Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 36 Kemana kamu sayang


__ADS_3

Danur mengemudikan mobilnya perlahan menyisir tepian jalan.Ia tercari-cari keberadaan istri tercintanya.


"Pergi kemana kamu sayang"berjam-jam Danur terus menyusuri jalan, sampai Lukman yang duduk di jok samping tertidur pulas.Danur memarkirkan mobilnya di bahu jalan.Ia bersandar dengan helaan nafas yang berat.Kemana ia harus mencari Istrinya?Ada sesal menyiksa hatinya, Kenapa ia meninggalkan Lita begitu saja ? Kenapa dia tidak menunggu sampai mertuanya datang?


"Pergi kemana kamu sayang ??"Terus saja hatinya bertanya tanpa ada sebarang jawaban.Danur menelungkup diantara bundaran kemudi mobil.Ia merasa lelah,tapi bayangan Lita membuat dia bertahan sebisa mungkin.


"Biar saya yang nyetir Tuan"Lukman yang baru saja bangun melihat majikannya sangat lelah sekali.


"Nggak apa-apa Man,aku masih bisa"Danur kembali fokus kejalan didepannya.


"Tiiiiiiiiiiiiiit"suara klakson mobil memekakkan telinga, ternyata Danur hampir tertabrak bus trans.Ia kaget serta merta menginjak rem.


Nafasnya berpacu karena kaget sekaligus panik.Lukman tanpa menunggu komando ia turun dari mobil dan meminta untuk mengambil alih kemudi.Danur menurut,ia berganti posisi dengan supirnya.


"Tuan apa perlu kita pulang dulu"Lukman berinisiatif sembari mengendalikan kemudi.

__ADS_1


"Tidak Man"tatapan Danur lurus tapi kosong.


"Kita cari Nona nanti setelah Tuan istirahat, Sekarang Tuan terlihat lelah"


"Kalau kamu yang capek nggak apa-apa kamu pulang saja naik taxi,aku mau cari sendiri "Danur mengusap kasar wajahnya.


"Tuan bukan begitu "


"Terus maumu apa?"Danur menatap tajam mata sang supir.Lukman mengalah ia terus memacu mobilnya menyusuri jalan raya.


Seberapa kuat ia berusaha mencoba mengingat mereka,tapi otaknya terasa putus tangan.Tidak ada yang bisa ia ingat tentang siapapun, termasuk namanya.


Lita menoleh ke kanan dan ke kiri, jalanan sudah mulai gelap.Ia menghela nafas dalam-dalam, tubuhnya terasa letih.Perutnya pun terasa perih melilit.Ia hanya makan saat disuapi oleh laki-laki yang mengaku sebagai suaminya.Meskipun laki-laki itu baik dan sangat mesrah kepadanya,tapi Lita merasa tertekan karena tidak bisa mengingat sedikitpun tentang pria itu.


Di depan sana tak jauh darinya,Lita melihat sebuah warung kecil.Mungkin ia bisa meminta makanan sedikit untuk mengganjal perut.Lita bergegas menyebrang jalan.

__ADS_1


Ciiiiiiiiiitttttt gesekan ban dengan aspal berdenyit keras.Seperti suara mobil yang dipaksa untuk berhenti.Lita memicingkan matanya karena silau oleh lampu mobil yang hampir menabraknya.


"Lita...."Sebuah suara terdengar.Lita berusaha memastikan siapa orang itu.Ia takut bagian dari orang-orang di Rumah Sakit.


Seorang pria tampan menghampiri,Bukan!Bukan salah satu dari mereka.Bahkan Lita merasa tidak pernah melihatnya.


"Lita kamu mau kemana ??"Pria gagah itu ingin tahu.Lita hanya mampu menggeleng."Ayo ikut aku ke Rumah"


Lita menggeleng lagi,ia panik dan berusaha lari.Tapi pria itu dengan cekatan mencekal lengan Lita dan tidak membiarkan ia pergi.


"Ayo ikut aku,aku takkan membawamu kembali jika kamu tidak ingin.Kamu tinggal di Rumahku dulu, Nanti kamu mau kemana aku antar"Bujuk pria itu.Lita tak menjawab tapi perutnya yang menjawab.Keduanya sama-sama melihat ke satu titik.


"Kamu lapar??"Lita mengangguk "Ayo kita makan,aku juga belum makan"


Lita langsung tersenyum lebar,ia pun bersedia ikut pria itu.Tak perduli pria itu siapa,Lita hanya ingin makan.

__ADS_1


__ADS_2