Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 58 Sama-sama Tidak Bisa Berkata Apa-apa


__ADS_3

Angelina menatap Danur yang berjalan menuju ke arahnya dengan langkah seperti orang linglung.Di dalam hati Angelina tersemat rasa sesal yang mendalam karena telah membawa Danur ke tempat ini.Tempat yang mempertemukan Danur dengan istrinya.


"Are you okay Danur?"Angelina berpura-pura seolah-olah ia tidak tahu apa-apa.


Danur menggeleng "Apa tadi kamu melihat wanita itu Angel??dia istriku,istri yang aku cari-cari selama ini "Danur memberi tahu dengan begitu semangat.Angelina hanya diam.


"Terimakasih ya Angel"Danur meremas tangan Angelina.


"Terimakasih untuk apa Danur?"


"Terimakasih karena telah membawaku kemari"Danur tersenyum penuh ketulusan.Angelina diam.


"Andai saja kamu tahu Dan,bahwa aku ingin menjadi milikmu.Aku kesini bukan untuk mempertemukan dirimu dengan istrimu.Aku ingin malam ini kita bisa bersama"Hati Angelina meronta-ronta,kenapa harus begini??


__Dengan sabar Danur menunggu Lita tanpa beranjak sedikit pun.Angelina pun merasa tak rela jika harus meninggalkan Danur untuk istrinya.Ia memilih menemani Danur menunggu.

__ADS_1


"Lita"Damian menghampiri Lita yang sedang mengeringkan tangannya karena pekerjaan hari ini sudah selesai.Lita menatap Bosnya dengan penuh tanda tanya.


"Eeee maaf,,,,"Damian jadi bingung sendiri ingin mengatakan apa setelah mendapat tatapan mata dari pujaan hatinya.


"Maaf untuk apa Pak?"


"Suamimu,masih menunggu"Akhirnya hanya itu yang bisa ia katakan.Lita mengangguk.


"Saya pulang dulu Pak"Lita bergegas keluar namun langkahnya tertahan oleh pegangan erat tangan Damian.Lita menoleh,ia menatap heran melihat tangannya yang dicekal kuat oleh Bosnya.


Tiba-tiba entah keberanian datang dari mana,Damian menarik Lita dalam pelukannya.


Lita membulatkan matanya,ia begitu terpana dengan sikap Bosnya yang tiba-tiba agresif begitu.


Tanpa disadari oleh keduanya,Andin sudah berdiri di ambang pintu menyaksikan adegan pelukan tersebut.Gadis itu sengaja sedari tadi menunggu Damian karena ingin minta maaf atas sikapnya tempo hari.

__ADS_1


Tapi setelah menyaksikan apa yang tersaji didepan matanya,hatinya sangat sakit.Niat yang terbuku dihatinya,ia urungkan dan memilih untuk cepat-cepat pergi.


Danur yang sejak tadi duduk sambil memperhatikan ke arah Dapur,heran melihat seorang wanita berlari keluar dengan tergesa.


"Apakah ada sesuatu yang tidak beres? Kenapa Lita belum juga keluar?"Danur bertanya kepada dirinya sendiri.Ia bangkit lalu melangkah menuju ke arah Dapur.Derap kakinya terasa berat,ia takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


Belum sempat Danur masuk,Lita dan Damian bersamaan keluar dari dalam.Danur tercengang,menatap Lita dan lelaki yang berada di samping istrinya bergantian.


Ketiganya saling berpandangan seperti berargumen dalam diam dan membiarkan mata yang berbicara.


Angelina menyeringai licik melihat situasi itu,sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi tanpa diduganya.


"Kalau ingin berbicara denganku,silahkan keluar.Karena Cafe ini akan ditutup"Suara Lita memecahkan keheningan yang tercipta.Ia tidak menunggu jawaban dari laki-laki yang masih berstatus Suaminya itu.Dengan tanpa berkata lebih,kakinya melangkah keluar mendahului.


Danur menatap tajam Damian,lalu menyusul istrinya keluar.Damian pun hanya diam,ia sadar saat ini posisinya bukan ditempat yang bisa dibenarkan.

__ADS_1


Tapi ia sangat berharap,wanita yang baru saja direngkuhnya dengan penuh perasaan bisa menerima cinta yang terbai'at untuknya.


__ADS_2