Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 63 Jadi Diperebutkan


__ADS_3

Lita termenung sendiri disaat ia tengah istirahat,kata-kata Retno begitu mengganggu otaknya.Apa yang Retno katakan ada benarnya juga,Ia butuh seseorang untuk menjadi figur seorang Ayah untuk putrinya.Tapi rasanya ia enggan untuk kembali kepada Danur,Ataupun memilih Damian yang secara terang-terangan mengakui perasaannya.


Hatinya sudah terlalu kecewa dengan laki-laki,Ia tak ingin tersakiti lagi.Meskipun ia sadari,bahwa rasa yang ada untuk suaminya masih kerap menciptakan rindu yang sengaja ia bunuh dengan kecewa.


"Ekhem"Suara seseorang berdehem membuyarkan angannya,Lita menoleh.Ternyata Damian datang dengan senyuman tersungging.Laki-laki itu duduk berhadapan dengan Lita yang hanya berjarak sebuah meja bundar.


"Aku perhatikan dari tadi asyik termenung saja,lagi mikirin apa?"Damian mengawali topik pembicaraan.Lita tersenyum hambar.


"Jika ada sesuatu yang ingin dikeluhkan katakanlah,aku siap jadi pendengar yang baik untukmu"


Lita menatap lekat sosok karismatik dihadapannya,ia berpikir apa salahnya berbagi dengan laki-laki ini.Siapa tahu dia bisa memberikan jalan untuknya.


"Saya memikirkan masa depan Dede Pak"


"Aku disini sebagai temanmu bukan Bos kamu"Timpal Damian.Lita tersenyum tipis,ia membuang pandangannya.


"Tapi disini kan tempat kerja"


"Aku ingin sekali kamu menganggap ku sebagai teman dimana pun kita berada"


"Hanya teman?tidak mau lebih?"Goda Lita,ia mulai tak segan bercanda dengan Damian.


"Kalau boleh kenapa tidak?"Jawab Damian membuat tawa Lita pecah.


Keduanya tampak begitu akrab jika disimak dari kejauhan,Andin yang memperhatikan mereka jadi geram sendiri.Tapi kali ini ia tidak akan pergi,ia akan menabuh genderang perang dengan wanita bersuami itu.Dengan langkah yang dipercepat ia menghampiri Keduanya.


Pyaar!!!


Sebuah tamparan mendarat mulus ke pipi Lita,Lita kaget bukan main ia segera bangkit lalu membalas tamparan yang membuat pipinya perih.Bukan Lita namanya jika diam saja diperlakukan semena-mena.


"Kau..."Andin ingin menjambak rambut Lita namun Damian segera mengambil sikap.


"Cukup Andin"


"Tapi dia menamparku"


"Kau yang lebih dulu menamparnya"


"Dia pantas mendapatkan itu semua,sudah punya suami masih saja ganjen sama kamu"Andin mengucapkan kalimat dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Ohhh jadi kamu cemburu sama aku?emang kamu siapanya Bos aku hah?"Lita tidak mau kalah.Sikap bar-barnya mencuat tanpa tertahan.


"Aku??Aku teman dekatnya"Dengan percaya diri Andin menunjuk batang hidungnya.


Lita mengalihkan pandangannya ke wajah Damian,seolah-olah meminta kepastian.Damian sadar akan makna dari tatapan Lita.


"Andin,,,kita cuma sahabatan,kamu tahu itu kan?"


"Jadi kamu lebih memilih istri orang ini??ditaruh mana otak kamu Dam?"Hardik Andin.


"Sudah sekarang kamu pulang saja,jangan membuat onar disini"Damian merangkul bahu Andin untuk diajaknya pergi,namun Andin mengelak.


"Aku masih punya urusan dengan wanita gatal ini"


"Woyyy jaga ya mulut kamu itu,yang kamu maksud gatal siapa?"


"Kamu lah,siapa lagi?udah punya suami tapi masih miang sama perjaka.Kenapa?suaminya kurang memuaskan?"


PLAKK


Untuk kedua kalinya Lita menampar Andin tanpa sempat dihindari.


"Kamu yang salah And..kalau ngomong jangan sembarangan"Damian memasang badan melindungi Lita.


"Tapi dia benar istri orang kan??Apa namanya kalau status punya suami dekat-dekat sama laki-laki lain"


"Dia tidak dekat,tapi didekati"Tiba-tiba sebuah suara terdengar menyampuk.Ketiganya menoleh ke arah asal suara.Ternyata Danur datang mendekat.Ia langsung merangkul bahu istrinya.


"Laki-laki ini yang selalu mendekati istriku,bukan istriku yang miang sama situ punya laki-laki"Danur menunjukkan telunjuknya tepat di depan mata Damian.Damian menepis tangan Danur dengan kasar.


Andin segera menarik lengan Damian agar menjauh dari Danur.Tapi Damian berontak.


"Kamu jangan gilak Dam,dia suaminya.Kamu bisa mencemarkan nama baik kamu sendiri"Andin berkata sok bijak.


"Mulai hari ini istriku berhenti kerja,aku tidak terima dia disebut wanita gatal,wanita miang sama perempuan sok kecakepan itu"Danur menuding Andin.


"Apaan sih kamu?"Lita menepis tangan suaminya.


"Pokoknya aku tidak izinkan kamu kerja lagi,aku bisa memberimu uang lima kali lipat dari gaji yang dia berikan kepadamu"

__ADS_1


"Aku tidak mau"Lita berbisik ditelinga suaminya dengan penuh penekanan.Danur mengangkat sebelah bibirnya.


"Aku tidak perduli kamu mau atau tidak"Danur membalas dengan bisikan juga.Lalu dia menarik tangan Lita untuk dibawa pergi dari tempat itu.


Damian dengan cepat menangkap tangan Lita dan menahannya.Danur terkesiap begitu tahu kenapa istrinya tidak bisa ditariknya.Rupanya tangan sebelahnya sudah ditahan oleh laki-laki itu.


"Hey Kampr*t lepasin tangan istriku"Seru Danur.


"Tidak akan pernah,kamu sudah dituntut cerai oleh Lita jadi jangan lagi mengganggunya"Balas Damian tidak mau kalah.


"What's????"Danur mendekati Damian namun Lita segera menahannya.


"Jangan buat keributan disini"


"Dia yang sedang mencari gara-gara sama aku"


"Ok!!Kita pulang sekarang"Tidak ada cara lain selain pergi untuk sementara waktu.Danur diam,ia menatap anak mata istrinya,Lita membalas tatapan itu.Akhirnya Danur mengurungkan niatnya untuk memberi pelajaran kepada Damian.


"Mas,,,aku pergi"Pamit Lita kepada Damian.


"Tidak,,kalau kamu pergi sekarang kamu akan terus terkungkung oleh laki-laki itu Lit"Damian begitu takut jika ia tidak bisa bertemu lagi dengan Lita.Padahal baru saja Lita seperti memberikan sedikit ruang untuknya.


Namun Lita mengulas senyum disertai anggukan,seperti sebuah kode bahwa semua akan baik-baik saja.Akhirnya dengan berat hati Damian melepaskan Lita untuk pergi.


Danur tersenyum penuh kemenangan,ia membawa pergi Lita dengan dagu terangkat begitu jumawa.


Andin menghampiri Damian yang terlihat bersedih menatap kepergian Lita Anggraini.


"Itu sudah tempat yang seharusnya untuk perempuan itu Dam"Ucap Andin"Kamu harus tahu itu"


"Boleh diam nggak?"Damian begitu geram sampai tulang gerahamnya mengeras.Ia pergi begitu saja meninggalkan Andin yang sangat menjengkelkan baginya.


Andin hanya bisa menahan greget karena laki-laki yang dipujanya lebih memilih istri orang dari pada dirinya yang notabene masih lajang.


Padahal dirinya sudah sejak duduk di bangku kuliah yang setia menjadi teman dekatnya.Malah tak jarang Andin membantu keuangan Damian yang saat itu memang masih kekurangan.


Tapi semua pengorbanan Andin terasa percuma karena Damian sama sekali menghampakan perasaannya.Dan sekarang dengan terang-terangan Damian lebih memilih istri orang yang sama sekali tidak sebanding dengan dirinya yang cantik dan kaya.


Sungguh Andin merasa harga dirinya tercoreng oleh wanita yang dianggapnya miang dan gatal.

__ADS_1


__ADS_2