
Pak Atmajaya sesekali melirik putrinya yang tak berselera makan.Roti panggang yang ada di atas piringnya hanya dipotong-potong tapi sama sekali tak ia makan.
"Kenapa?Sudah patah hati?"Sindir Pak Atmajaya.Istrinya tersenyum tipis seakan sepemikiran dengannya.
"Papa harus bantu Andin sekarang"Andin memberi kesan pemaksaan dalam kalimatnya.
"Bantu apa?"
"Menikahkan Andin sama Damian"
Pak Atmajaya terhenyak,ia saling bertatapan dengan istrinya yang tak kalah kaget.
"Kalau Damian tidak melamarmu,bagaimana Papa menikahkan kalian?"
"Andin tidak mau tahu Pa,pokoknya Andin harus menikah dengan Damian.Titik!!!"
"Sebenarnya apa yang terjadi,coba kamu ceritakan kepada kami"Ucap Istrinya Tuan Atmajaya lembut.
Andin menatap kedua orang tuanya silih berganti.Ia memang belum menceritakan duduk permasalahan antara dirinya dan Damian sampai Andin memilih resign.Akhirnya dengan tanpa ragu lagi Andin menceritakan dari awal sampai Damian positif bekerja sama dengan Lita dan meninggalkan cafe dibawah pengawasan adiknya,Arka.
"Siapa nama suami wanita itu?"Tanya Tuan Atmajaya.
"Emmmmm Danur,yah Danur Wenda.Damian pernah menyebutkan nama itu Pa"
"Danur Wenda..."Tuan Atmajaya mengkaji nama itu.
"Papa kenal?"Tanya istrinya.
"Iya...dia adalah salah satu pengusaha termuda yang terbilang sukses.Perusahaannya tidak seberapa besar,masih kalah jauh dengan punya kita.Tapi,dia termasuk investor besar di negeri ini.Jadi sahamnya ada dimana-mana termasuk di perusahaan kita"
"Jadi sainganmu berat dong"Goda Mamanya Andin.Andin nampak gusar,ia bangkit dengan kesal meninggalkan meja makan.Tuan Atmajaya hanya geleng-geleng kepala menyikapi sikap putrinya.
"Apa Papa tidak ingin membantu putri kita?"
"Tidak perlulah Ma,itu akan mempermalukan diri sendiri jika sampai kita melewati batas.Kalau si laki-laki tidak suka anak kita,kita tidak bisa berbuat apa?Biarlah dia mengobati hatinya sendiri"
Istri Tuan Atmajaya mengangguk setuju dengan keputusan suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Cepat hapus rekaman itu!"Lita memberi perintah dengan tegas kepada Michael,pria tampan itu hanya tersenyum tipis sambil sibuk memetik gitarnya.
"Sok main gitar padahal alpa sama not"Sindir Lita kesal.
"Aku bukan alpa tapi memang nggak tahu apa-apa"
"Terus ngapain sok-sokan main gitar segala?"
"Ya aku pengen belajar karena katanya kamu pintar main gitar,pinter nyanyi.Kalau aku sudah pintar main gitar kan kita bisa duet"
__ADS_1
"Bod*h!!!Sudah cepat hapus rekaman aku"
"Aku nggak bisa ngapus"Jawab Michael cuek.
"Jangan ngadi-ngadi deh,atau aku laporin sama polisi atas kasus ITE"
Michael meletakkan gitarnya disamping sofa tunggal yang ia duduki.Lalu bangkit mendekati Lita yang berdiri tak jauh darinya.Lita menarik diri mundur ketika mencium aroma parfum yang semakin tercium.Ia sadar jika lawan bicaranya sedang mendekatinya tanpa bersuara.
Namun Michael bergerak cepat,menarik tubuh wanita itu hingga merapat dengan tubuhnya.Lita berontak,tapi ia kalah tenaga.
"Bagaimana rekaman itu bisa dihapus,jika sudah tersimpan dalam memori otakku"******* nafas Michael terasa hangat menyentuh pipi lembut milik Lita.
"Kau menipuku?"
"Aku tidak menipumu,Itu kenyataan.Aku merekam kemolekan tubuhnya didalam otakku.Kau benar-benar menggoda imanku sayang"
Lita mendorong dengan sekuat tenaga tubuh Michael,namun justru Laki-laki itu semakin mempererat pelukannya.Tidak ada cara lain?
BUGHHH
AWWWWW
Michael mengadu kesakitan,Ia memegang selangkangannya yang baru saja ditendang oleh Lita.
"Rasain"Desis Lita seraya melangkah pergi secepat yang ia bisa.Michael yang membenci kekalahan menahan sakit yang ia rasakan,lalu menyusul wanita angkuh itu.Ia menarik Lita lalu digendong diletakkan dibahunya.
Lita meronta,menendang sebisanya.Tapi nihil!
"Tuan..."Mbok Fatma juga ikut keluar dari dapur begitu mendengar jeritan minta tolong,Namun ia hanya termangu.Apalagi melihat Michael tersenyum sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Mbok...itu Mbokkan..tolong aku Mbok..laki-laki ini mau berbuat jahat sama aku Mbok.Tolooong"
Michael menggeleng memberikan jawaban atas tuduhan Lita.Mbok Fatma tetap bungkam.
"Hey keparat lepasin aku"Lita terus meronta-ronta.Namun Michael tak ambil perduli.Ia terus saja membawa Lita ke dalam kamarnya.
Setelah mengunci pintu dari dalam,Michael menghempaskan tubuh Lita begitu saja ke atas tilam.Lita beringsut mundur.
"Jangan berani macam-macam kamu bajing*n!!!Kalau aku sudah bisa melihat akan ku bunuh kamu,akan aku cincang-cincang ku jadikan bergedel"
Michael menyeringai,ia merangkak mendekat.Membuat Lita semakin panik.Wajahnya pias ketakutan.Hembusan nafas laki-laki itu terasa hangat menerpa wajahnya.
"Jangan paksa aku untuk menikmati tubuhmu sebelum waktunya"
"Apa maksudmu?"
"Aku akan memilikimu"
"Tidak akan pernah"
__ADS_1
"Ohya????apa kamu yakin??"
"Kau belum mengenalku kepar*t"
"Aku sudah tahu melebihi yang kamu tahu"
Cuihhhh!!!
Lita meludah tepat di wajah Michael.
"Aku akan mengusirmu dari rumah ini segera"
Michael mundur,ia mengambil tisu di atas nakas lalu mengelap wajahnya.Lita menghela nafas lega setelah merasakan wangi tubuh khas milik Michael sudah tidak tercium lagi.
Bunyi deringan handphone terdengar,tapi Lita yakin itu bukan dari handphonenya.
"Hallo?"Lita mendengar suara Michael menerima telpon.
"What's up Rose?Never mind, don't bother me anymore.I will stay here,bye"Michael menutup telfonnya secara sepihak.Namun selang beberapa detik,benda pipih itu berdering lagi.Dengan terpaksa Michael menon- aktifkan ponselnya agar Rose,gadis asal Jerman itu tidak lagi menghubunginya.
Michael menatap Lita yang diam seperti menelisik pembicaraannya di telfon barusan.Ia duduk di bibir kasur,Wanita secara refleks menjauh.
"Jangan takut aku tidaklah sejahat yang kamu pikirkan.Tapi aku gemes sama kamu yang sok jual mahal"
Lita tak merespon apapun.
"Kamu bener nih mau usir aku dari rumah ini?"
"Emang iya!"Jawab Lita ketus.
"Meskipun aku adalah salah satu pemegam saham terbesar di perusahaanmu?"
"Rumah ini tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan"
"Benar juga,nanti aku aduin sama Mama loh"
"Aduin aja aku nggak takut"Tantang Lita dengan menegakkan punggungnya.Michael diam,ia menatap wajah wanita buta itu yang nampak tidak main-main dengan ucapannya.
"Bahaya nih kalau Mama dengar aku diusir,pasti aku bakalan diomelin atau disuruh balik ke Jerman"Ucap Michael membatin.
"Ya sudah aku minta maaf,tapi jangan usir aku ya"Pujuk Michael memelas.
"Pokoknya aku nggak mau kamu tinggal disini lagi"Tegas Lita.
"Jangan gitu dong,duitku nipis nih kalau harus tinggal di hotel atau sewa apartemen"Michael mulai mencari alasan.
"Mangkanya kalau numpang harus sopan dan tahu aturan"
"Hah numpang??"Michael mencebik.
__ADS_1
"Ya udah aku janji nggak akan gitu lagi"Terpaksa Michael mengemis,karena ia tidak mau jika harus berjauhan dengan wanita ini.Michael khawatir laki-laki yang tadi pagi datang akan leluasa memikat hati Lita.Tidak!!Itu tidak boleh terjadi.