
Michael pulang dengan dihantar oleh Damian,keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing,sehingga tidak begitu memperhatikan ada sebuah mobil berwarna hitam sedang terparkir di depan rumah Lita.
Begitu mobil Damian sudah pergi menjauh,mobil tersebut masuk ke halaman rumah Lita.Andin keluar dari dalam perut mobil,ia sengaja mengekori suaminya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.Andin pun belum tahu rumah siapa gerangan yang didatangi suaminya saat jam makan siang.
Setelah mengetuk pintu,Bu Fatin muncul dari balik pintu.
"Siapa ya?"Tanya Bu Fatin yang belum mengenal Andin.
"Emmm maaf Tante,ini rumah siapa ya?Kok suami saya baru saja datang kemari?"Tanya Andin agak segan.
"Ya rumahku lah,situ siapa?suami situ siapa?"Bu Fatin membalas dengan pertanyaan pula.
"Nama saya Andin tante,suami saya yang baru saja pergi dari sini namanya Damian"
Bu Fatin terbelalak kaget"YAAAAAAHHHHHHH"Pekik Bu Fatin memanggil suaminya.Dengan langkah seribu Pak Samsul datang menghampiri istrinya yang terpacak di depan pintu.
"Ada apa Ma?Kok teriak-teriak?"Pak Samsul terlihat panik.Istrinya menunjuk Andin dengan gemetar,Pak Samsul keheranan ia tidak memahami apa maksud dari istrinya.
"Nak kamu siapa?"Tanya Pak Samsul ramah.
"Saya Andin Om,istrinya Damian"Jawab Andin disertai seulas senyuman.
DEGH
Pak Samsul menelan saliva,ia terpaku beberapa saat.Andin merasa ekspresi kedua pasangan ini sangat mengherankan,seperti shock atau terkejut atau apalah.
"Ohya...mari masuk nak"Pak Samsul mempersilahkan Andin masuk.Ia merasa harus ada yang diluruskan dalam hal ini"Silahkan duduk nak"
Andin mengangguk,lalu ia pun duduk di sofa tunggal tepat disebelahnya berdiri.
"Mama panggil Lita dulu ya Yah"Ucap Bu Fatin gugup.Pak Samsul mengiyakan.
"Hah??Lita?? Mereka orang tua Lita?"
Andin membatin tanpa ekspresi,ia baru menyadari kalau ini adalah rumah Lita.Kenapa Lita sudah tidak tinggal di rumah besar milik Danur??Apa yang sebenarnya terjadi??
Tampak Lita datang dengan dipapah oleh Bu Fatin,ia duduk tak jauh dari tempat Andin.
"Mama sudah bilang sama Lita?"Tanya Pak Samsul,Bu Fatin mengiyakan.Lita terdiam,jemarinya bergerak lembut memegang ganggang tongkat.Ia terlihat agak gugup dan grogi.
"Apa kabar Lit?"Andin menyapa terlebih dahulu.
"Baik"Jawab Lita singkat.
"Aku nggak nyangka kalau kamu yang tinggal disini?"
"Kamu?kamu kenapa bisa datang kemari?"Ucap Lita begitu penasaran.
"Aku mengekori suamiku Damian,sejak hari kami menikah dia tidak pulang-pulang.Tadi aku ke kantornya,tapi hanya kemarahan yang ku dapat.Aku tidak akan menemukan jawaban jika aku hanya bertanya kepadanya,jadi aku berinisiatif untuk membuntutinya.Ternyata dia datang kesini"Andin menjelaskan.
"Kapan kalian menikah?"
__ADS_1
"Dua hari yang lalu,hanya pernikahan kecil di depan penghulu.Apa Damian tidak mengatakannya?"
Lita menjawab dengan gelengan lemah.
"Padahal dia ijin lambat masuk kerja"Sambung Andin.
Dua hari yang lalu,tepat disaat ia meminta Damian untuk menikah dengannya.Berarti dia ijin lambat karena melangsungkan pernikahan?Lita merasa tidak tahu siapa yang harus dipersalahkan,dirinya yang bertindak cepat tanpa berpikir ataukah Damian yang tidak jujur?
Bu Fatin meremas jemari putrinya,guna memberikan kekuatan akan kabar yang mengejutkan ini.
"Sudah berapa lama kamu tinggal disini Lit?"Pertanyaan Andin membuyarkan segala sesuatu yang ada dalam benaknya Lita saat ini.
"Dalam seminggu ini"
"Kenapa pindah?bukankah itu rumah warisan suamimu?"
"Disana ada Michael dan Ibunya,rumah ini juga pemberian suamiku"Lita menjawab setenang mungkin.
"Ohhh jadi disini kamu hanya sementara?"Andin terus saja menginterogasi.Lita memilih untuk tidak menjawab.
"Tadi aku kan melihat Damian kesini?Ngapain dia datang disaat jam makan siang?"
"Ada beberapa proposal yang mengharuskan aku tanda tangan,apa kamu tidak melihat bahwa Damian tidak sendiri?"Balas Lita balik mengintimidasi.
"Aku kurang memperhatikan"Jawab Andin,Hatinya sedikit lega karena tidak ada hal yang mencurigakan yang ia temukan hari ini.Karena merasa sungkan,akhirnya Andin mohon diri.Ia merasa sedikit lelah karena mungkin efek kehamilannya.Pak Samsul mengantar Andin sampai di pintu rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Damian tersenyum tipis disaat melihat Lita sedang duduk di teras.
Damian dengan penuh semangat menghampiri istrinya"Kenapa duduk di teras malam-malam begini??Cuacanya sangat dingin loh,nggak baik buat kesehatan"Sapanya lembut.
"Aku menunggumu"
Hati Damian langsung berbunga-bunga.
"Aku sudah disini,ayo kita masuk ke dalam"Ajak Damian penuh kasih.
"Aku ingin disini"Tolak Lita cepat"Ada hal yang ingin aku tanyakan"
Damian meletakkan tas kerjanya di atas meja,lalu ia pun duduk disatu kursi kosong.
"Mau tanya apa?aku siap mendengarkan"
"Tak cukup jika hanya mendengarkan,kau harus menjelaskan semuanya kepadaku"Tegas Lita.
"Ok!!Tanyakanlah apa yang ingin kamu tanyakan,aku akan menjawab sejelas-jelasnya kepadamu"Jawab Damian tanpa rasa curiga sedikitpun.
"Kamu sudah menikah sebelum menikah denganku?"
DEGH
__ADS_1
Degup jantung Damian seakan-akan berhenti berdetak.Ia diam terpaku tak menyangka akan secepat ini Lita tahu.
"Kenapa diam?jelaskan semuanya padaku?"Ucap Lita mengintimidasi suaminya.
""Ka-kamu tahu dari siapa?"
"Dari istrimu!!"
"Andin??"Desis Damian.Lita tersenyum kecut.
"Berarti benar kamu sudah menikah dengan Andin dihari yang sama saat aku meminta kamu untuk menikahiku"
"Ta-ta-tapi a-a-aku terpaksa"Damian berusaha membela diri.
"Terpaksa menikah denganku?"
"Bu-bukan be-gi-gitu..Aku terpaksa menikahi Andin"
"Baiklah aku malas berdebat,sekarang pulanglah ke rumah istrimu"Lita bangkit hendak masuk ke dalam.Namun Damian segera mencegatnya.
"Ja-jangan begitu Lit,kamu juga istriku..Aku akan tinggal disini bersama kamu"
"Pergilah"Lita tak menanggapi alasan Damian.
"Kamu mengusir aku??"
"Tempat kamu bukan disini Dam,tempat kamu adalah disisi istrimu"
"Kamu juga istriku"
"Aku takkan meminta kamu menikahiku jika aku tahu kamu sudah menikah"Tone suara Lita mulai naik.
"Jadi kamu menyesal kita menikah?"
"Iya!!!"Tegas Lita,kakinya terangkat ingin melangkah namun kedua bahunya dicengkeram kuat oleh Damian.
"Kamu kok jahat sih Lit hah???aku sudah melakukan apapun yang kamu minta, SEMUANYA!!!Tapi apa yang aku dapat??aku kau sia-siakan.Kamu tidak pernah bertanya kepada hatimu?kenapa aku begitu bodoh melakukan segala yang kamu mau??Jawabannya hanya satu,AKU MENCINTAIMU!!!KAMU PAHAM?!!AKU MENCINTAIMU!!!"
Suara Damian yang lantang membuat kedua orang tua Lita penasaran.Mereka keluar untuk lebih tahu apa yang terjadi.
"Tapi kamu membohongiku Dam,kamu membuat aku seolah-olah aku ini pelakor"
"Aku tidak membohongimu,aku hanya belum siap kehilangan kamu jika aku jujur"
"Sama aja!!!Hanya bahasamu yang berbeda"
"Lit...please,aku mohon...tolong pahami perasaan aku sedikit saja.Aku tidak pernah mencintai Andin sedikitpun.Aku hanya mencintai kamu!"
"Dam...kalau aku tidak memahami perasaanmu,aku tidak akan bertanya apapun padamu.Aku akan langsung minta cerai!!Sekarang semua sudah terjadi,jadi kamu harus bisa adil terhadap dia istrimu.Malam ini pulanglah ke tempat Andin.Kasihan dia,,,"
"Dan jika kamu membuat dia lebih nekat lagi,nanti bisa-bisa Michael tahu dan dia pasti tidak akan tinggal diam"
__ADS_1
Damian terpaku, cengkraman di bahu Lita mulai merenggang.Lita melangkah masuk pun ia tetap diam mematung.
Semua yang dikatakan Lita istrinya adalah benar.Akhirnya ia pergi tanpa pamit,Damian melajukan mobilnya menuju ke tempat tinggalnya.