
Lita diam dalam kegetiran,setiap hari ia lalui dalam sepi.Ia pikir dengan menikah dengan Damian ia mampu hidup tanpa Michael yang berhasil mengganti posisi suaminya.
Ternyata dugaannya salah besar,hatinya berkali-kali harus sakit karena dipaksa keadaan menemani suami yang tak dicintai.Ia merasa dirinya lah manusia paling munafik di dunia.
Namun apalah daya,ia hanya bisa menyimpan segala pedih dalam diamnya.Bila ia sendiri,ia menangis tanpa suara.Sungguh malang sekali nasibnya.
Hari berganti Minggu,Minggu berganti bulan,dan bulan berganti tahun.Kepedihan telah menjadi makanan bagi wanita buta ini.Hingga tanpa disadari penyakit telah menggerogoti tubuhnya.Sampai tubuhnya ringkih tersisa kulit dan tulang.
Damian yang ingin menemani setiap hari hari istrinya tak sanggup melawan penolakan.Satu malam pun Damian tak pernah diijinkan menginap.Pria itupun bingung dengan sikap istrinya.Dalam keadaan sakit parah ia tetap tidak mau ditemani oleh suaminya.
Bu Fatin dan Pak Samsul juga tidak tahu apa alasan yang membuat putrinya kekeuh tidak mau ditemani oleh sang suami.Keduanya hanya mampu memberikan semangat kepada menantunya agar sabar menghadapi sikap Lita.
Hingga pada suatu hari,Lita terbatuk-batuk dengan jeda yang panjang.Darah tersembur dari mulutnya yang ditutupi oleh telapak tangannya.Bu Fatin dan Pak Samsul berusaha melakukan pertolongan pertama dengan memberikannya air putih.Tapi tetap saja Lita terus saja batuk sampai ia terkapar pingsan.
Pak Samsul memanggil Pak Lukman untuk membawa putrinya ke Rumah Sakit.Sedangkan Bu Fatin menghubungi Damian agar segera menyusul ke Rumah Sakit.
Suara deringan handphone terdengar,namun Damian begitu pulas tidur.Karena ia dalam pengaruh obat tidur.Yah sudah menjadi kewajiban untuk Damian bila ia ingin tidur ia akan mengkonsumsi obat tidur.Jika tidak,ia bisa begadang karena terlalu memikirkan Lita istrinya.
Andin terbangun karena terganggu dengan deringan handphone milik suaminya.Sebelum ia meraih ponsel sang suami,ia menengok putrinya KANAYA AULIA yang tengah pulas di box bayi.Ia tersenyum,lalu melangkah memutar untuk mengambil ponsel suaminya.
"Mama??"Gumam Andin membaca nama yang tertera di layar ponsel.Karena penasaran Andin mengangkatnya.
"Nak...nak menantu..Lita kritis dan sekarang dibawa ke Rumah Sakit.Cepat datang ya Nak menantu"
Sambungan terputus,Andin terpegun.Ia belum sempat mengatakan apapun.Suara dari seberang terdengar panik.
"Nak menantu??Lita kritis??"
Andin bingung sendiri dengan kalimat yang terngiang ditelinganya.
"Andin"Sebuah suara serau memanggil.Andil terkejut,ia segera menoleh ke arah suaminya.
Damian beringsut bangun.
__ADS_1
"Ngapain kamu disini???Kamu ngecek hp aku?"Damian merebut ponselnya dari tangan sang istri.
"Aku tidak mengecek handphonenmu,tadi ada orang nelfon berkali-kali.Setelah aku angkat dia menyebut nak menantu,dan bilang Lita kritis"Jelas Andin dengan tatapan kosong.
"Apa?!"Damian tergesa mengecek handphonenya,ada 4kali panggilan tak terjawab.Ia bergegas bangun mengganti pakaiannya secepat mungkin.
"Dia bilang anak menantu,dan bilang Lita kritis?apa maksudnya?ka-kamu tidak menikah dengan Lita kan?"
Gerak tangan Damian yang tengah memasang kancing baju terhenti secara refleks.Andin bangkit mendekati suaminya.
"Jawab pertanyaan aku Dam?Kamu tidak menikah dengan Lita kan?"Netra wanita itu menukik tajam menangkap sesuatu di anak mata Sang suami.
"Yah..aku memang menikahi nya?"Jawab Damian sembari menuntaskan kancing baju yang belum terpasang.Setelah itu ia meraih jaketnya kemudian di pakainya.
Andin berundur beberapa langkah,ia tak percaya dengan apa yang ia dengar.Padahal setiap malam suaminya selalu pulang meskipun sering terlambat.Ia juga berangkat ke kantor seperti biasanya.Sungguh sukar dipercaya.Malah dalam hal urusan ranjang semua normal-normal saja.
"Tunggu!!!"
Suara Andin menghentikan langkah Damian yang hendak keluar kamar.
"Sehari setelah kita menikah"Jawab Damian tanpa sedikitpun berpaling melawan tatapan nanar sang istri.Ia melangkah keluar kamar begitu saja tanpa meminta diri.
Tubuh wanita itu terjelopoh ke lantai,tungkai kakinya lemas seperti tak ada daya.Memori kenangannya kembali ke setahun yang lalu.Disaat dia terakhir kalinya bertemu Lita.Dimalam harinya suami yang tak kunjung pulang datang dan tidur bersamanya.Esok malamnya pun tak jauh berbeda,Damian membantainya penuh nafsu.
Relung hatinya sakit??sangat sakit??Apakah selama ini Damian memperlakukannya di ranjang bukan karena mencintainya?Apakah dirinya dianggap orang lain??
Nafas yang memburu terasa sesak,Andin menyandarkan tubuhnya ke bibir kasur.Dadanya naik turun,air matanya mengalir deras.Ia tergugu,lolongan kepedihan ia lantunkan tinggi tinggi.Tak perduli siapapun yang akan mendengarnya.Ia hanya merasa perih dan sakit yang tak terbilang.
"Papa....Mama...."Rintih Andin parau.
___
Sementara di Rumah Sakit,Lita sudah hampir mencapai ajal.Ia menggenggam erat tangan Damian.
__ADS_1
"Sayang jangan tinggalkan aku...aku mohon"Damian mencium tangan yang telah pucat tak berdarah itu.Lita tersenyum kelat,nafasnya sudah hampir tak terdengar.
"To-tolong ja-jaga D"Pintanya dalam sisa-sisa nafasnya.
"Aku pasti menjaganya,kamu jangan khawatir yah...sekarang yang terpenting kamu harus sembuh.Ok!!"
Senyuman kelat masih tersimpul.Tarikan nafas panjang membuat dadanya terangkat.Perlahan ******* terakhir membuat wanita itu lemas dan terpejam selamanya.
"Lit...sayang...Lita...."Damian yang merasakan genggaman tangan Lita terlepas langsung panik.Ia menepuk pipi istrinya berkali-kali.Bu Fatin meraung-raung dalam pelukan suaminya.Kepedihan dihati seorang ibu yang menyaksikan kematian putri tunggalnya tidak bisa diibaratkan dengan apapun jua.Sedangkan Sang Ayah hanya diam,terlihat tegar namun hatinya hancur.Ia tak menyangka,putri yang ia jaga sedari kecil hingga mempunyai balita kini pergi mendahuluinya.
Tubuh Damian bergetar karena isakan,ia memeluk jasad Sang istri dengan luka yang bertubi-tubi.Dalam jiwanya meruntuk pilu,seperti ada secercah penyesalan yang menghantui.
Andin yang berhasil menemukan keberadaan suaminya terdiam mematung di luar pintu.Ia menatap kosong dari kaca kecil yang transparan ditengah-tengah pintu.Pemandangan yang memilukan menghantam jiwanya,entah ia harus empati atau egois.Ia sendiri tak tahu.Dengan langkah gontai ia meninggalkan tempat itu.Meratapi nasib yang tak pernah berpihak kepadanya.
___
Dalam kedukaan yang belum usai,Damian membawa Putri Diana kedalam lingkup hidupnya.Andin berontak,namun Damian tak memperdulikannya.Malah ia mengancam akan menceraikan dirinya jika tidak bisa menerima keberadaan Anak dari Lita Anggraini.
Akhirnya walau sakit terasa,Andin terpaksa menerima keberadaan Balita yang baru berumur hampir tiga tahun itu.Damian membayar seorang baby sitter khusus untuk Diana saja.Sedangkan Kanaya tetap dalam asuhan Ibunya.
Perlakuan Damian kepada Diana dan Kanaya sangat berbeda.Padahal Andin tahu,Diana bukanlah anak kandung suaminya.Tapi entah kenapa,Damian lebih sayang kepada Diana dari pada Kanaya.
Pernah sekali Andin bertanya,karena Diana adalah anak yatim-piatu itulah alasannya.Andin tidak bisa menerima alasan tersebut,karena menurutnya itu sangatlah tidak logis.Tapi apa yang terjadi?Justru Damian tak pulang-pulang membawa Diana pergi.
Sehinggalah Andin terpaksa membujuk agar Damian kembali dan dia tidak akan mempermasalahkan apapun tentang Diana.Barulah Damian kembali ke rumahnya.
Semenjak itulah Diana kecil tinggal menetap di rumah Papa sambungnya sehingga dewasa.
***TAMAT
Mohon maaf 🙏🙏🙏Jika ada salah kata dan masih banyak kekurangan.Tinggalkan like dan komentarnya ya.Terima Kasih!!!
Kisah ini berlanjut ke Novel terbaru yang berjudul GARA-GARA KAMU.
__ADS_1
yang mengisahkan historis kehidupan PUTRI DIANA***.