Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 8 kecupan pertama


__ADS_3

Diam-diam dibalik tirai Lita menguping pembicaraan Danur dan Alexia.Mendengar semua ucapan suaminya, bibirnya terukir senyuman.Ternyata Danur bukan lah laki-laki yang tidak bermoral. Ada kebanggaan tersendiri di hati Lita karena dipilih menjadi istrinya.


Melihat Alexia sudah pergi, Lita segera bergegas kembali ke meja makan.Dengan berpura-pura masih menyantap sarapan ia menunggu Danur masuk.


"Udah selesai belum makannya?"Danur langsung duduk di samping Lita.


"Udah"


"Ayo cepat kita harus ke kantor"


"Aku ikut lagi?"


"Ya iyalah "


"Ngapain sih ??aku disana juga nggak kerja "


"Aku mau ngajarin kamu kerja"


"Nggak ah.. hari ini aku ada jadwal ke tempat latihan silat "


"Ngapain "


"aku mau ikut skejul lagi, untuk menghilangkan boring "

__ADS_1


"Mangkanya aku mau ngajarin kamu kerja biar nggak boring"


"Males ahhh, apalagi yang ngajarin kamu.Nggak bakalan masuk ke otak aku"


"Pokoknya nggak boleh,aku nggak mau kamu jauh dari aku"


Lita melongo mendengar ucapan suaminya.


"Udah ayo cepat!!!"Danur sedikit memaksa.Mau nggak mau Lita pun menurut.Tapi mulutnya meleyot kekiri dan ke kanan.


"Hahahaha "Lita tertawa terpingkal-pingkal sambil melihat layar ponsel.Ia tidur selonjoran di sofa ruang kerjanya Danur.Sedangkan Danur yang tengah sibuk dengan laptopnya jadi kurang fokus oleh tingkah istrinya itu.


"Hay!!bisa diam nggak"seru Danur.Lita melihat sekilas lalu fokus kembali ke hpnya.Ia tertawa lagi membuat Danur menjadi geram.


"Bisa nggak ???"tantang Lita.


"Ya bisa dong"jawab Danur sembari membuka kacamata kerjanya.


"Ok jawab ya... Kenapa kalau cowok makek CD *anunya*di tarik ke atas?"


Spontan Danur tertawa ngakak.Lita pun ikut tertawa,sampek keluar air mata.


"Ayo jawab"Lita tertawa lagi."Emang bener ya ditarik ke atas"

__ADS_1


Danur makin ngakak mendengar kepolosan istrinya.Tawa mereka terpaksa terhenti karena ada yg mengetuk pintu.


"Masuk..."seru Danur yang masih ingin tertawa.Pintu terbuka dan muncullah sekertaris Danur.


"Pak ada utusan dari pihak Univ GLow ingin bertemu Bapak, katanya sudah ada janji"


"Oh Ok...tolong persilahkan duduk di ruang rapat, karena kami mau ada miting emergency"


"Ok Pak"sekertaris itu keluar lagi.


"Nanti aku jawab ya ,aku mau miting dulu"ujar Danur sambil lalu berkemas.Lita menjawab dengan anggukan.


Danur bangkit,dan sebelum ia keluar ia menghampiri Lita mengecup kening istrinya.Lita kaget mendapat kecupan yang tiba-tiba itu.Bulu romanya meremang seketika.Pipinya merona merah.Danur tersenyum tipis.


"Kecupan kening pertama ya"goda Danur.


"Iiiiiihhhhh"Lita jadi geram,ia melempar bantal kursi ke arah suaminya.Namun Danur segera keluar dan menutup pintu.


Lita marah sekali, Namun tak dapat dipungkiri bahwa ia merasa melayang oleh kecupan itu.Kecupan dari seorang suami yang tidak dicintai.Lita memegang keningnya, merasakan bekas bibir Danur masih terasa hangat.Tanpa dirasa, bibir Lita mengguratkan senyuman.Ada debaran kecil menyelip dihatinya.


Entah debaran apa itu,ia tidak tahu.Ia tidak paham dan tidak pernah merasakannya sebelum ini.


Apakah laki-laki yang bergelar suami itu mencintainya, atau kah ini hanya perangkap semu yang menyesatkan hatinya.Lita bingung, jujur ia takut.Takut tertipu, takut tersakiti, karena selama ini ia selalu melihat teman-teman wanitanya banyak yang dipermainkan oleh lelaki.Dii sayang-sayang lalu dicampakkan.Ohh tidak!!

__ADS_1


Lita menggeleng cepat, membayangkannya saja sudah menyesakkan dada.Ia menggosok bekas kecupan itu.Meludahi telapak tangannya dan menggosoknya lagi.


__ADS_2