Pernikahan Rekayasa

Pernikahan Rekayasa
BAB 84 Kecemburuan Michael


__ADS_3

Deringan ringtone terdengar,Lita meraba ponselnya yang terletak di atas nakas.


"Hallo"Sapa Lita menjawab teleponnya.


"Hay...lagi apa?"Sapa dari seberang yang terdengar sangat lembut.Lita tersenyum,itu adalah suara Damian.


"Lagi duduk-duduk aja sambil belajar huruf braille"


"Buat apa belajar huruf braille,bukankah kamu akan sembuh tak lama lagi"


"Mungkin juga,tapi bisa jadi kebutaanku akan lambat sembuhnya"


"Janganlah begitu,kamu harus yakin kalau kamu pasti akan sembuh"


"Aku sih yakin,hanya saja...jika aku bisa melihat nanti,aku tidak menemukan suamiku.Aku jadi takut sendiri"


"Jangan takut,jika memang harus,aku akan ada didekatmu selamanya"Damian mengkuotakan janji.Lita tertawa lirih.


"Jangan berjanji jika tidak bisa menepati"


"Eeehhh kalau kamu bersedia malam ini juga aku akan pindah ke rumah mu"


Lita tertawa lebih lepas"Terus mau ngapain?"


"Yah aku akan menemani kamu seumur hidupku"


"Jangan bercanda berlebihan ah"Kilah Lita.


"Aku serius"Jawab Damian yakin.Lita terdiam tak mampu menanggapi apapun.


"Dari dulu kamu sudah tahu perasaanku bukan?"Sambung Damian lagi.


"Aku -aku hanya menyayangimu sebagai teman"Jawab Lita menjelaskan.Tak ada suara dari seberang,namun talian masih tersambung"Maaf jika hal ini menyakitimu"


"Apa karena laki-laki itu?"


"Siapa?"Lita balik bertanya.Tiba-tiba ponselnya ada yang merebut dari genggaman.


"Iya karena aku"Michael menyampuk pembicaraan Lita dan Damian.


"Apa-apaan sih kamu?kembalikan handphone aku"Pekik Lita geram.Michael tersenyum,ia memutus talian sebelum mengembalikan ponsel milik Lita.


"Kamu lancang sekali yah"Lita menyentak handphonenya.

__ADS_1


"Karena aku tidak suka dengan pria sok kecakepan itu"


"Lalu apa hakmu main rampas hp orang?!"


"Jangan membicarakan hak atau apapun"Michael mencengkram dagu Lita hingga terangkat dan hampir menyentuh hidungnya"Sekali aku tak suka,aku tetap tidak suka"


Lita menepis tangan laki-laki itu sehingga cengkramannya terlepas"Aku sudah tidak bisa bersabar lagi,besok kau pergi dari rumah ini"Bentak Lita keras.


"Baiklah jika itu maumu,aku juga sudah tidak bisa bersabar lagi denganmu"


Michael menarik kaki Lita sehingga membuat tubuh wanita itu terlentang.Kemudian ia naik ke atas tubuh yang meronta-ronta ingin dilepaskan.Namun Michael sudah seperti kesetanan,rasa cemburu membuat dia tidak bisa menahan diri.


"Lepaskan aku"Lita memukul sebisanya,Michael mengunci pergerakan wanita itu dengan menekan kedua tangannya ke atas kepala.Wajah Lita mengeras,ia ketakutan sekali.


Michael menindih tubuh wanita yang sudah tak berdaya itu,ia mengecup bibir Lita lembut.


"Jujur aku tidak suka jika aku harus merasakan cemburu.Cemburu itu menyakitkan"


Hembusan nafas Michael menerpa hangat di wajah Lita yang menegang.Laki-laki itu menelisik setiap inci wajah ayu tersebut.Ia menelan Saliva,ingin rasanya ia merongrong habis wajah itu dengan ciuman.Namun sebisa mungkin ia tahan gelora yang siap menerjang.


Michael turun dari atas tubuh ramping itu,ia duduk dengan ******* nafas berat.Sungguh ini tidak mudah bagi laki-laki normal sepertinya.


Lita beringsut duduk,ketegangan di wajahnya sedikit demi sedikit memudar.Diam-diam ia kagum juga dengan Michael,karena mampu menahan nafsu yang siap menerjang.


Lita diam tak bergeming,Michael menatap lekat netra yang sudah tak bisa apa-apa.Ia menarik wajah Lita lalu ******* bibirnya.Dua bola mata indah itu melebar ketika pagutan lembut dirasakannya.Tapi ia seperti terhipnotis,diam dan menikmati ******* yang menyentuh hati.


Seperti mendapat lampu hijau,Michael tidak melepas kesempatan.Ia semakin menjadi, membaringkan tubuh ramping itu dengan perlahan.Menindihnya dengan kehangatan.Namun tiba-tiba tangan Lita menahan bahu pria diatasnya,menghentikan aksi laki-laki tersebut.


"Kenapa?"


Tenggorokan Lita seperti tercekat sesuatu,ada rasa tak tega jika mengecewakan perasaan Michael.Namun ia merasa ini semua terlalu begitu cepat.Tanah kubur suaminya saja masih merah.


Michael bisa membaca raut wajah lawan jenisnya,ia pun tak mau memaksa.Dengan perlahan Michael bangkit kemudian duduk di bibir kasur.Rasa bersalah menggerogoti hatinya,Lita tak mampu mengangkat wajahnya.


Dengan disertai senyuman,Michael membelai lembut bibir yang masih basah itu"Sekarang kamu tahu,kamu milik siapa?aku bukan Danur yang akan diam saja jika wanitanya ada yang mendekati.Kamu harus memberi tahu pada laki-laki itu untuk mengerti batasannya"


Lita tak menyahut,ia diam seribu bahasa.


"Aku keluar dulu"Pamit Michael,barulah Lita menanggapi dengan anggukan"Kalau kamu takut tidur sendirian,aku siap menemani"


"Ngacok"Jawab Lita yang langsung ditanggapi dengan tawa oleh Michael.


"Bay"Secepat kilat Michael mencium bibir Wanita itu lalu berjalan cepat keluar kamar.Lita tersipu,ia meraba bibir bekas kecupan hangat dari sepupu suaminya itu.

__ADS_1


Apakah benar aku jatuh cinta untuk kesekian kalinya?Ataukah ini hanya godaan nafsu sesaat?


___


Dilain tempat,Damian begitu geram karena pembicaraannya di timpali oleh Michael.Semakin lama semakin benci saja Damian dengan pria tersebut.Tapi apa boleh buat,dia tidak bisa menjauhkan Michael dari Lita.


Tok tok tok tok


Pikiran Damian buyar karena suara ketukan pintu dari luar.


"Siapa??"Seru Damian.Bukan jawaban yang ia dapat,melainkan suara ketukan pintu untuk kesekian kalinya"Siapa sih?"Rasa kesal seperti berkali lipat.Pria maskulin itu bangkit dan berjalan mendekati pintu.


CEKLEK!


Daun pintu terbuka pelan,tiba-tiba saja Andin menerobos masuk dan mengunci pintu dari dalam.


"Andin"Damian terkejut mendapat perlakuan yang spontan"Mau apa kamu datang kesini?"


"Aku kesini karena rindu Dam,aku rindu sama kamu"Andin merengkuh tubuh gagah itu,namun Damian mengelak.Membuat Andin terpana.


"Dam...kamu kenapa?kok berubah begitu?"


"Tanya sama diri kamu sendiri And,kesalahan apa yang telah kamu perbuat tanpa sepengetahuanku"


Andin bingung sendiri,tapi ia tidak mau berkemelut dalam pikirannya.Dengan agresif Andin mendorong tubuh Damian hingga terduduk di atas kasur.Gadis yang sudah hilang kendali menerobos tubuh gagah itu sehingga keduanya tumpang tindih.


"Andin kamu sudah gila"


"Yah aku gila,aku gila karena kamu mengabaikan telfon dari aku.Aku gila karena kamu berubah secepat itu"Andin begitu bernafsu ingin mencium pujaan hatinya,namun sebisa mungkin Damian mengelak.


"Andin sadar....Andin"Damian berupaya untuk membuat Andin sadar akan sikapnya yang mempermalukan dirinya sendiri,Tapi Andin yang sudah seperti kerasukan tidak perduli sama sekali.


Damian buntu,ia tidak bisa membiarkan Andin melakukan hal yang ia inginkan.Dengan cukup kuat,Damian menampar Andin sampai tubuhnya tersungkur ke samping.Damian bangun dengan segera.


"Dam"Mata bulat Andin membelalak saking terkejutnya mendapat tamparan keras dari lelaki yang ia cintai.


"Maafkan aku And,tolong sekarang juga kamu keluar dari kamarku"Damian menunjuk ke arah pintu.


Andin menggeleng tak percaya dengan sikap kasar Damian terhadapnya.Dengan rasa kecewa serta malu,Andin turun dari atas tilam.Berjalan melantai tanpa alas kaki keluar dari kamar Damian.


HUUUFFFFFF


Damian menghela nafas panjang.

__ADS_1


__ADS_2