Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 82 Keinginan Lita


__ADS_3

Pak Samsul menghampiri Mbok Fatma,ia sangat khawatir dengan putrinya.


"Mbok,,,putriku tidak apa-apa kan?"Kerisauan terlihat jelas di wajah Pak Samsul.Mbok Fatma tersenyum.


"Tenang saja Tuan Mertua,Tuan Michael bukan orang jahat.Mungkin dia cuma ngerjain Nona,dan nampaknya Tuan Michael suka sama Nona"


Pak Samsul agak lega,ia menengok ke lantai atas yang mustahil ia bisa melihat apapun disana.Dengan mencoba meyakinkan diri,ia kembali ke kamar cucunya.


___


Michael meng- aktifkan kembali ponselnya setelah ia berada di kamar pribadinya.Ia mendail nomor Mamanya.


"Hallo Mom"Sapa Michael dengan santai duduk di bibir kasur.


"Hallo sayang,kok baru telfon?Padahal sudah beberapa hari sampai di Indonesia"


"I sibuk Mom"


"Ok,,, bagaimana perkembangan perusahaan Danur menurut analisis kamu sementara?"


"Ok tak ada masalah,istri Danur mempercayakan perusahaan kepada temannya"


"What's???Bukankah seharusnya kamu sayang?"


"I terlambat Mom,is ok no problem.Michael tetap akan memantau nya.Dan juga ini bisa mengistirahatkan otak Michael agar lebih rileks juga bisa secepatnya mencari istri"


"Waaaaahhh hahahahaha baru 2hari di Indonesia sudah ingin mencari istri.Ohya sayang,Tadi Rose datang mencarimu"


"Yah,dia nelfon tadi Mom.Michael bilang sama dia kalau Michael akan menetap disini.Biar dia tidak menggangu Michael lagi"


"Kamu seperti sudah sangat yakin sekali sayang kalau akan menemukan istri disana"


"Soo pasti Mom,aku sudah menemukan calonnya?"


"Really??"


"Ya"


"Siapa sayang?"


"Istrinya Danur"


"What's???Apa tidak ada wanita lain lagi?"


"Mom...dia kriteria yang Michael cari.Mommy tenang saja,Michael tidak akan mengecewakan Mommy,ok?"


"Ok sayang,Mommy percaya padamu"


"Thanks You Mom,I love you "


"I love you to honey"


Talian terputus,Michael tersenyum puas.Setidaknya Mommy nya mendukung keinginan hatinya.Masalah dia jodoh atau tidak dengan Lita,dia bisa mengusahakannya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Michael ingin sekali berkunjung ke kantor Danur Wenda.Ia ingin meninjau langsung perusahaan peninggalan sepupunya itu.


Dengan setelan jas hitam dan kemeja putih,Michael terlihat keren.Sehingga membuat Retno berdecak kagum.Tidak hanya Retno,Bu Fatin pun sampai nggak bisa mingkem.Lita mengendus,ia mencium semerbak wangi parfum kesukaan Almarhum suaminya.Dadanya bergemuruh hebat,namun ia berusaha setenang mungkin.Karena ia sudah tahu siapa yang datang.


Michael seperti biasa,memilih duduk di samping Lita.Ia lega karena Damian tidak datang hari ini.Jika tidak,pasti moodnya akan kacau melihat laki-laki yang menggatal dengan wanita incarannya.


"Lita,hari ini aku akan ke kantor,bisa temani aku?"


"Kau sudah tahu keadaanku,jangan mengejekku begitu"Ketus Lita


"Aku tidak ada ada maksud begitu,sumpah!!"Michael mengangkat dua jarinya"Aku hanya ingin pergi berdua denganmu selayaknya pasangan "Michael cengengesan.


"Jangan harap!"Sahut Lita sinis.


"Janganlah begitu Lit,bagaimana pun aku ini adalah pengganti dari Danur?"


"Jangan sangkut pautkan bisnis dengan hubungan pribadi.Kalau kamu tetap seperti ini,aku benar-benar akan mengusirmu"Tandas Lita tegas.


Michael menghela nafas panjang,ia mengalihkan pandangannya kepada Retno yang sedari tadi tak berkedip menatapnya.


"Kamu saja yang antar aku ke kantor yah"Ucap Michael.


"Eh..oh o-ok"Retno jadi gelagapan sendiri.Ia kikuk karena grogi.


___


Retno sangat percaya diri sekali berjalan beriringan dengan Michael.Para staf kantor saling bertanya satu sama lain tentang siapa sosok tampan yang bersama dengan Retno.Dengan gamblangnya Retno menjelaskan kedudukan disetiap staf kantor serta kinerjanya.


"Eemmm apa perlu kita adakan rapat dengan Dewan direksi lagi untuk memperkenalkan diri anda Pak Michael"Retno memberikan usulan membuat perhatian Michael teralihkan.


"Oh tidak perlu,cukup kamu mengirimkan semua laporan ke email saya"Jawab Michael santai.


"Ok Pak"


"Baiklah,saya akan ke ruangan Direktur dulu"Pamit Michael.


"Silahkan Pak"


Michael merapikan sedikit kerah jas hitamnya,lalu dengan langkah tegap masuk ke ruangan Danur yang kini digunakan oleh Damian.


Dila melambaikan tangannya memanggil Retno,Retno sudah bisa menebak apa yang membuat Dila memanggilnya.Dengan langkah ****,Retno menghampiri meja kerja sekretaris Damian sekarang ini.


"Ada apa?"


"Siapa cowok ganteng itu?"Tanya Dila seperti yang sudah diperkirakan oleh Retno.


"Sepupu Almarhum Tuan Danur,bisa dibilang dia CEO di perusahaan ini.Karena Tuan Danur sudah tiada,jadi sekarang dia yang meninjau langsung"


"Waaahhh kerennya,singel atau duren nih?"


"Masih singel,tapi jangan macam-macam.Dia sudah terpaut sama Nyonya besar kita"

__ADS_1


"Maksudmu??Lita?"Dila menautkan kedua alisnya.Retno mengangguk pasti.


"Iihhh jangan bercanda ah"


"Serius"


"Aahhh masak aku harus saingan sama Lita sih"


"Itulah,entah Dewi Fortuna yang mana yang melekat dengan sahabatku itu.Selalu aja cowok tajir dan ganteng yang nyantol sama dia.Meskipun sekarang sudah berstatus janda beranak satu,masih saja punya aura yang kuat.Mengalahkan kita yang masih gadis "


Dila mengangguk setuju dengan pendapat Retno.Ia terlihat kecewa sekali.


...****************...


Lita senyam-senyum mendengar candaan Mamanya dengan putrinya.Sampai membuat Dede tergelak keras.


"Lit..."Pak Samsul memanggil putrinya.Lita menoleh ke arah suara.


"Iya Yah"


"Apa Tuan Michael bersikap baik padamu?"


Lita mengernyitkan keningnya


"Kenapa Ayah bertanya begitu?"


"Ayah lihat dia sering bersikap tidak wajar kepadamu"


Lita mengangguk pelan"Entahlah Yah,memang sikapnya terlihat tak senonoh.Tapi dia tidak pernah bersikap melampaui batas Yah"


"Dia sepertinya suka sama kamu Lit"Timpal Bu Fatin.


"Ah Mama ada-ada saja,itu hanya guyonannya saja Ma.Tidak mungkin dia suka dengan wanita cacat seperti diriku ini"Lita merasa insecure.


"Mama tidak pernah salah menilai tentang sebuah perasaan.Jika ucapan Mama benar gimana?Apa kamu mau menikah dengan dia?"


"Tentu tidak Ma,Lita ingin hidup berdua saja dengan Diana"


"Jangan bilang begitu nak"Timpal Pak Samsul"Kalau Mama sama Ayah masih hidup,tidak apa-apa kamu bilang begitu.Tapi kalau kami sudah tiada,kamu pasti akan kesepian"


"Kan ada Retno Yah.Dia adalah keluargaku setelah kalian"


"Hus kamu jangan bilang begitu,Retno juga harus menikah.Pasti dia akan pergi ikut suaminya"Celutuk Bu Fatin.


"Lalu Mama sama Ayah ingin Lita gimana?"


"Ya harus nikah lagi"Jawab Bu Fatin cepat.


"Lita malas Ma jika harus menghadapi problem rumah tangga lagi.Mama tahu sendiri kan kehidupan rumah tangga Lita dengan Danur tidak pernah aman.Ada saja masalah datang silih berganti"Ucap Lita.


"Itu sudah biasa Nak,Ayah sama Mama dulu juga begitu.Sampai kita pergi dari kampung dan hidup merempat dijalanan karena ulah ketamakan saudara Ayah.Untung Mama kamu itu sabar meskipun bagimu mungkin Mama kamu itu cerewet.Tapi Mama kamu mendampingi Ayah dari Nol,benar-benar dari nol"


Lita tersenyum penuh haru mendengar cerita Sang Ayah.

__ADS_1


"Tapi Lita sudah cukup bahagia dengan hidup seperti ini Ayah,tidak ada masalah tentang hati yang menyesakkan dada.Damai dan tentram,itu sudah lebih dari cukup bagi Lita"


Bu Fatin saling beradu pandang dengan suaminya,Pak Samsul hanya mampu mengedikkan bahunya.Kedua suami istri itu mempunyai harapan yang berlawanan dengan keinginan putri semata wayang mereka.


__ADS_2