung bukan anakku...Kamu mau tahu darimana aku tahu?? karena Lita sudah cek ke Dokter kandungan, ternyata yang mandul itu bukan Lita tapi aku.Jadi sudah jelas bukan kalau anak itu bukan anakku"
"Pokoknya besok aku tidak mau melihatmu berada di rumahku, Cepat kemasi barangmu dan segera pergi dari rumahku.PAHAM!!"
__ADS_1
Raka mendengar semua percakapan Danur dengan seseorang melalui telepon.Kini ia tahu masalah apa yang dihadapi Lita, kekasih hatinya itu."Kasihan sekali Lita"Raka mendesah dengan Nafas yang sangat berat.Ia merasa tidak terima jika Lita disakiti.
"Pasti kecelakaan ini terjadi karena masalah yang ia hadapi.Karena mustahil Lita menyetir sendiri padahal dia tidak begitu mahir mengemudi"Pikiran Raka berucap sendiri.Ia merasa terpanggil untuk menyelamatkan Lita dari keadaan ini.Tapi ia tidak tahu darimana ia harus memulai.Rasanya ia harus melihat situasi terlebih dahulu, barulah ia bisa mengambil sikap bagaimana cara membantu Lita Anggraini.