Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 76 Kepercayaan Lita


__ADS_3

Suara dentingan sendok dan piring menjadi alunan di pagi hari.Tuan Atmajaya sesekali melirik putrinya yang seperti mengelak untuk bertatapan dengannya.


"Siapa laki-laki itu?"Tuan Atmajaya memulai interogasinya.Andin nampak gelagapan,ia seperti tersedak.Buru-buru ia menegak air putih yang sudah tersedia.


"Deni tidak buta honey,dia melihat semalam kamu terlihat enggan berpisah dengan laki-laki itu"Ucapan Tuan Atmajaya membuat Andin tidak bisa berdalih lagi.


"Dia teman kuliah Andin Pa"


"Karena itu kamu sampai rela bekerja jadi waiters?"Tuan Atmajaya berdecih"Jangan bodoh honey,laki-laki yang mencintaimu akan menerima kamu apa adanya.Bukan malah menyengsarakan mu"


"Pa,,,Papa tahu kan putri Papa ini perfect.Semua laki-laki bisa Andin dapatkan dengan bermodalkan semua fasilitas yang Papa beri.Tapi tidak dengan Damian Pa,dia tidak bisa mencintai Andin karena keadaan Andin yang terlalu sempurna baginya"


"Lalu kenapa kamu memaksakan diri untuk menjadi seperti sekarang ini jika dia tidak mencintai kamu"


"Karena Andin menginginkan laki-laki seperti dia Pa,Jika dia bisa menerima Andin berarti dia mencintai Andin bukan karena kekayaan yang ada.Tapi memang mencintai Andin apa adanya"


Tuan Atmajaya terdiam,ia membingkai wajah putrinya yang begitu serius.


"Pa...jarang loh laki-laki yang tidak silau akan harta.Jadi tolong dukung Andin Pa,toh ini juga baik untuk kedewasaan Andin.Agar tidak manja dan bisa berusaha sendiri"


"Ok...kalau kamu ingin bersenang-senang silahkan.Papa takkan larang,tapi untuk keseriusan?Pikirkan dulu matang-matang"Tuan Atmajaya bangkit.Ia mencium kedua pipi istrinya lalu berganti mencium kening putrinya.


"Papa ke kantor dulu"Tuan Atmajaya berlalu pergi.


Andin menghela nafas panjang,ia menatap Mamanya yang tersenyum padanya.


"Ma..tolonglah bujuk Papa"Rengeknya.


"Sayang,,,kamu jalani dulu hubungan kamu dengannya.Jika memang berjodoh,Papa pasti setuju.Ok?"


Andin mengangguk,ia pun akur dengan keputusan orang tuanya.


...----------------...


Karena keadaan Lita yang masih labil,keputusan tentang siapa yang akan menangani perusahaan jadi tertunda beberapa pekan.Namun sang pengacara tidak kehabisan akal,ia meminta Lukman Supir kepercayaan Danur Wenda untuk menyampaikan hal itu.Agar supaya perusahaan cepat ditangani oleh orang yang terbaik.


Lukman pun menyanggupi untuk membantu,ia menghampiri Lita yang sedang berkumpul dengan putri serta orang tuanya.


Untuk sesaat ia ikut menemani Dede bermain.

__ADS_1


"Non,,,Kuasa hukum Tuan Danur tadi menelfon lagi.Katanya,,,beliau ingin tahu keputusan Non tentang siapa yang akan mengurus perusahaan.Karena kalau dibiarkan lama tak bertuan,dikhawatirkan perusahaan akan bangkrut"


"Ohhh jangan,kalau sampai bangkrut gimana dong?"Timpal Bu Fatin.


"Iya itu Ndoro mertua,Non Lita harus mengambil keputusan dengan segera"


"Lit..."Bu Fatin menyentuh tangan putrinya.


"Nanti malam tolong hantar saya ke suatu tempat yang Pak Lukman"Pinta Lita.


"Baik Non"Jawab Pak Lukman,ia tersenyum penuh makna.Semoga ini awal yang baik,Itulah harapannya.


___


Mobil Mercedes hitam metalik berparkir di depan cafe.Damian yang tengah merapikan kursi yang baru saja ditinggal oleh customer memperhatikan mobil tersebut.Ia seperti mengenal mobil itu.


Matanya terbelalak begitu melihat siapa yang keluar dari dalam mobil.Seorang wanita yang ia rindukan dalam diam tengah berjalan dengan menggunakan tongkat dan dipapah oleh seorang laki-laki berseragam supir.


Damian secara refleks berlari menyambut "Lita..."Ia terpana dengan apa yang terjadi kepada wanitanya.Tak terasa air matanya mengalir.


"Dam..."Lita tersenyum,ia meraba dengan tongkatnya mencari tahu disebelah mana Laki-laki itu berdiri.Ternyata di hadapannya,Lita meraba dengan tangannya pundak laki-laki itu hingga menyentuh pipinya.


"Ka-kau menangis?"


"Apa yang terjadi denganmu?Kenapa bisa begini?"


Lita tersenyum,ia rasanya belum siap menceritakan semuanya.


"Dam...aku butuh bantuanmu"


"Apa yang bisa aku bantu Lit??"


"Bisakah kamu mengurus perusahaan suamiku?"


"Hah???apa maksudmu?"


Lita mengumpulkan kekuatannya untuk bercerita tanpa menangis.Ia harus kuat dihadapan laki-laki yang pernah menaruh hati padanya.


"Suamiku meninggal,Dan sekarang tidak ada orang yang bisa aku percaya untuk mengurus perusahaan kecuali dirimu.Aku dan keluargaku tidak mengerti apa-apa tentang perusahaan"Lita hanya mampu mengatakan sekedarnya saja.Ia tidak mampu untuk membuka kisah yang ingin ia lupakan.

__ADS_1


Damian terdiam,ia menatap wajah yang menghadap ke arah lain.Hati Damian terenyuh sakit mendengar kisah yang hanya sepenggal itu.Sebegitu percayakah Lita kepadanya sehingga mengamanahkan perusahaan suaminya yang tergolong dari perusahaan ternama.


"Apakah kamu bersedia membantuku Dam?"Pertanyaan Lita membuyarkan kecamuk yang ada dalam pikiran Damian.


"Aku akan memikirkannya dulu,Jika aku membantumu,Cafe ini tidak ada yang mengurus"


"Ohhh maafkan aku Dam,aku tidak memikirkan ke arah sana.Maafkan aku...Lupakanlah permintaanku ini"Lita beranjak hendak pergi.


"Lita tunggu"Damian menahan tangan wanita itu"Aku akan berusaha membantumu,Aku akan meminta saudaraku ataupun teman-temanku untuk mengurus cafe ini.Jadi tolong jangan beranggapan yang tidak-tidak"


Lita tersenyum simpul"Terimakasih Dam"


Damian mengangguk lega,tak sampai hati ia mengecewakan orang yang masih memiliki ruang dihatinya itu.Apalagi wanita ini sangat mempercayainya.


Andin melihat semua yang terjadi di depan sana,meskipun ia tidak tahu pasti apa yang dibicarakan oleh dua orang tersebut.Namun dari gerak-geriknya,Andin menilai mereka sedang membicarakan hal serius.


Entah kenapa hatinya begitu sakit??Apalagi ia melihat tatapan Damian tak pernah lekang dari wajah wanita yang sudah bersuami itu.


Setelah wanita itu pergi,Andin menghampiri kekasihnya.


"Ada apa dia datang menemuimu?"


Damian menoleh seketika,ia nampak gugup.Tapi ia merasa ia harus jujur kepada Andin,kalau tidak akan menjadi masalah baginya.


"Kita bicara dibelakang"Damian merengkuh bahu gadis itu,dan dibawanya ke tempat para staf istirahat.


Mendapatkan perlakuan yang lembut,kekhawatiran Andin sedikit berkurang.Ia mengikuti langkah kekasihnya.


"Kamu tadi lihatkan kondisi Lita?"


Andin menggeleng,karena rasa cemburu begitu besar sehingga ia tidak begitu memperhatikan wanita tersebut.


"Dia buta,aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.Tapi yang jelas dia mengatakan suaminya telah meninggal"


"Kenapa dia beri tahu kamu?Apa maksudnya?"


"Dia memintaku untuk mengurus perusahaan suaminya"


"Apa??!!!Gila kamu ya"Andin merasa ini hanya sesuatu yang dibuat-buat.

__ADS_1


"Sayang...tolong jangan berpikir yang macam-macam dulu"


"Lalu apa coba tujuannya hah??Suaminya meninggal tidak ada hubungannya dengan kamu,tapi kenapa dia bilang sama kamu?? Perusahaan juga milik suaminya,kenapa harus kamu yang diminta untuk mengurusnya?Apa tidak ada orang lain yang lebih bisa?kenapa harus kamu??"Andin benar-benar sudah tersulut emosi.Damian meraup wajahnya dengan kasar.Ia sudah menyangka bahwa Andin tidak akan setuju.Tapi ia tetap ingin menolong Lita meskipun tanpa persetujuan dari Andin.


__ADS_2