
Dengan bantuan polisi Danur mengecek transaksi terakhir di rekening istrinya.Ia juga melacak SIM card yang aktif atas nama Lita Anggraini.
"Mmmm transaksi terakhir tadi pagi Pak,Nyonya Lita sudah mengosongkan saldonya"Polisi kacak yang membantu Danur Wenda menjelaskan."Terus aktifasi SIM cardnya juga tidak ada lagi kecuali nomor yang anda berikan yang sudah tidak aktif lagi"
Danur meremas kuat rambutnya.Ternyata benar kata Susi,Lita memang sudah tidak ingin bertemu dengannya lagi.
"Saya harap anda mau membantu saya menemukan istri saya Pak"Hanya bantuan polisi yang Danur harapkan sekarang untuk menemukan Lita.
"Kami akan melakukan semaksimal mungkin Pak"Polisi itu menuai Janji yang membuat Danur sedikit punya harapan.
Dengan langkah gontai Danur keluar dari kantor polisi setelah berpamitan.Ia menatap langit senja yang sudah mengundang malam.
"Ada dimana kamu sayang?"Lirihnya tanpa ada sebarang jawaban.
__Retno membawa dua bungkus nasi untuk makan malamnya dengan sahabatnya Lita.Setelah mengetuk pintu ia masuk ke dalam kamar kost nya dan disana sudah menunggu gadis malang yang harus menerima berbagai cobaan dalam hidupnya.
"Jangan melamun Bae,sudah sholat?"Sapa Retno sambil meletakkan nasi bungkus yang baru saja dibelinya.Lita menoleh sambil mengangguk pelan.
"Kata Mia,Bos nggak masuk hari ini.Mungkin dia lagi nyari situ"Tukas Retno.ia meletakkan piring dan sendok dihadapan Lita.
"Nggak mungkin lah Ret,dia nggak akan nyari aku.Aku udah dicap penghianat sama dia"
__ADS_1
"Emang kamu bener penghianat?nggak kan?"
"Tapi mustahil aku bisa terbukti kalau aku tidak pernah mengkhianatinya.Karena aku hamil bukan anaknya"
"Kok kamu yakin kalau anak itu bukan anaknya?"
"Dia mandul Ret"
"Kata siapa?"
"Kata Dokter "
"Emang dia diperiksa sama Dokter?"
"Dan sekarang kamu hamil kan? berarti Bos nggak mandul "
Lita diam,semua yang Retno katakan ada benarnya juga.Jadi kemungkinan besar bayi yang dia kandung adalah anak Danur.
"Apa yang masih kamu pikirkan?udah nanti lepas magrib aku antar kamu pulang"
"Nggak Ret,aku nggak bisa pulang"
__ADS_1
"Terus ??"
"Kamu pikir mudah melupakan tuduhannya terhadapku?itu tuduhan paling keji.Kalau memang dia tidak percaya dia bisa melakukan serangkaian tes,aku mau kok.Asal jangan langsung nuduh aku melakukan apa yang tidak aku lakukan "Perlahan Lita menyeka air yang lepas dari bendungan.
"Lalu apa rencanamu sekarang?"
"Aku akan cari kerja dan cari kosan juga.Aku akan merawat anak ini sendiri.Meskipun aku masih belum yakin dia darah daging Danur atau bukan"
"Ok, tinggal saja disini.Kamu lagi hamil jangan tinggal sendirian"
"Apa aku tidak merepotkanmu?"Lita menatap anak mata sahabatnya.
"Kamu aku terima disini berarti aku sudah siap direpotkan hehehehe"Retna tertawa merasa lucu sendiri.Lita tersenyum.
"Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa kalau aku disini, takut ada yang ngadu sama Danur "
"Siiip"Retno mengacungkan jempol."Ya sudah ayo makan dulu, kalau masalah kerjaan nanti aku tanya teman-temanku"
Lita mengangguk setuju.Ia menerima piring yang disodorkan oleh Retno.Di atasnya sudah ada sebungkus nasi rendang.
"Kalau kamu butuh apa bilang ya,kamu kan lagi hamil.Jadi aku harus siaga"
__ADS_1
Lita tersenyum mendengar perkataan Retno.Sudah kayak suami saja dia.Mengingat kata Suami,wajah Lita kembali murung.
"Kalau itu Danur pasti dia akan sangat bahagia "Pikir Lita dalam hati.