
Danur belingsatan mencari Istrinya,di kamar,di kamar mandi,di ruang tamu,ruang makan,halaman depan, belakang,samping.Tapi wujud istrinya masih tak terlihat.
Pikiran Danur sudah kemana-mana,Apa mungkin dia belum pulang dan masih berduaan dengan Damian?
Samar-samar terdengar suara Dede tertawa,Danur tersenyum sendiri.Tawa tanpa dosa itu sedikit mengobati sakit hatinya.Ia membuka kamar putrinya.
Danur menghela nafas lega,ternyata istrinya ada disana tengah bercanda dengan putri mereka.Disitu juga ada Retno dan kedua mertua.
"Sayang,boleh ikut aku sebentar"Pinta Danur lembut setelah ia mencium mesrah bayi De.Lita mengangguk,ia menyodorkan putrinya kepada sang Ibu.Lalu bergegas mengekori langkah suaminya.
"Ada apa?"Lita bertanya setelah ia duduk di bibir kasur berhadapan dengan suaminya yang berdiri sambil memainkan ponselnya.
"Lihat ini"Danur menyodorkan ponsel miliknya,Lita meraih benda pipih itu dengan wajah penasaran.
Mata Lita membulat sempurna begitu melihat beberapa foto di ponsel suaminya.
"Apa ini alasanmu ingin mengajar?"
"Kau menuduhku?"
"Aku bertanya sayang"
Lita mengembalikan ponsel itu kepada suaminya.
"Tolong jelaskan,aku tidak akan menuduhmu,tapi aku berhaq tahu sayang kenapa pria itu ada disana?Apa dia sudah kesana sebelum kita bertemu?"
Lita mengangguk
"Apa dia selalu datang kesana setiap hari?"
Lita mengangguk lagi.Emosi Danur makin naik.
"Apa kalian selalu akrab begitu setiap kali bertemu?"
Lita mengangguk untuk kesekian kalinya.
"AKKKHHHH"Danur menjerit sambil mengusap wajahnya dengan kasar.Lita sedikit kaget mendengar jeritan suaminya yang tetiba.
"Kau tidak percaya padaku?"
"Apa??kamu masih bisa bertanya begitu sayang? Justru karena aku percaya padamu hatiku sakit"Danur menaikkan tone control suaranya.Membuat Lita menutup kedua cuping telinga.
"Slow lah jangan ngegas,disana ada CCTV kok kalau kamu tidak percaya padaku,Aku tidak seperti kamu!"Lita mensejajari tubuh suaminya sambil menunjuk muka suaminya dengan kasar.
"Loh aku kenapa?aku tidak berbuat apa-apa"
"Ohya??? tidak berbuat apa-apa kamu bilang?Lalu pelukan itu ciuman itu emang aku tidak tahu"
Wajah Danur langsung pias"I-i-itu cuma sebuah sentuhan bibir saja sayang,tidak lama kok hanya 1 detik,eh salah 2detik"
"Oooohhh jadi kalian sempat berciuman?"
"Hah????"
__ADS_1
Gawat!!aku terkena jebakan Batman
Lita mendorong tubuh suaminya hingga terjerembab ke lantai"Jadi kamu yang selingkuh bukan aku!!"
"Aku a-aku nggak selingkuh sayang"Danur jadi ketakutan.Ia menyeret tubuhnya mundur.
"Lalu barusan apa?Kamu berciuman berpelukan,iya kan?Aku yang hanya ngobrol sama Damian,kamu udah menyangka aku yang bukan-bukan"Lita berdiri mengangkang di atas tubuh suaminya.
"Aku nggak gitu sayang,aku kan cuma nanyak"
"Alasan"
Danur beringsut duduk sambil menakupkan kedua telapak tangannya didepan hidungnya.
"Ok aku minta maaf sayang,kamu nggak apa-apa kok kalau lanjut ngajar,aku nggak akan menyuruh kamu berhenti.Meskipun kamu akan sering bertemu dengan Damian.Aku nggak apa-apa,aku percaya sama kamu"
Lita melengos dengan kedua pipi mengembang.Ia naik ke atas tempat tidur dengan kasar lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.Danur menelan Saliva,barulah ia menghela nafas lega.
Tapi ia sadar bahwa semua belum berakhir,Ia naik ke atas tilam menyusul istrinya.
"Sayang"
Tak ada sahutan.
"Sayang...aku tahu kok kalau kamu belum tidur.Maafin aku ya...hatiku sakit loh sayang,semenjak kita bertemu banyak sekali masalah yang datang.Belum selesai ini udah ada masalah lain.Aku capek sayang,capek banget"
Lita mendengar dengan seksama keluh kesah suaminya.Namun ia memilih diam.
"Kita pergi Honey moon yuk,ke Bali atau kemana gitu"
"Terserah kamu mau dibawa atau tidak"
Lita diam,mungkin ini adalah waktunya ia memperbaiki hubungan.Karena ia pun bersalah karena telah lari dari masalah.
Akhirnya Lita mengangguk setuju.Danur tersenyum senang.Ia lega istrinya sudah tidak marah lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tidak bisa,kalau Dede dibawa Mama juga harus ikut"Tanggap Bu Fatin dengan tegas.
"Ayah juga"Sambung Pak Samsul.
"Tapi Ma ini kan acara Honey moon yang belum kita laksanakan selepas pernikahan"
"Ya udah kalian pergi berdua saja,jangan bawa Dede"
"Betul"Pak Samsul menimpali.
Lita sudah kehilangan akal menghadapi orang tuanya yang terlalu bucin dengan cucu pertama mereka.Ia menatap suaminya dengan penuh harap agar suaminya memberi jalan keluar.
Danur hanya mengangkat kedua bahunya sebagai tanda bahwa ia pun tak tahu harus bagaimana.
"Gagal dong Honey moon kita"Ucap Lita dengan cemberut.Danur menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Kalau tidak usah bawa Dede gimana?"
"Dede kan masih menyusu"
"Kalau Mama sama Ayah ikut bukan Honey moon dong ceritanya,lebih ke liburan keluarga"
"Ya itu"
"Ahhh bingung aku"Lita menjambak rambutnya sendiri.
___
Dilain tempat...
Angelina duduk di ayunan balkon rumahnya sambil memutar-mutar benda pipih dan canggih miliknya.
"Kok bisa Danur tidak termakan hasutannya dan hubungannya seperti baik-baik saja dengan istrinya?Apa dia termasuk suami takut istri?"
"Aku tidak akan menyerah,aku akan melakukan apapun untuk memiliki yang aku inginkan.Meskipun hal itu bisa mempermalukan diriku sendiri.Tunggu saja Danur"Ucapan Angelina penuh ambisi dan emosi.
___
Lagi-lagi Damian menunggu dengan sabar kedatangan kekasih hatinya.Ia tersenyum lebar begitu melihat kelibat sang pemilik hati,Dengan semangat Damian keluar dari dalam mobilnya untuk menyongsong kedatangan Lita.
Namun tiba-tiba langkah cepatnya memelan disaat melihat Danur melangkah dibelakang istrinya.Kedua pria itu bertembung pandang.
Lita menoleh dan dibalas dengan senyuman oleh suaminya,Danur memberi kode agar Lita masuk lebih dulu ke dalam,sementara dirinya menghampiri laki-laki yang sangat gencar mengejar istrinya itu.
"Hay apa kabar?"Sapa Danur terdengar ramah.
"Kabar baik"Jawab Damian tak kalah ramah.Namun sebenarnya mengandung maksud yang mendalam.
"Kalau boleh tahu ada keperluan apa kamu kesini?"Tanya Danur.
"Mengunjungi sahabatku"
"Sahabat??Apa maksudmu itu istriku?"
"Iya"
"Haruskah setiap hari?Dan disini?"
"Lalu harus kapan??Dan dimana aku boleh menemui istrimu?"Damian sedikitpun tidak mau mengalah.
"Kamu tahu kan dia istriku,Dan gara-gara kamu yang selalu gencar mendekatinya dia dilaporkan ke polisi"
"Aku sudah minta maaf kepada Lita"
"Tapi kepadaku tidak"
Damian menatap mata Danur yang begitu menantang.Danur mengangkat bibirnya sebelah,ia mengibas bahu Damian seolah-olah ada kotoran disana.
"Dekatilah istriku jika kamu mampu menaklukkan hatinya,Apakah satu tahun belum cukup menyadarkanmu bahwa istriku bukan tipe wanita yang mudah ditaklukkan"
__ADS_1
Dada Damian bergemuruh,ia merasa tercabar oleh kata-kata Danur.
"Baiklah,kalau aku bisa menaklukkannya.Maka kamu harus melepaskannya"Damian menjawab tantangan Danur.Dengan senyum sinis Danur menanggapi ucapan Damian.